11.15.2010

Hellow Djogja, Finally We Meet Again

Huaaa...kangen pengen nulis blog yang gak sempet-sempet dari kemarin. Masih inget dengan planning gw di sini ? Mulai dari awal Oktober 2010 kemarin udah rame gonjang-ganjing mengenai issue aktivitas gunung Merapi di Yogya. Kami sempet ragu sik antara mau teruuus apa gak jadi ajah?

Apalagi tanggal 26 Oktober 2010 kemarin Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan memakan korban termasuk di antaranya Alm Mbah Maridjan, sempet makin bingung secara gw kan berangkatnya tanggal 30 Oktober.

Wahduh...langsung hampir tiap saat gw BBM-an sama Arie Marzuli ngerepotin dese minta tolong tanyain tante nya yang tinggal di Yogya. Belon lagi gw nanya-nanya sama Dinda, temen weddingku gw yang juga tinggal di Bantul, Yogya. Waktu itu semua meyakinkan kalo kondisi Yogya aman terkendali kok...
Malahan temen Hani yang tinggal di daerah Condong Catur juga bilang baik-baik saja...

DAY 1

Akhirnya dengan Bismillah, kami pun yakin berangkat ke Yogya tanggal 30 oktober 2010. Kami berangkat ke Bandara jam 4.30 pagi secara pesawat kami dijadwal ulang berangkat jam 7 pagi. Ganesh kami gotong ke Bandara dalam keadaan masih bobok. Sempet ragu lagi sik, setelah menonton berita di TV dan di Time line twitter pada rame menyebutkan Gunung Merapi mengeluarkan hujan abu vulkanik. Gak tanggung-tanggung kali ini hujan abu nya menutupi sampe ke Malioboro dan daerah Tugu. Wahdoooh...kumaha iyeu'?

Di bandara ternyata masih banyak orang yang nekad mau ke Yogya seperti kami. Saat kami boarding dan duduk di pesawat Mandala yang akan membawa kami ke Yogya, tiba-tiba ada pengumuman dari awak pesawat bahwa kami harus menunda penerbangan dikarenakan syahbandar bandara Adi Sucipto menutup bandara sementara.

Gak hanya kami yang udah naik pesawat eh disuruh turun lagi dan kembali ke ruang tunggu. Para penumpang Air Asia juga mengalami hal yang sama. Sempet kepikiran mau pulang saja...sementara Hani masih BBM-an sama temennya nanyain kondisi di Yogya saat itu. Ganesh masih lincah aja lari-lari di ruang tunggu dengan balutan piyama Gap nya sambil mimik UHT dan disuapin sarapan pagi sama Mommy nya yang bentar-bentar memantau berita di TV, internet dan twitter.

Akhirnya sekitar jam 8 lewat, keluar juga pengumuman dari pihak Bandara yang menyatakan Bandara Adi Sucipto dibuka kembali. Waktu itu gw mikirnya so simple, kalo memang kondisi nya bener-bener genting, gak mungkin Syahbandar membuka kembali operasional di Bandara Adi Sucipto setelah sempet ditutup toh? *mungkin gw naif*

Bismillah, kami pun memutuskan untuk kembali naik pesawat setelah sebelumnya Air Asia terbang lebih dulu. Penumpang masih tetap rame seperti tidak ada kejadian apa-apa. Tapi memang Bapak tua yang tadi duduk sederetan kursi kami saat kami naik pertama tadi tidak kembali ke pesawat. Mungkin dia membatalkan penerbangan.

Saat pesawat sudah mendekati Bandara Adi Sucipto, pesawat kami memutari Gunung Merapi yang tidak lagi mengeluarkan awan hitam. Awak pesawat sempat mengumumkan " Di sebelah kanan kita adalah Gunung Merapi yang tadi pagi baru saja mengeluarkan hujan abu vulkanik bla bla bla....". Spontan semua penumpang langsung melihat ke kanan.

