11.06.2015

{ Berbagi Kisah } : Mempersiapkan Generasi Gemar Membaca

Banyak emak-emak secara terang-terangan (bahkan dengan bangga ! :p) mengakui kalo mereka memiliki figur keluarga favorite.

Sebut aja beberapa nama keluarga yang ngehitz di dunia peremak-emakan seperti " Keluarga Cemara ", " Rumah Masa Depan ", "Cinta Fitri", ato " Tukang Bubur Naik Haji "
*eh, ini mo ngomongin figur keluarga favorite apa sinetron Indonesia sih Hihihi* 

Ketika ditanya, siapa keluarga favorite gw, gw tanpa ragu tentu saja akan menjawab " Lafamilledewijaya lah !"
Eits, bukan karena gw merasa narsis, merasa sebagai keluarga paling tob markotob sedunia akherat lho yah. 

Tell me,
bagaimana mungkin gw menfavoritkan keluarga lain sementara pada kenyataannya sehari-hari gw justru menjalani hidup bersama lafamilledewijaya.
Kalau gw sendiri tidak mengfavoritkan apa yang gw miliki saat ini, lalu bagaimana mungkin gw bisa menjalaninya dengan ikhlas dan bahagia.
Tell me. #Tsah

Di keluarga lain, gw cuma penonton yang melihat dari kejauhan dan menikmati apa yang sengaja disuguhkan ke penonton.
Hanya di lafamilledewijaya, gw adalah pemeran utama bahkan bisa ikut andil secara aktif dalam skenario keluarga ini.

Namun selayaknya emak-emak yang suka mengidolakan emak-emak lain, gw mengakui kalo gw juga memiliki beberapa emak-emak idola dengan parenting style masing-masing lho.

Nah, buat gw, membiasakan anak gemar membaca sejak dini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari parenting.  

Melihat angka statistik jumlah penduduk dan jumlah buku yang diterbitkan, Indonesia jauh tertinggal dibanding dengan negara-negara lain yang jumlah penduduknya lebih sedikit namun menerbitkan lebih banyak judul buku.

Dan menumbuhkan minat baca kepada generasi ke depan haruslah dimulai dari kecil. Kalo baru mo menumbuhkan minat baca pas udah jadi emak-emak beranak satu ato beranak tiga kayak kita gini, rasanya bakalan susah bingits.

Jujur, tadinya gw pengen banget banget banget nanya-nanya sama Mbak Arninta dan Mbak Meilia, karena gw suka banget kepoin IG mereka dan suka teracuni oleh buku-buku yang mereka rekomendasikan. Heu heu heu...

Tapi yah, seperti yang gw bilang sama Rini, gw mah jago kandang.
Manalah gw gak berani untuk menginterview mereka dan menuliskan jawaban mereka di sini.

Tapi jangan bersedih gundah gulana.
Sebagai gantinya, gw berhasil membuat dua temen gw, Kak Lita dan Bude Astie bersedia menjawab 10 pertanyaan kepo yang gw sodorkan.

Lalu, apa yang menjadi pertimbangan gw memilih Kakak Lita dan Bude Astie ?
 

Kak Lita dan Kak Langit
Duh, siapa sih di sini yang masih gak kenal Kakak Maulita Iqtianti ato yang beken dikenal sebagai @nenglita

Plis deh, gawul dikit. Hihihi.
Former Managing Editor salah satu forum yang membahas kehidupan ibu-ibu jaman kini, aktif di pengajian Al Galaxyah *hahaha!* serta ibu dari Langit, anak perempuan cantik berusia 7 tahun.

Mungkin karena sealiran (dan se-group di WA chat juga), gw akuin sering terinspirasi sama parenting style Lita. 
Simple, gak terlalu banyak teori text-book blablabla, reasonable dan applicable banget.

Nah, kalo Bude Astie ( @astiesuharto) yang nama aselinya Dianeka Prasastie, merupakan working mom dari duo cah lanang ganteng Luhung, 6,5 tahun dan Galang 5 tahun.
Rasanya gak sopan banget sih kalo masih meragukan kemampuan parenting Bude Astie. 
Lah, wong Bude Astie ini merupakan salah satu wanita hebat dibalik komunitas Supermoms Indonesia.

