1.26.2011

Sesederhana Itu

Ada temen gw yang bilang ke gw kalo dia pengen deh punya pergawolan dunia maya kayak gw. *Oh My!* Gw gak tau apa alasannya, tapi sepertinya dia hanya melihat luarnya saja. Dia ngeliat gw posting kopdar sana, kopdar sini, ikut acara ini, ikut seminar itu.


Okeh, mungkin udah keseringan gw cerita soal my cyber social life. Gantian ah pengen nulis tentang My Real Social Life. I guess, they will not read my blog anyway. Kalopun baca toh gak apa-apa juga sih.


Seperti yang sering gw ceritain, gw hanya seorang pekerja di pabrik suatu MNC, menjadi yang paling cantik feminin (takut diprotes kelak) di antara rekan-rekan satu department dan team gw karena memang mereka semua adalah kaum adam.




Sebagai perusahaan yang sudah mengimplementasikan OHSAS 18001, maka kami para karyawan tanpa kecuali wajib melakukan Medical Check up setiap tahun dari Rumah Sakit yang ditunjuk oleh perusahaan. Nanti hasil MCU tersebut akan dicatat dan difollow up oleh HRD bersama EHS perusahaan kami.


Untuk alasan itulah Kartika (nama samaran), staff EHS yang direkrut baru-baru ini mendatangi meja setiap karyawan untuk menfollow up hasil MCU kami. Kaka, begitu panggilannya, masih muda, single dan so sweet. Mungkin inilah yang membuat Dono(nama samaran juga), salah satu Officer gw yang masih berstatus jomblo, jadi kelepek-kelepek mendamba Kaka.Hihihi...


Siang itu walopun boss kami sedang meeting, namun suasana ruangan kami nampak tenang karena kami sangat sibuk dengan PC masing-masing. Kaka menjambangi ruangan kami dan memberikan sepatah dua patah kata sambutan bahwa tujuan dia datang ke ruangan kami pagi itu adalah untuk menfollow up hasil MCU karyawan di department kami.


Kontan kami semua langsung membuka hasil MCU masing-masing. Dono nampak tersipu-sipu malu karena langsung digodain abis sama kami semua. Sementara Kaka nampak sangat anggun calm saat mendatangi meja pertama temen gw di pojokan ruangan, Raffi (juga bukan nama sebenarnya). 


Sekilas info, dalam darah Raffi ini ada sedikit mengalir darah keturunan Arab (mungkin keturunan Nabi Adam AS) dan pernah stay beberapa lama di Turki (untuk urusan project lho! Bukan karena dese training bikin kebab, bukan pemilik franchise kebab Baba Raffi juga). Menurut pengakuan tetangga nya sih, Raffi ini dulunya ganteng lho. Soalnya tetangganya ini pernah ngeliat foto-foto Raffi waktu masih kuliah di Jerman dulu yang dipajang di rumah Raffi. " Ih Raffi tuh dulunya ganteng, In..."
But somehow, dari pertama kali dia bergabung dengan kami hingga detik ini, gw gak pernah belum berhasil menemukan sisa-sisa kegantengan Raffi. *sigh*


Okeh, balik lagi ke situasi dimana Kaka sudah berada di depan meja Raffi yang berenti sejenak dari kegiatannya mendesign produk kami. Dari MCU Raffi, Kaka menemukan Raffi punya masalah dengan gigi geligi. Kaka menyarankan Raffi untuk mengunjungi dentist.


Raffi : " Ke dokter gigi ? Yeee...emang situ mau bayarin biaya dokter giginya ?" mmmmm...
Kaka dengan lemah lembut : " Lho ? Kan medical insurance kita mengcover biaya kunjungan ke dokter gigi,Pak. Kan bisa Bapak pake untuk ke dokter gigi "
Raffi manggut-manggut tapi masih ngotot : " Oh Iya ya. Eh, tapi tolong situ atur hari nya ya. Terus bilang sama HRD supaya saya perei (libur) karena disuruh EHS cek gigi "


Untung Kaka masih dengan sabarnya menanggapi " Kan Bapak bisa ke dokter gigi hari Sabtu, Pak..gak perlu hari kerja kan..."