Subhanallah, gw dan Ganesh bisa melihat pemandangan Gunung Merapi dari jendela kami dan baguuuus banget. Gak ada tanda-tanda kegarangan seperti yang dia tunjukkan beberapa jam yang lalu.

Kami tiba di Bandara Adi Sucipto sekitar pukul 10.30 pagi. keliatan tidak ada lagi debu tebal di bandara. Sepertinya sudah dibersihkan. Tapi kami tetap memakai masker. Sebelumnya waktu di Bandara sempet ada yang sibuk nyari masker karena ada issue di Yogya kehabisan masker.
Sebelum brangkat ke Yogya, tadinya gw pengen book hotel di Inna Garuda saja secara lebih deket sama Malioboro. Tapi gw teracuni oleh Arie Marzuli dan Nana Ulie yang pulang liburan di Yogya dan menghabiskan waktu di Santika Premiere Jogja yang terletak di Jalan Sudirman.
foto dari Hotel Santika Yogya
Rekomendasi dari dua temen gw ini " Hotelnya kids friendly banget, Ndah...".
Ya eyalah secara rate-nya juga lebih mehong dari Inna Garuda, Malioboro. *nyengir miris*. Gw book di travel dan dapet rate yang lumayan untuk deluxe room.

Tapi untunglah akhirnya gw memilih stay di Santika ini waktu liburan kemarin. Karena daerah Malioboro tertutup abu tebal dan ditutup saat kami tiba. Sementara dari Bandara menuju ke lokasi hotel tampak sudah tidak terlalu banyak debu yang tersisa walopun tetep aja masih keliatan sisa debunya. Begitu kami tiba di Santika juga udah gak begitu banyak debu. Para satpam dan gardener sedang sibuk menyirami halaman dari debu-debu vulkanik. Begitu nyampe lobi hotel, receptionist nya langsung membagikan masker. Sementara pool sementara ditutup untuk dibersihkan.    

Karena tadi kami berangkat dari rumah Subuh, gw, Hani dan Ganesh pun merasa lelah. Apalagi Ganesh malah belon mandi. Makanya begitu dapet kamar, kami mutusin untuk langsung istirahat aja duluk sambil ngeliat perkembangan selanjutnya.

Hani cari makan siang buat kami bertiga, sementara gw mandiin Ganesh di bath tube. Aaah kena air badan rasanya enaaak banget. Selesai bersih-bersihin badan dan makan siang, kami bertiga tepar di tempat tidur yang empuk dengan perut kenyang. Heu heu heu...

Ternyata saat kami bobo melepaskan penat, hujan mengguyur kota Yogya. Horray...jadi bekas abunya pun semakin berkurang. Bangun tidur, gw mengintip keluar jendela. Dan gw melihat aktivitas sudah kembali normal di depan hotel dan sekitarnya.
Seketika gw mendadak melapaar lagi...gw jadi kepengen wisata kulineer....Liburan dimulaaaai...jreng, jreng....Hellow, vacation...come to mama!

Dan kami sepakat akan mulai wisata kuliner di Bebek Cak Koting sore itu. Bebek Cak Koting ini rekomendasi temen kantor gw, Ucup yang pernah kuliah di Yogya. Berhubung masih gak pede dengan per-debu-an ini, kami mutusin untuk naik taxi saja daripada naik becak. Dan taxi rekanan yang mangkal di Hotel Santika sore itu adalah taxi avanza JAS.

Dan ternyata Bebek Cak koting ini sepertinya termasuk tempat kuliner yang udah ngetop di kalangan tetamu Santika. Belakangan gw melihat di papan tarif becak di pos satpam yang diorganizir Hotel Santika, salah satunya terdapat tarif becak dari Santika - Bebek Cak Koting di Jl. Dr.Supomo depan bioskop Mataram itu Rp 20,000. Ada juga tarif dari Santika ke Malioboro, Santika ke Gudeg Yu Djum Wijilan dkk. Berhubung sore itu kami naik taxi, dan menurut supir taxi jaraknya juga sangat dekat, maka diambil tarif terdekat taxi JAS yaitu Rp 15,000 saja.