 
Jadi, langsung aja, tanpa banyak basa-basi perkenalan.
Inilah jawaban atas 10 pertanyaan kepo gw kepada dua Ibu yang menginspirasi gw dalam parenting.

1. Kenapa sih, Ibu membiasakan anak-anak membaca buku sedari kecil ? dan awalnya bagaimana cara Ibu menanamkan kecintaan anak terhadap membaca ?
Red : keduanya kebetulan dipanggil " Ibu " oleh anak-anaknya.
  
Lita : Kalo ditanya kenapa, jawabannya cuma satu, karena gue suka banget baca. Di rumah, akses Langit melihat koleksi buku gue sangat mudah. Dan dia rasanya sering banget lihat gue baca buku. Seperti layaknya anak, kan suka penasaran sama apa yang dipeganh ortu, nah mulai deh tanya-tanya buku gue, terutama saat dia udah bisa baca sendiri. Jadi menanamkan kecintaan sama buku bukan hal yang disengaja sih, tapi buat gue natural aja. 


Astie : karena dari pengalaman gw dengan banyak membaca itu kita akan tahu banyak hal, yang ke depannya akan bisa membantu kita baik dalam pergaulan maupun menghadapi berbagai macam permasalahan. Awalnya sih dengan membelikan mereka buku-buku yang sesuai dengan umurnya. Contoh waktu bayi dibelikan buku kain kemudian meningkat ke board book, buku yang banyak gambarnya dan sampai sekarang ini meningkat ke buku yang textnya lebih banyak 

2. Dalam hal pemilihan buku, apakah Ibu yang menseleksi buku yang pantas dibaca oleh anak-anak, Ibu membiarkan anak-anak memilih sendiri buku yang disukainya, atau Ibu merekomendasikan beberapa buku untuk dipilih oleh anak-anak ?

Lita : Selama ini random aja sih. Ada yang pilih sendiri, ada yang gue tawarin, atau langsung gue beli karena gue tau dia bakal suka juga. Paling pas belum bisa baca, Langit milih berdasarkan cover. Setelah milih, diskusi tentang isinya dulu (ceile balita diajak diskusi) kira2 tertarik apa nggak. Karena pernah pas awal dia bisa baca, dia pilih buku Lotta yang notabene jarang gambarnya. Gue udah kasi tau hal tetsebut, dia kekeuh. Ya sudah. Untung aja dia suka ceritanya, jadi betah baca buku itu sampe habis.  

Astie : Mostly memang gw yang menseleksi buku yang dibaca dan dilihat oleh anak-2. Tapi mereka juga sudah mulai memilih sendiri apa buku yang mau dibeli pada saat kami ke toko buku.

3) Saat memilih buku buat anak-anak, apakah Ibu memilih satu buku karena rekomendasi dari teman-teman yang udah punya koleksi buku tersebut, berdasarkan rekomendasi media (misalnya Best Seller di Gramedia, New York Time Best Seller ), merupakan pemenang atas suatu award, atau berdasarkan sinopsis cerita di belakangya / ilustrasi buku nya bagus ? 

Lita : Kalo perkara buku, gue jarang ikutan tren. Maksudnya, apa yang lagi hits di kalangan buibu, atau mendapat penghargaan lalalalala. Baik buku buat gue, ataupun buat Langit. Kami beli buku ya berdasarkan yang kami lihat di toko buku aja. Kami rasa bakal suka, ya dibeli. Masalah buku menurut gue personal. Dibilang bagus sama seleb, belum tentu kata gue bagus. Dibilang ga mutu sama orang-orang, tapi gue suka. Ga bisa diseragamin.

Astie : Pertama kali pasti cari dari rekomendasi tapi biasanya setelah di toko buku juga melihat buku-2 berdasarkan judul/ilustrasinya. 