Raffi : " saya gak mau ah kalo wiken. Wiken itu adalah waktu saya dengan anak istri, dengan keluarga, saya gak mau diganggu dengan ke dokter gigi.."
Kaka : " Tapi ini juga untuk kepentingan kesehatan Bapak kan..."


Raffi masih berdebat kusir dengan Kaka yang intinya dia tetep minta Kaka atur jadwal dia ke dentist di hari kerja dan gak diitung sebagai cuti, tapi sebagai PEREI. Nampak Kaka menarik napas panjang, buru-buru meninggalkan masalah dengan Raffi, menyelamatkan diri pindah ke meja sebelahnya, Alieb.


Alieb ini asistent Raffi. Kalo  suka nonton Criminal minds, naah Alieb ini bak serial killer yang sangat tenang. Orangnya murah senyum, gak pernah marah, halus dalam bertutur kata namun ngeyelnya ampun-ampunan bikin Raffi sering jedotin palanya ke meja. Tidak terlalu gesit, tapi bergerak cepat bak predator ketemu mangsa jika ngeliat ada makanan nganggur. Nah kalo Alieb ini gak punya masalah dengan gigi geligi, tapi dengan gangguan mata.


Kaka : " Pak Alieb harus periksa mata ke optik dan pake kacamata deh kayaknya..."
Alieb : " Kacamata tuh laraang'e,Mbaak (red:mahal)...ntar ndak diganti. Aku ndak punya duit..."
Kaka : " Lho? kata sapa kacamata gak diganti perusahaan ?"
Alieb (rolling-eyes) : " kata sapaa ya? Aku lali..pokoke katanya ndak diganti.."
Kaka : " Bapak udah baca peraturan perusahaan kita belon ?"
Alieb : " Yo durung (ya belom)...yo aku ndak tau dimana peraturan perusahaannya. Mbok aku dibagi peraturan perusahaanya "


Gw liat Kaka mulai menarik napas panjang dan pindah ke meja ketiga. Pas di meja temen gw yang ini, gw gak gitu merhatiin karena direcokin sama Sony (nama samaran juga) yang sibuk ngasih tips ke Dono. Maklum Sony ini mantan finalis koperboi majalah Kawanku waktu masih mudanya. Nama bekennya Sony Deep! *mungkin duluk ada yang ngepens kirim surat waktu dese jadi Finalis*

Sony ini paling senior diantara semua laki-laki di ruangan ini, setelah boss gw. 


Sambil baca MCU milik gw sendiri, gw ngedengerin Dono diceramahin Sony : suruh buruan ke toilet mandi parfum lah, dilarang pake akting pura-pura pingsan karena ngarep dikasih napas buatan sama kaka. Alasan Sony " Ojo, Don. Takute malah Alieb yang nyamperin kamu, kasih kasih napas buatan. Dia kan bau naga.." 

Alieb dipojokan nyaut dengan logat bak sinden ayu " Opoooo tooh,Kang? "

Gw ngelirik meja Ucup. Sepertinya aman-aman aja hasil folow up Kaka dengan mas Ucup yang kadang suka sok cool bak Rangga di pelem AADC. hihihi..


Dengan mulai sedikit keringat dingin, Kaka gantian menghampiri ke meja Wisnu, abegeh kami yang berkasta paling bangsawan di antara kami di ruangan ini.

Sampe-sampe kami semua berteori sotoy , jangan-jangan alasan kenapa Wisnu mau bekerja satu team dengan kami adalah karena sepulang dari California, Maminya Wisnu pengen Wisnu bergawol dengan rakyat jelata kayak kami gini sebelum nantinya menjalankan bisnis papinya. Heu heu heu


oh ya..Wisnu ini masih single lhoo kalo ada yang mau cari mantu ato pacar buat temen-temennya. #numpang iklan.


 Kaka (mulai gerah tapi tetep lemah lembut) : " Kalo rekomendasi MCU Bapak seperti apa?"
Wisnu : " Hmm...hasil asam urat saya sedikit di atas normal. "
Kaka : " OOh...terus ?"
Wisnu : " Yah saya sih gak percaya dengan hasil MCU ini.."
Kaka (kaget) : " hah?? Lho kenapa Bapak gak percaya ?"
Wisnu : " Gaya hidup saya gak ada yang berubah kok. Masih sama dengan gaya hidup saya tahun-tahun sebelumnya. Tahun kemarin hasil asam urat saya bagus, masa tahun ini asam urat saya naik. Gak mungkinlah...makanya saya gak percaya..."


