12.25.2018

Tepat Dua Tahun Kemudian...

I know " blood is thicker than water ".
Believe me, I know.



Namun gw juga tidak mencoba memposisikan diri gw untuk mendapatkan pengakuan public sebagai wanita shalihah, panutan, idola, inspirator, or whatever. Karena buat gw, keimanan seseorang tidak fair untuk dinilai semata-mata dari status social media yang menyatakan dukungan kepada kandidat presiden.


Gw pengen menulis sebagaimana gw apa adanya.
I am just a human being, terkadang  dengan demon inside me.
Bukan sesuatu yang pengen gw banggakan, justru gw gak pengen orang lain mengalami hal yang sama seperti yang pernah gw lalui.


Seingat gw, ada perubahan dari hubungan gw dengan kakak perempuan tertua gw, anak no. 2 sejak Alm bokap meninggal 10 tahun yang lalu.
Gw gakkan cerita panjang lebar detailnya kenapa, but somehow gw AGAK menyalahkan kakak no.2 gw ini atas penyesalan yang gw rasakan sepeninggalan alm bokap gw. 


Ditambah lagi dengan kekecewaan gw di saat nyokap gw pergi dan menjadikan kami bertiga yatim piatu.
Gw semakin jauh dari kakak no. 2 gw.
Kakak yang dulu pernah deket banget sama gw.