5.02.2012

Coming Soon :THE TETRALOGY

Sebenarnya gw udah baca soal berita pelecehan sesual terhadap anak umur 7 tahun yang dilakukan sama temen mainnya usia 11 tahun dari timeline @irrasistible dan @nenglita beberapa waktu yang lalu.

Itu aja udah bikin gw shock, parno! Bergidik lebih ngeri membayangkan ini daripada gw harus uji nyali berhadapan dengan seribu macam setan dan dedemit!

Masya Allah! 
Gw seumuran itu mana kepikiran soal hal-hal yang berbau seksual. 
Yang ada gw sibuk maen barbie, maen karet, maen bekel. 

Sementara temen-temen gw yang cowok sibuk maen galasin. 
Oh well, mungkin bibit kegenitan udah ada. Karena beberapa temen cowok semasa SD udah ada yang nunjukin ketertarikan dia terhadap 'seksual'. Maksudnya ada yang suka masang rautan bulet yang ada kacanya itu, ditarok di ujung sepatunya untuk ngintip celana dalem temen-temen cewek.

Ada yang nangis digituin. 
Ada yang ngamuk, keplakin kepala tuh cowok. Dikejar sampe dapet, digebuk sampe tuh cowok teriak minta ampun sambil cengengesan. Yeah, that was me!

Tapi gw gak nyangka aja kalo perkembangan psikologis dan seksual akan secepat ini. Atau boleh gw bilang, sedahsyat ini ?!
Setiap kali gw ikut seminar Bu Elly Risman, gw pasti pulang dengan tanda tanya besar.
Apa iya semua fakta perilaku penyimpangan seksual yang diungkapkan Bu Elly melalui riset nya di Yayasan Buah Hati itu beneran ada ? 

Dan kalo loe baca blog Irra yang ini, bakal oh Da*n, oh, Sh*t,It's so true! It's real! 


Dan gw sampe bergidik baca kelakuan sang pelaku yang notabene baru 11 tahun. Na'udzubillah min dzalik! 

Tapi kemudian, who to blame ?

Di satu sisi, gw sebagai perempuan sekaligus seorang Ibu menjadi sangat teriris mengetahui kejadian ini.

Sebagai wanita, gw gak kebayang gimana jika berada di posisi keponakan Ira dan Lita ? Ya Allah, dia masih terlalu kecil untuk paham yang beginian. Gw yang udah haid aja belon paham soal beginian waktu SMP. Seriuus.

Sebagai Ibu dari korban, lebih sakit lagi! Pasti dunia seakan runtuh saat denger cerita ini dari temen anak gw.

Sebagai Ibu dari pelaku, harusnya juga merasa sakit. Bukannya malah neror, sibuk melakukan denial, kayak dilakukan sang Ibu. 

Kenapa ? Karena gw merasa gagal. Gagal mendidik anak gw menjadi anak yang baik. Bukan merasa gagal karena malu dikutuk umat seantero dunia maya, tapi harusnya lebih kepada rasa sayang dan rasa cinta gw kepada anak gw. Kebayang gak masa depannya yang menjadi tanggung jawab gw sebagai orang tua? 

Karena cinta dan sayang lah kita merasa bertanggung jawab kepada masa depan anak kita.

Terus, gimana gw bisa memprotect anak gw dari yang beginian ?
Sebagai orang tua muda, dan pemula, gw merasa beban jadi orang tua zaman sekarang makin berat.

Emak-emak yang lain juga gak ? Ato gw doang yang lebay ?

Beban yang berat bukan hanya dalam mempersiapkan budget finansial *dan yes, pengen bikin gw pingsan berjamaah berkali-kali*, tapi juga dalam membentuk dan mengarahkan karakter seorang anak.
Mendidiknya menjadi orang yang budiman dan bermartabat.

Menurut gw, itu tantangan terBESAR yang gw hadapin sebagai orang tua di zaman digital. Di zaman yang memudahkan semua akses untuk masuk ke dalam kehidupan kita. Tak terkecuali anak kita yang masih polos dan gampang di'isi' itu.
   
Dan di luar emak-emak yang gw tanyain barusan, Alhamdulillah gw ternyata gak sendiri.
Beruntunglah gw punya sekumpulan teman-teman, komunitas dengan keparnoan yang sama, kekhawatiran yang sama dan kepedulian yang sama, lebih tepatnya.