Gw ngikik geli. Ngelirik Dono masih senyam-senyum bersemu merah sambil memegang rambutnya, tak sabar menanti gilirannya Kaka datang ke mejanya. Sementara Sony masih ngoceh " Don, Kamu dengerin aku ora sih? Aku tuh lagi kasih tau kamu. Aku udah sampe berbusa-busa ginih, kamu ne malah cengar-cengir mesum..."

Dan telpon meja gw berdering, dan gw pun sejenak fokus jawab telpon, gak memperhatikan Kaka dan Wisnu lagi.


Yang gw notice adalah tiba-tiba Kaka sudah berjalan meninggalkan ruangan kami. Gw spontan teriak " Kaka...lho? Kok udahan ? Aku, Mas Sony sama Dono kan belon lho..." celingak-celinguk ke Sony dan Dono mencari kepastian.


Kaka berbalik sambil tersenyum manis namun getir " Kan mbak lagi nelpon gitu lho..."
Kontan gw ngomong sama gagang telpon orang yang menelpon gw " nanti telpon lagi ya, Pak...MCU saya mau diperiksa Bu Kaka "


Gw menutup telpon, tapi Kaka tetap meninggalkan ruangan kami. gw memanggil-manggil kaka, tapi Kaka menggeleng sambil tersenyum dan terus berjalan keluar.


Gw, Sony dan Dono yang sedari tadi menunggu giliran jadi terbengong-bengong kenapa Kaka gak jadi menginterview kami. Entah apa yang sudah kami perbuat sehingga Kaka menolak melanjutkan interview kami di ruangan itu. Maka kami sibuk berceloteh di kursi masing-masing


Gw : " Lho ? Kaka kok gak jadi interview kita sih, Son, Don ? Takut apa kenapa ya? Padahal kita ini kan secara mental tidak dinyatakan sakit lho..." sambil bolak-balik baca ulang hasil MCU gw.


Dan gw menemukan fakta bahwa tidak ada ditemukan bukti di hasil MCU tersebut yang menyatakan kami SEHAT secara mental.


Tapiiiii...positivenya, tidak ditemukan pula ada statemen yang menyudutkan kami bahwa kami memang mungkin mengalami sedikit gangguan sehingga membuat Kaka takut melanjutkan interview dengan kami.


Sony, yang saat ini juga sebagai salah satu konsultan dan dosen suatu perguruan tinggi di Depok langsung ngoceh-ngoceh dengan logat arek Suroboyonya yang khas " Ngawur iki! Aku sedari tadi berenti kerja, nungguin dia, ditungguin eh dia nya malah gak interview aku. Coba hitung banyak waktu produktif ku terbuang sia-sia nungguin dia tapi gak ada hasil..."


Sementara Dono meratap menggumam sedih di depan PC " Tika...Tika kenapa kamu gak jadi datang sih, Tika..."


Mendadak ruangan sempat hening sebelum akhirnya berubah jadi riuh nyorakin Dono. Ini mengingatkan gw akan suasana zaman SMP-SMA yang ribut kayak pasar karena gak ada guru di kelas.


Yang pengen gw garisbawahi bahwa mereka ini adalah teman-teman gw di dunia nyata yang gw hadapi dari Senin sampe Jum'at, 9 to 5. Dan mereka adalah orang-orang dengan keinginan yang sederhana.


Hampir semua (kecuali Wisnu tentunya) jarang ngopi di Starbuck (atau gak pernah mungkin), malah gak pernah menginjakkan kaki di Plaza Indonesia, gak tau ergo, gak kenal Quinny Buzz (binatang apa tuh pasti pikir mereka). Bukan orang famous, nyaris jika ketik namanya di google pun gak muncul kecuali account fesbuk mereka yang sedikit agak gaul. Namun rasanya nyaman, tentram ketawa bersama mereka.

Boro-boro cari tiket promo airline buat liburan karena nyari tiket pulang ke kampung pas lebaran sudah cukup buat mereka.