4) Saat ini koleksi buku-buku anak-anak Ibu di rumah , lebih banyak buku import ataukah buku pengarang lokal ? Mengapa anak-anak lebih suka membaca buku import / pengarang lokal ?
 

Lita : Kayanya balance deh. Tentu gue lebih suka buku lokal, karena ceritanya lebih dekat sama kehidupan Langit. Ada satu seri buku tentang perilaku balita yang buat gue bagus, ringan dan realistis banget. Gue lupa penulisnya, ntar gue liat dulu ya.
Kalo buku luar bukannya ga suka sih, tapi paling belinya yang seri tokoh Disney atau kisah dongen klasik aja.
 

Astie : Lebih banyak buku-2 lokal, buku import hanya beberapa saja

5)  Di antara koleksi buku anak-anak di rumah, manakah  porsi buku yang lebih banyak : buku yang secara tersurat menanamkan nilai-nilai kepada anak (menumbuhkan karakter, keimanan dsb) ataukah buku-buku yang mengasah anak imajinasi dan kreatifitas anak dan membiarkan anak belajar memutuskan sendiri  tanpa harus secara gamblang menyatakan anak harus begini, harus begitu ? 

Lita : gue ga pernah membatasi pilihan buku ke arah mana. Seperti yang disebut di atas, kami rasa bakal suka isinya ya dibeli. Kaya Pippi Long Stocking itu kan isinya nyeleneh. Pippi tinggal sendiri lah, kalo tidur kakinya di bantal, makan sambil tiduran, dkk. Tapi ada nilai kebaikan juga yang bisa kita ambil, nah selama ada nilai baiknya kenapa fokus sama yang negatif?  

Bude Astie dengan duo (3 deng) jagoan gantengnya
Mas Luhung dan Adek Galang
Astie : koleksi yang ada sekarang tidak ada yang dominan lebih banyak mana ya, ada yang tentang budi pekerti, dongeng, ensiklopedia. Kalau diantara dua pilihan di pertanyaan ini mungkin lebih banyak ke buku yang menanamkan nilai-nilai kepada anak.
 
6) Kapan sih biasanya Ibu berbelanja menambah koleksi buku baru buat anak-anak ? Momen tertentu, rutin setiap bulan atau tergantung seketemunya buku baru yang menurut Ibu wajib punya ! 

Lita : Yang terakhir kayanya. Kebetulan kalo ke mal, toko buku selalu wajib kunjung. Kalo pas ada yang bagus, harga sesuai kocek, kenapa nggak. Alibi juga sih buat ibunya yang suka nggak tahan untuk nggak beli buku. Hehe.  

Astie : Tidak ada waktu khusus, kalau lagi ke toko buku atau browsing nemu buku yang bagus dan cocok untuk anak-2 sih biasanya langsung beli

7) Dimana tempat belanja buku favorit Ibu dan anak-anak ?
  
Lita : Kayanya yang penting jual buku, ya suka aja sih. Mulai dari toko buku yang kalo update lokasi jadi kesannya bergengsi sampe toko buku bekas juga kami kunjungi kok. Alasannya kenapa, karena toko buku itu selalu menyenangkan. Mau yang isinya buku bekas apalagi toko buku mewah.
 
Astie : kalau buku lokal biasanya sih ke gramedia atau ke untuk buku impor ke OLS teman yang suka hunting buku2 impor

8) Kalau boleh tau, apa nih buku terfavorit Ibu dan anak-anak yang definitely akan Ibu rekomendasikan untuk anak-anak yang lain ? Mengapa ? 

Lita : Dongeng Sekolah Tebing, Seri Perilaku Balita (ntar gue susulin nama pengarangnya ya ndah) karena penulis lokal, ilustrasi lucu, ceritanya related sama kehidupan anak indonesia.
Kalo yang luar Pippi Long Stocking, karya2 HC Andersen sama Enyd Blyton. Gue kurang kekinian ya pilihan bukunya? Haha. 