Setelah selese mengadakan Trilogy seminar Komunikasi Pengasuhan anak bersama temen-temen Supermoms Indonesia gw sempet ikut lagi Pelatihan Komunikasi Anak selama dua session. 

Dan udah dicoba dipraktekkan sih. 
Walaupun tetap belum sepenuhnya bisa menjadi superperfectmom dambaan semua insan tapi setidaknya gw sekarang lebih bisa meredam emosi jika ngomong sama anak umur 2-3 tahun. 

Buuut, at least I know how to handle the problem. In theory, tentunya. Prakteknya maaah sami mawon kayak emak-emak labil laen. Hahaha..

Dan sekarang, seiring waktu anak kami juga tumbuh semakin besar. 
Problema, tantangan, ujian yang dihadapin, gak cukup hanya bagaimana berkomunikasi dengan anak kayak materi seminar tahun kemarin. 
Udah gak cukup hanya memahami perasaannya, menyelami, mendengarkan dan mengarahkan dia untuk mengexpresikan apa yang ada di hatinya.

Kejadian artis yang bikin video begituan, kasus yang dialami sodaranya Lita dan Ira, anak-anak yang jadi malas beraktivitas karena ketagihan maen games, bikin semacam alert bagi kami di Supermoms Indonesia 

' Woy, pembelajaran kita belon selese sampe tahun kemarin doang lho' . 
Gimana kita ngadepin tantangan selanjutnya ? Sementara anak makin besar, makin pintar, pengaruh social semakin banyak. Zaman sudah berubah. 

Tameng dengan mendidik agar mematuhi perintah agama, pasti.
Cara orang tua kita dulu mendidik kita mungkin sudah gak applicable untuk kita adopsi 100% dalam mendidik anak kita. 
Permasalahannya udah beda, tantangannya udah jauh beda, perkembangan social juga udah jauh beda.
Reaksi kita bisa jadi akan berbeda dengan reaksi yang diberikan anak kita, walopun dengan metode didikan yang sama. Namapun beda zaman, Mak! 

Ada satu gong! yang mengumpulkan semangat kami di Supermoms Indonesia untuk kembali belajar. 

Bismillah. 
Dengan murni itikad dan niat baik.
Itulah yang membuat kami sepakat untuk kembali ngadain seminar parenting. 

Hanya saja, kali ini bukan hanya seminar parenting, 
Bukan hanya Trilogy
Tapi  Tetralogy (four series) seminar parenting sebagai kelanjutan dari seminar yang udah kami lakukan sebelumnya.

Karena pada intinya kami yang di Supermoms Indonesia ini pengen belajar juga untuk kepentingan kami sendiri, makanya kami memilih tema yang sesuai dengan usia anak kami. Masalah pengaruh gadget dan masalah kekerasan seksual yang marak terjadi di kehidupan kita saat ini. *merinding kalo denger fakta dari Bu Elly Risman*

Dan tentu saja gak terbatas hanya untuk kepentingan kami, tapi juga mengajak para orang tua  yang lain untuk lebih maju, lebih peduli, lebih siap, pasang tameng karena believe me, tantangan yang akan kita hadapi setiap waktu yang berjalan akan semakin tidak mudah. *bahasa gw ngaco sepertinya*

Bu Elly Risman juga sangat mengharapkan semakin banyak orang tua yang peduli, semakin banyak yang pengen belajar, semakin banyak yang siap menghadapi gempuran efek negative zaman ini. 

So, The Tetralogy Parenting Seminar ini kami persembahkan dan dedikasikan untuk anak-anak kami. 
Sebagai salah satu bentuk kepedulian kami atas masa depan anak-anak generasi bangsa Indonesia.  

For me, Being a parent is never-ending learning process. 
That's what I am going to do.
That's what we are going to do.

So, Who's with us ? Mana suaranyaaaa...nya..nya...nya...*bergaung*

27 comments:

  1. seminar penting nih untuk diikuti. saya dan suami sering diskusi juga gimana cara paling tepat mendidik anak di jaman sekarang, dan sering miris juga kalau ada berita kekerasan fisik/seksual dengan pelauk/korban anak2.

    seminarnya direncanakan kapan dan dimana? (Semoga bukan jakarta hehehe)

    ReplyDelete
  2. Hi Mbak Indah, count me in. Senang banget akan ada tetralogy seminar ini yang diadakan oleh Supermom. Waktu itu aku ikutan juga seminar sebelumnya, itu aja udah syok menghadapi kenyataan soal kondisi pergaulan anak2 sekarang. Ditambah lagi dengan baca blog mbak Ira, tambah nyata aja bahaya yang dihadapi oleh anak2 kita sekarang ya. Kapan akan diadakannya mbak?