Cengar-cengir berbondong-bondong nyebrang ke ruangan sebelah hanya bermodal selembar tissue dan ngabisin mindahin stock cemilan kacang milik salah satu penghuni ruangan sebelah ke toples di meja mereka. *yes, They did it*


Nanggepin setiap kali di antara kami ada yang curhat ngomel dengan celetukan konyol dan ngetawain bareng-bareng, sibuk ajak makan enak (padahal semahal-mahalnya cuma duapuluh ribu saja) di tanggal 26, dan mulai makan gado-gado lontong seharga 5ribuan mulai tanggal 5-an.

Ngerjain kerjaan dengan profesional, ngarepin kenaikan gaji awal tahun, harap-harap cemas persentase bonus tahun ini. Pulang ke rumah bertemu anak dan istri. Dan melanjutkan pekerjaan yang tersisa keesokan harinya. Sungguh hanya sesedehana itu. No intrik, no sindiran, no sikut-sikutan. 


Gw gak percaya, bahwa suatu hari yaitu hari ini gw akhirnya mengeluarkan kalimat seperti ini " gw bersyukur memiliki mereka yang ternyata setiap harinya ada aja kejadian di ruangan kami yang bikin gw tersenyum ato ketawa terpingkal-pingkal...Bersyukur Allah memilihkan mereka yang menjadi teman-teman nyata gw, bukan sebaliknya "


Gw akhirnya mengerti satu hal. Kadang hal sekecil ini, luput dari rasa syukur, karena gw gak menyadarinya. Padahal mereka ini selalu bisa membuat gw tersenyum kembali di saat apapun dengan kepolosan dan kesederhanaannya.


So, teman-teman, sebelum melirik rumput tetangga, sudahkah kita menyadari dan bersyukur atas rumput yang ada di halaman kita sendiri ?


Maaf, tapi saya mau kembali bercengkrama dengan teman-teman nyata saya di ruangan ini dulu yaaa...kthxbai #ok thanks good bye 

18 comments:

  1. Ndah suka banget ma postingan inih *gue banget* sama dikantor juga paling cuantik *ehm ehm, cewek sendiri malah 1 pabrik* banyak gaul sama cowo suka kikuk ngobrol ma ibuk2 keren hihi. salam dong buat wisnu *muka genit*

    ReplyDelete
  2. Ah, kok mirip situasi di kantorku sih. Apalagi yang saling ngeceng-in sama ambil cemilan pakai tissue itu. Toss sesama org pabrik hehehe. Tapi bagus tuh ditempat mom, staff EHS sampai mendatangi satu2 utk memfollow up hasil MCU. Kalau di kantor saya, kesdaran sendiri bawa hasilnya dikosultasikan ke dokter perusahaan. Btw, kalau MCU dimana nih? Dulu kita di Mitra Keluarga Bekasi, tp 2 tahun ini di RS Bella. Kata beberapa temen : pengiritan dan penurunan! hahaha. Ah kalau saya tetep bersyukur lah dpt MCU gratis tiap tahun :-)

    ReplyDelete
  3. bener bgt In..gw br aktif lg di dunia maya stahun blkangan ini, daaaannn banyak bgt perubahan yg terjadi aplg urusan buibu..gw yg br punya anak 3 berasa jadi br punya anak 1, ky ga' tau apa2 gt :D ..bg gw, dunia maya itu, Lo bisa kemana aja, Lo bisa dapetin apa yg Lo pengen tahu, gw ibu rumah tangga tanpa art, yg klo pergi hanya dgn suami n anak2 di akhir minggu :D kopdar ato reuni itu jauh bgt *pdhal sebenarnya gw butuh bgt buat haha hihi ma temen2 gw* cuma apa daya :D so dgn dunia maya ini gw bisa kmana aja..cm pepatah"too much information will kill you" so true bgt :D dan pada akhirnya kita jg yg harus mengendalikan informasi yg ada..*jd curcol gw* serta meningkatkan apa yang namanya sabar dan syukur..kunci seorang muslim mmg se'sederhana'itu *pelukeratIndah*

    ReplyDelete
  4. @ Mak Uen,
    Eeeh baru tau kalo loe kerja di pabs juga? Tosss ah. Enaknya kerja di pabs dengan rekan kerja pria ya gitu deh...iriiiit dan sepi gosip. Nyehehehe

    ReplyDelete
  5. @ BunDit,
    Serius, Bun ada juga di pabrik BunDit yang ngambil cemilan pake tissue itu? Huahaha...berarti itu emang kebiasaan kita orang pabrik kali ya.