Astie : Sampai saat ini ada dua buku yang menjadi favorit anak-2 yaitu Bugi Hiu suka senyum – Clara Ng sama satu lagi ada kumpulan cerita gitu cuman gw lupa judul dan pengarangnya. Gw merekomendasikan buku-2 tersebut karena menanamkan nilai-2 positif kepada anak seperti kita harus ramah kepada orang, menghormati orang lain. (Nanti buku satunya gw liat dulu di rumah yah)


9) Sejauh ini, apa manfaat yang udah Ibu rasakan dari kebiasaan anak-anak membaca buku ?
Lita : Daya kreativitasnya lebih tinggi terutama di visual. Karena Langit doyan gambar, dia jadi sering bikin 'buku' sendiri yang bentuknya mirip sama buku-buku miliknya.
Yang bikin bangga (karena gue penulis kali ya) ketertarikan Langit sama bahasa cukup tinggi, kosakata dia jadinya lumayan banyak.

 Astie : Yang jelas sih anak2 jadi tahu banyak hal dan suka bertanya-2 jika kita bertemu dengan sesuatu yang tadinya baru mereka tau dari buku.

10) Saat ini apa buku wishlist anak-anak dan Ibu yang pengen banget dibeli untuk menambah koleksi buku di rumah ?   

Lita : Apa ya? Gue nggak suka Googling untuk cari tau buku apa yang lagi tren atau bagus banget Ndah. Googling gue sebatas untuk kerjaan sama skincare. Haha. Nggak deh, mungkin karena ya itu tadi, selera buku adalah hal yang personal ya. Gue merasa nggak perlu tau sebuah buku bagus apa nggak menurut orang lain. 

Astie : kalau buku wishlist (emaknya) pengen beliin buku-2 yang jadi bacaan gw jaman kecil dulu kayak lima sekawan, trio detektif, sapta siaga. Soalnya dulu emaknya Cuma bisa pinjam dari perpustakaan.
 
Matur Nuwun Sangets kepada Kak Lita dan Bude Astie yang udah berbagi inspirasi buat gw dan temen-temen yang lain. *muah muah muaaaaah*

Jika selama ini kita cuma suka mengeluhkan masa depan bangsa dan negara tercinta di social media aja, nyalahin sana sini tanpa solusi, kenapa gak kita mulai benahi dari diri kita sendiri aja dulu. 

Yuk kita persiapkan generasi muda Indonesia yang lebih baik.
Dimulai dari kebiasaan gemar membaca dari sekarang. (ato bahasa ngetrendnya : #RaisingReaders)

PS : Kalo mo ikutan jawab pertanyaan di atas, monggo di komen aja yaa...

6 comments:

  1. Makasih ya Bu Indah buat postingannya. Sangat menginspirasi. :P
    Pe er bener emang bikin anak suka baca. Tapi emang kudu dateng dari orang tuanya dulu sih yang seneng baca ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya saya juga terinspirasi, bagus
      banget tulisannya : )

      Delete
  2. Jadi elo terinspirasi sama parenting style gue Ndah? Plis deh, jadi buat apa gue pake lipstik, ngurusin skincare dan dandan abis-abisan gini? :p

    Makasih Kakak Indah... Ditanya2 begini, bikin gue me-review ulang apa dan kenapa sebuah hal gue lakukan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... itu gakkan gw akuin di sini, Lit. Takutnya dibaca sama Al Galaxyah.

      Delete
  3. susah emang ngebiasain baca kalo anaknya gak minat. kayak si andrew contohnya. padahal dari masih di perut, pas bayi, selalu gua bacain buku. tapi ternyata gak ngefek. :P

    jadi pas udah gede ya udah paling bener caranya adalah... dipaksa! hahaha. pokoknya kalo gak ada kerjaan, mesti masuk kamar baca. gak ada alasan gak ada buku. kalo buku abis suruh bilang. mau beli buku gak pernah dilarang. ya moga2 lama2 bisa timbul minat bacanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi dalam keseharian, loe suka baca buku di depan mereka gak, Man ?
      Biasanya bener kata Lita, anak suka meniru apa yang kita lakuin. Kalo kita keliatan suka baca di depan mereka, lama-lama mereka pengen ikut menikmati apa yang kita lakukan.

      Delete