    ReplyDelete
  3. Indeed, bener kata Jeung Ira. It takes a village to raise a kid. Dan salah satu cara untuk menyadarkan kita2 para org dewasa ini, adalah dgn berbagi kisah nyata. Kadang kita suka denial sih ya. Menganggap kisah2 spt ceritanya Ira itu, hanyalah sesuatu yg kita liat di tv (fiksi) , di Oprah show (online kidspredator slash pedofil) atau di berita semacam Buser.

    Makanya aku pengen ngereblog postingannya Jeung Ira spy makin byk yg baca. Tp mau komen minta ijin di blognya, msh blm sanggup. Perihhh...

    Lalu apa? Whats next? Selanjutnya adalah mengumpulkan massa (in this case ya melalui seminar), lalu di edukasi. Dan seterusnya....

    Good luck dgn seminarnya ya. Semoga banyak yg berpartisipasi dan mereka yg datang, sepulangnya drsana bs berbagi dgn

    orang2 disekitarnya.

    ReplyDelete
  4. Count me in Ndah.. Eh walau gw udah keburu cabcus sekolah, suami gw yg mau ikutan sebelum nyusul. Ditunggu kabar2nya yaa.. :)

    ReplyDelete
  5. @catatankecilkeluarga
    Sayangnya masih berlangsung di Jakarta, Mbak. karena hampir semua anggota Supermoms Indonesia berdomisili di Jabotabek.
    Tapi aku akan coba share hasil seminarnya nanti di blog bagi yang jauh. Walopun gakkan sebanyak ilmu yang diserap kalo ikut seminarnya langsung.

    @ Desiana,
    Aku liat kamu lho, Jeung waktu seminar kemarin. kamu sama suami mu kan ?
    Iya nanti dikasih tau sama pihak yang berwenang yaa...

    @ Tika,
    Amin. Do'ain semakin banyak orang tua Indonesia yang semakin sadar, semakin tergerak hatinya untuk membuka wawasan apa yang saat ini sedang dihadapi.

    ReplyDelete
  6. @ Anggi,
    Sip, Nggi. Ntar gw kasih tau ya. kan tau ini twitternya Ayah Aghnan.

    ReplyDelete
  7. barusan baca juga, serem ya. walauoun anakku laki2 tetep juga parno

    ReplyDelete
  8. Indaaah mau dong ikutan buat jagain adek adek gue yang masih bocah ingusan :3 kabar kabarin yaa kapan jadwalnyaaaa. Sakses!

    ReplyDelete
  9. iya serem ya kalau melihat dan membaca berita2 seperti itu
    aq pun walau hanya anak laki2 tetep aja memiliki kekhawatiran tersendiri juga
    dan kemarin aq baru denger berita ada kepala sekolah yang melakukan pelecehan seksual terhadap siswanya...!!!
    ckckckck....jaman apa pula skrg ini...?????

    ReplyDelete
  10. اِ نْ شَآ ءَ الله , pengen ikutan seminarnya Ndah. :). Nabuuuung duluuu.... :D.

    ReplyDelete
  11. huahuahua....*nangis duluan...pasti dijakarta yah mak...heuehue...
    hasil ringkesannya aja deh di blog..entar dipelajari dan insyallah dipraktekkan untuk bekal ngasuh kinan..atau ada yang mau bikin di Batam......*at least pulau terdekat deh...
    anyway....sukses untuk seminarnya...
    ikut mendukung...

    ReplyDelete
  12. emang jadi ortu itu susah ya jaman sekarang... anak2 itu kok semakin cepet dewasa dan semakin berangasan. hahaha.

    gua juga paling takut kalo si andrew (amit2) sampe dibully anak lain di sekolah... moga2 aja gak akan pernah terjadi deh...