    Naah, masalahnya kami gak punya dokter perusahaan. Kayaknya kalo disuruh dateng ke HRD, pasti kami semua pada sok sibuk. Sementara kalo pas diaudit, HRD udah kena CAR karena gak menfollow-up hasil MCU. Makanya EHS nya bela-belain jemput bola.

    Biasanya kami MCU di salah satu RS di Cikarang sini, Bun...

    ReplyDelete
  6. Komen lagi ah hehehe *hiburan lagi puyeng*.

    Lha salah satu pelaku yang ngambil cemilan itu saya je hahaha. kadang kalau gak ada tissue pakai kertas HVS ...hiyyaaa... :D

    ReplyDelete
  7. @ BunDit,
    Berarti kita sama dong, Bun. *malu-malu jadi ngaku*.
    Aku juga salah satu tersangka ngambil paling banyak pulak...sampe disindir " Indah bodi citicar, muatan kontener.."

    ReplyDelete
  8. @ Umnad,
    Untuk ngobrol hahahihi sebenarnya gak perlu kopdar juga kok.

    Pengalaman gw nih yaaa, kadang temen yang rame,seru,asyik cihuy di dunia maya belon tentu pas ketemuan orangnya kayak gitu. Aselik deh...kadang justru pendiam, malu, sungkan, minder dan macem-macem sih.

    Contohnya ya gw ini...aselinya pemalu kok...*oh yeaaah siyapsiyap ditimpuk sama yang pernah ketemu aslinya gw*.

    Tapi gw belum pernah nemu yang pemalu di dunia maya, aslinya nyerocos mulu...huahaha..

    Eniwei, apapun bentuk social life kita anggap aja itu buat dinamika kehidupan kita di luar keluarga

    ReplyDelete
  9. wah kalo kita ketemuan gimana ya mbak? aku banyak diemnya nih :)

    ReplyDelete
  10. Aku suka cerita ini, mbak! Jd inget, jaman SMA 3 thn temenku cowok semua. Dgn alasan? Bergaul sama cowok lbh simpel, lbh lucu. Dan akupun bs jd cantik sendiri, hahaha... #apasih

    Anyway, sekarang pun, pergaulan di dunia nyata dan maya-ku, relatif bebas sikut2an, sirik2an, gak terlalu kompetitif (akunya sih merasa begitu). HOw come? Soalnya rekanku sesama guru, udah tuwir2 semua (older than my parents). Dan diluar ruang guru pun aku gaulnya ya sama murid2. Relatif ga punya teman gaul yg seusia lah.

    Mau berkompetisi apa coba, sama orang seusia ortU-ku? Levelku jauh dibawah mereka (topik obrolannya beda, semua2nya beda). Berkompetisi sama murid2ku? Ah levelku diatas mereka, hehehe...

    #curcolmaniiiing #maap

    ReplyDelete
  11. @ Mbak Lidya,
    Tenang Mbak, kalo kita ketemuan, kita mungkin gakkan banyak bicara, karena kita akan sibuk ngunyah mulu secara aku sebenarnya sangat doyan makan * ngaku* heu heu heu...

    @ Tyke,
    Iiiih...sama banget! Dulu aku emang orangnya kaku. Tapi begitu aku kuliah di Engineering yang temenku cowok semua, aku jadi berubah. Dan aku kebiasaan becandanya gak pake sensi sama temen-temen cowok.
    Makanya sekarang agak susah switch bergawol dengan emak-emak lagi. Musti belajar lagi nih...

    Eh asyiik nambah lagi temenku yang berprofesi sebagai guru. Seneng deh...

    ReplyDelete
  12. Gue biasa aja sih ndah,

    di dunia nyata gue sangat bersyukur punya teman-teman yang selalu bikin gue merasa banyak orang yang peduli dan care ama gue.

    di dunia maya, ya well, gue awalnya ansos, inget kan dulu gue bilang "duh, temen gue kalian aja deh udah cukup, info jg lengkap, ga perlu nambah" but lately tyt ga bisa ansos soalnya : i'm a social person, hehe.. bbrp org di dunia maya yang gue ktm agak lebay gonjang ganjing memang.. ampyuunn Dijeh bikin males!! Tapi ya waktu gue liat temen-temen dunia maya gue dan skrg jadi temen dunia nyata : elo, dhita, meryl, icus, aini, baby, firah, nuke, yudith. Gue bersyukur juga ko punya pergaulan di dunia maya. Gue jadi punya banyak ilmu yang berguna. More over, gue jd punya temen yang 'nyambung' nya cepet walau ga byk ktm, atau ga byk ngomong, karena lewat social network scr ga langsung kita jadi makin tau karakter masing2.

