4.23.2014

#KidsToday : Bermain Itu Bukan Sekedar Sampingan



Waktu menerima undangan dari Mommiesdaily untuk datang ke acara Rinso Blogger Gathering, tanpa ragu saya langsung mengatakan “iya”.  Selain bisa menjadi ajang ketemuan dengan teman-teman blogger, acara ini juga merupakan project #kidsToday Berani Kotor itu baik yang sudah dikampanyekan oleh Rinso sejak tahun 2004. 
Foto yang ditweet ke @missresik pagi itu

Another gaya ceria mo nambah ilmu dan ketemuan dengan temen-temen
Genk Ratjoen was there !
At #KidsToday Rinso Blogger Gathering



Talkshow pagi itu dipandu oleh @DellaSIP dengan pembicara Bapak Muh. Syathir dari pihak Rinso dan Mbak Verauli, mewakili psikolog anak-anak.  Dari keempat film Rinso Kids Today Project yang diputar pagi itu, saya paling suka film yang berjudul “ Anak-Anak Yang Sibuk.”



Menurut saya, film ini menggambarkan apa yang saya liat mengenai kesibukan anak-anak zaman sekarang terutama di perkotaan seperti Jakarta.  Di usianya yang masih sangat belia, anak sudah harus bangun bagi untuk berangkat ke sekolah. Terkadang, orangtua menyekolahkan anaknya di sekolah yang jauh dari rumah sehingga anak harus bergumul dengan kemacetan ibukota. 

Di sekolah anak disuguhkan bobot pelajaran kognitif yang memeras otak dan menghabiskan waktu hingga siang hari. Salah satu penelitian mengatakan dalam 10 tahun terakhir ini, jam belajar anak semakin panjang.


Sepulang dari sekolah, anak tidak langsung bisa beristirahat.  Demi memaksimalkan potensi masa emasnya, sebagian besar orang tua mengirimkan anak-anaknya untuk mengikuti les pelajaran tambahan dari sekolah, menari, berenang. 


Sepulang dari les, anak harus menyelesaikan PR-PR dari sekolahnya.  Kesibukan seperti ini dilewati anak setiap harinya sehingga anak mengaku sangat kelelahan. Kondisi saat ini anak cenderung memiliki kesibukan melebihi waktu orang tuanya bekerja di kantor.


Jika kita terus mempadatkan jadwal anak kita seperti ini, lalu kapan anak kita bisa beristirahat ? Kapan anak kita punya quality time bersama kita ? Apakah anak kita bahagia dengan kondisi seperti ini ?


Anak-anak kita kehilangan waktu bermainnya. Padahal dari salah satu seminar parenting yang pernah saya ikuti, tugas utama anak usia 0 – 6 tahun adalah bermain. Tetapi bermain yang bermakna, tentunya.
Hayo bagi yg punya anak 2-6 tahun, udah cukupkah waktu bermain anaknya ? :p
Selama ini orang tua memfokuskan masa usia emas anak dengan menggiring anak belajar kognitif demi masa depannya. Bermain juga merupakan bagian penting dari perkembangan anak. Orangtua seringkali lupa bahwa tidak semua hal bisa dipelajari anak ketika dia duduk di dalam kelas.


Ada dua jenis bermain, bermain pasif dan bermain aktif. Contoh bermain pasif ini adalah ketika anak main games di gadget, menonton televise. Sementara bermain aktif ini ketika anak bermain bola bersama teman-temannya, bermain perosotan. Kecenderungan yang dialami anak-anak di kota besar ini justru bermain pasif. Selain menganggap main games di gadget bisa menstimulasi kecerdasan otak, juga dikarenakan banyak orang tua yang sungkan membiarkan anaknya bereksplorasi di alam terbuka dengan alasan kotor, takut kuman.


Menstimulasi anak dengan membiarkannya bermain pasif (games di gadget) memang tidak ada salahnya, namun juga harus diimbangi dengan membiarkan anak bereksplorasi di alam terbuka. Karena saat dia mengeksplorasi dunia luar bersama teman-temannya, di situ lah fungsi eksekutif anak berkembang. 

Fungsi eksekutif ini termasuk kemampuan mengendalikan emosi , kemampuan bersosialiasi, kemampuan berkonsenterasi.


Bermain bukan hanya sekdar sampingan lho, ada proses belajar juga di situ. Pengalaman yang dialami anak semasa bermain bisa menjadi guru untuk anak belajar sesuatu. Ketika dia jatuh, anak akan belajar “ oh kalo aku begini, maka aku akan jatuh “ atau “ supaya aku gak jatuh, aku harus begini”.


Hasil penelitian di Jakarta juga membuktikan anak yang kekurangan waktu istirahat dan bermain sering mengeluh sakit perut dan pusing ketika memasuki jam belajar. Lain halnya dengan anak yang mendapatkan waktu istirahat dan waktu bermain yang cukup. Kemampuan anak ini berkonsenterasi terhadap pelajaran justru lebih baik karena secara emosional anak ini jauh  lebih bahagia.


Saya setuju banget dengan #KidsToday project yang dikampanyekan Rinso ini. Bahwa menjadi orang tua, bukan hanya sekedar menyediakan sarana dan prasarana untuk kebutuhan perkembangan anak. Ada hal yang lain yang jauh lebih penting yang harus kita sediakan adalah : WAKTU.


Ketika kami sedang bermain bersama, saat itulah saya melihat kebahagiaan di bola mata anak saya yang bening…


Nah, supaya kampanye #KidsToday Project ini bisa terus disebarluaskan (dan siapa tahu beruntung dapetin hadiah kan ya), nonton juga yuk  film KidsToday Project yang lainnya. Tuliskan pendapat teman-teman mengenai film-film tersebut di blog dan ikutan KidsToday Blog Competition. Keterangannya bisa dilihat di Thread Mommiesdaily yang ini ya.

Belajar bareng semeja emak-emak Celebs !
Makasih Mbak Kiky dari Rinso yang berbaik hati jadi fotografer emak-emak narcist
Selamat bermain bersama anak !

5 comments:

  1. kunjungan perdana, salam perkenalan, silahkan berkunjung balik ketempat saya, saya punya banyak vcd pembelajaran untuk anak2, barangkali mempunyai adik,keponakan atau mungkin anak yang masih kecil, vcd ini sangat membantu sekali dalam mengasah kecerdasan dan kemampuan otak anak, serta bagus untuk membangun karakter dan moral anak sejak usia dini, semoga bermanfaat dan mohon maaf bila tdk berkenan, trm kasih ^_^

    ReplyDelete
  2. iya intinya kita jadi ortu harus selalu meluangkan waktu buat anak, dan jangan banyak kemakan gengsi. kalo gua liat ada banyak ortu yang maksain anaknya les ini itu karena gengsi aja. les sempoa, biar anaknya kalo ngitung cepet. padahal kalo anaknya ngitung cepet trus emang ada untungnya? hahaha

    ReplyDelete
  3. Gue suka banget video yang ditayangkan, ternyata ya anak-anak juga bisa berpendapat ttg kegiatannya (yg melelahkan itu).

    Dan akhirnya bisa kenalan sama Indah dan ketemu sama mama-mama seleb (dan ternyata ketjeh-ketjeh)...

    ReplyDelete
  4. sedih mbak indah liat videonya...capeknya kaya apa tu..anakku masih playgroup jd belum kebayang nanti kaya apa pas dia SD...semoga emaknya lebih banyak waktu buat aja dia bermain

    ReplyDelete
  5. anak-anak waktu sehari-hari banyak untuk main ya

    ReplyDelete