    ReplyDelete
  13. mbk indah...ngeri baca n dngr berita2 bgt, jd inget 2 gendhuk ku..berasa pgn kekepin mereka terus takut ada apa2, pgnnya di rumah aja ga pake kerja biar bs nemeni mereka...huaaa
    ya Alloh, tdk ada yg sebaik Engkau untuk menjaga mereka, maka jagalah mereka ketika aq tdk bersama mereka..
    smg kita menjadi ortu yg sukses menjaga amanah-Nya ya mbk..amin

    ReplyDelete
  14. Mbaaa.. aku mau ikutaaaannn, kabarin ya kalo udah fixed schedulenya...:D

    ReplyDelete
  15. Aku udah tak bisa berkata-kata lagi mak setelah baca postingan2 ttg ini.. Mau nangis rasanya.. *kekepin Kana*

    Aku ikut lagi ya.. Satu seat aja.. Skalian buat bikin mules2 pas udah deket DD awal september nanti.. Siapa tau abis seminar gw lgsg lahiran.. :D

    ReplyDelete
  16. mba indaaaah...aku udah daftar yaa ke emailnyaa....

    ReplyDelete
  17. Duh, seremnya Ndah :(

    Semoga kita selalu bisa jadi orang tua yang bijak mendidik anak ya Ndah dan semoga anak2 kita jauh2 dari hal-hal kek ginian, bisa tumbuh dalam lingkungan yang benar, dan sampe kapanpun jadi pribadi yang hidupnya lurus ya Ndah..

    ReplyDelete
  18. Setujuu, ngeri banget ya sekarang. Gue sempet stres baca apa yg dialami ponakannya Ira. Smoga ortu pelaku sadar, jadi anaknya bisa diedukasi secepatnya. Dan korban baik2 aja, kasian:(
    Indah, gue daftar ya. Buat yang sesi terakhir (sesi 4), 2 orang. Bisa gak daftar disini aja ya? *serius*

    ReplyDelete
  19. baca postingnya mba ira emang bikin sakit hati banget :( again, im not a parent, tapi punya adik yang masih kecil dan cukup ngeri juga dengar cerita2 begini...

    adikku emang ga suka beraktivitas... hobinya main game... mamih sempet khawatir, dia suka online sendirian dan ga mau diganggu gitu.. akhirnya yang bisa dilakukan sebagai kakak yang udah nikah dan pisah rumah, ajak si ade ke rumah sesering mungkin buat main bareng suami keq, sambil ajakin curhat yang dia jarang bisa dan mau lakukan... paling ga, ga mau si ade merasa ga punya tempat buat cerita tentang apapun dan larinya kemana-mana...

    good luck banget buat Supermoms ya! Usulan aja, kayanya kalo sambil bikin acara gratis merambah ke kalangan sosek bawah, bagus tuh say :) pahala insya Alloh..

    ReplyDelete
  20. Aku daftar dong.. Caranya gimana? Mudah2an eventnya tgl 27 may ya pas kebetulan balik ke jakarta, :))

    ReplyDelete
  21. @Lidya - Mama Cal-Vin
    Sama Mbak.
    Semoga kita bisa mendidik anak kita ke jalan yang benar yaa...

    @ pepipepo
    Ntar gw pasang posting di sini juga deh

    ReplyDelete
  22. @Diandra
    Ngeri banget, Di.
    Zaman kita, umur segitu mana kepikiran yang beginian sih ?

    @ Sari,
    Udah gw catat ya bookingan loe.

    @ Mama Kinan,
    Makasih. Insya Allah aku review ya biar yang di luar Jakarta juga bisa baca.

    ReplyDelete
  23. @Arman
    Gw sampe kepikiran mau ajarin bela diri lho. Kalo sampe anak gw dibully, gw samperin ke sekolahaan! Huh!

    @ Ira,
    Amin, Mbak.

    @ Desi,
    Udah bisa book tempat kok, Des. Ada harga early bird soalnya.

    @ Mio,
    Done, ya MaMir.

    ReplyDelete
  24. @Arninta Puspitasari
    Siaaap.
    Mau berpartisipasi jadi sponsor gak ? *wink*

    @ Natazya,
    Pengen sih, Nat.
    Masalahnya yang melek masalah beginian, yang mau meluangkan beberapa jam dari waktunya untuk begiani datang dari kalangan B keatas.
    Untuk kalangan C, mereka biasanya gak mau datang walopun gratis. Karena mereka lebih mentingin ikut demo, dibayar.
    Kalopun mau menarik mereka datang, itu harus ada iming-iming hadiah, goodie bag yang membuat mereka mau datang. Nah sponsor nya itu yang belum nemu. Ada ide ?

    ReplyDelete
  25. @Dessy
    Bisa banget, Mbak.
    Kirim aja email ke Supermomsid@gmail.com.

    ReplyDelete
  26. ikuttttaaann.. udah dapet seatnya kan?

    ReplyDelete