    Again, menurut gue tgt kitanya mau gaul dimana aja. Seberapa kuat 'filter' yg kita punya untuk menyaring yang buruk dan membuangnya jauh! dan jgn membiarkannya mendekat.

    Sekian, ini comment apa posting yak.. maap..

    ReplyDelete
  13. @ Iti,
    Yaaah..gw juga bersyukur bahwa temen genk racun punya kelebay-an yang sama.*nyehehe* dan ngerti banget kelabilan gw saat ini. Loe tau kan sebenarnya gw tuh pemalu, kaku, gak banyak omong kalo kita kopdar. *huahaha...langsung geledek gede-gedeaaan*.
    Punya Happy Mommies yang so sweet dan sekarang punya temen baru di club-you-know-what hihihihi...(loe tau kan gw pengennya jadi putri topeng).

    Dan ofkors, it's fun curhat dengan kalian semua soal emak-emak. Mengingat temen dunia nyata gw kan rata-rata lekor (laki orang) semua. Gak mungkin juga kali gw ujug-ujug curhat ke mereka " eh, gw kok belon dapet-dapet ye. jangan2 gw hamdun nih??" Ato " loe tau beli bra menyusui murah dimane sih?" . Huahahaha...Tetep temen emak-emak di dunia maya gw is the best soal beginian!

    Maksud gw posting cerita ini, biar balance aja. Gw kebanyakan cerita soal kopdar sana, sini denga teman dunia maya. Tapi sebenarnya gw juga punya temen nyata yang ternyata bisa menarik juga lho untuk diceritain di blog. *yeee...dodolnya sama kayak gw*

    ReplyDelete
  14. Oooh yaudah, temen dunia maya check, dunia nyata check. biar tambah balance posting temen dunia lain.
    Oh wait.. udah pernah deng dulu yah.. mwahahahahaha XD

    ReplyDelete
  15. sepakat deh, hehe, salut ama teman-teman lo bu, katanya gini:

    "Kalau kita merasa cukup dengan apa yang ada, niscaya kita menjadi orang yang bebas.....=)"
    Salam buat mereka semua ya lho ???

    ReplyDelete
  16. @ Iti,
    Gw gak mau bongkar dong pertemanan dunia lain dengan yang ehm..ketawa kuntilanak tadi. *lirik icus*

    @ Ires,
    Waaah...loe kadang kalo berkata-kata suka dalem, Res. Kadang otak gw lama loadingnya. Suka gak nyampe...nyehehehe...
    yang single si Dono sama Wishnu. Mau salamin yang mane?

    ReplyDelete
  17. Hihihi...pengen toss bareng ah soal ngambil cemilan pake tissue ato kertas HVS itu. Samaaaa... di tempat saya juga gituh, mbak, dan tentu aja dong saya adalah salah satu pelaku tukang nyolong cemilan itu, hehe...

    Walopun bkn kerja di pabrik, tp temen kerja saya juga mayoritas suami orang, mbak.. Baru bbrp bln belakangan ini aja saya punya temen seruangan cewek dan saya jg rasakan asik2 aja kok temenan sama kaum Adam dan ternyata saya bs juga sharing ttg anak ke mereka dan ternyata temen2 kantor saya banyak jg yg baca blog saya, xixixi...

    Klo mrt saya, baik dunia maya atopun dunia nyata, sbnrnya hampir sama2 aja krn yg kita hadapin jg adalah sama2 manusia yg bs punya hati putih, hitam, ato bahkan abu-abu :D

    ReplyDelete
  18. @ Mbak Allisa,
    Hihihi..Teman-teman seruangan aku gak ada kayaknya yang baca blog aku, soalnya mereka sibuk buka jobstreet.com, karir.com.

    Bener banget dimana pun pertemanannya, sama-sama berhadapan dengan manusia. Walopun kepala sama hitam *eh ada yang pirang juga sih*, tapi hati susah diduga. :D

    ReplyDelete