Perjalanan sekitar 5-10 menit udah bikin kami tiba di Bebek Cak Koting. Di sini kita bisa milih mau duduk yang di dalam ruangan (toko), duduk di tenda dan atau duduk di lesehan di pinggiran toko. Gw memilih duduk di lesehan aja karena Ganesh gak bisa diem kalo duduk di kursi. *dan gak ada high-chair pan di Bebek Cak koting hihihi*. Bebeknya sebenarnya hampir sama dengan Bebek Pak Slamet. Hanya yang beda sambelnya aja. Kalo ada yang nanya enak apa gak, well menurut gw sik enak ya *PS : apa sih yang gak enak di loe,Ndah?? huahaha*

Tapi kami gak berlama-lama makan di sini karena 3 alasan:
1. Ganesh yang juga makan bebek goreng sore itu (tanpa sambel yang dahsyat itu tentunya) gak bisa diem,
2. Pengunjung udah mulai ramai walopun hujan kembali membasahi Yogya *horray...debu pun semakin ilaaang*
3. Ada sms dari temen Hani yang mengajak ketemuan. Dan dia mau jemput kami di hotel dan ngajak jalan-jalan selepas Maghrib. Yayy!!

Kami pun kembali ke Hotel Santika dengan naik taxi. Dan ternyata sebenarnya argonya cuma 10rb aja lho. Tapi Hani bayar lebih aja karena kebetulan yang nyetir udah tua. Ya gak apa-apalah namanya juga vacation. Toh masih maksud budget pengluaran kami. *yeah it's so damn right..liburan pun gw masih budgetin berapa expense buat makan, hotel, transport, shopping, oleh-oleh!!!*

Sehabis shalat Maghrib, kami pun bersiap-siap untuk dijemput temen Hani di lobi. Dese datang sendirian, gak bareng anak-anaknya dan suaminya yang kerja over seas. Ya sudahlah gak apa-apa. Dia nawarin ngopi-ngopi di House Of Raminten, di kotabaru sebelah Mirota Bakery. House of Raminten ini sebuah cafe yang gw pikir lagi nge-hips di kalangan muda Djogja kali ya. Kebetulan pemiliknya adalah juga pemilik Batik Mirota yang udah duluan tersohor itu. 

Emang sik malem itu adalah malam minggu...tapi gw pikir dengan adanya debu vulkanik dini hari tadi, terus hujan rintik-rintik pula bikin orang cenderung stay at home. Tapi ternyata gw totally wrong! Kedua alasan tersebut ternyata tidak menyurutkan niat para pemuda-pemudi Djogja untuk bermalam minggu. Nyampe di House Of Raminten, gw mendapati sederetan kursi persis kayak orang duduk kondangan di tenda gitu lho. Ternyata mereka sedang masuk waiting list untuk duduk di area panggung pendopo yang di atas situ.

Berhubung kami bukanlah para abegeh lagi, maka kami bersedia ditempatkan dimana saja. Huahaha..dan kami ditempatkan di lesehan dekat teras rumah dengan pemandangan andong-andong kuno. Para mbak-mbak yang melayani kami mengenakan busana daerah Jawa. Gw gak begitu suka sik, soalnya bau dupanya menyengat banget di sini.

So, gw memberikan Hani kesempatan untuk ngobrol kangen-kangenan sama temennya yang dulu adalah temen sekantornya, sementara gw fokus jagain Ganesh. Gw memesan sekuteng (yang gw pikir bakalan sama kayak sekuteng di Jakarta yang ada pacar cina, delima, susu, kacang, roti dkk which is not), yang gw dapet segelas minuman jahe dengan ampas seperti jamu. Well, gw rasa gw salah pesan tampaknya. Hihihi...Hani pesen bakso dan *gw lupa minumannya*, sementara temennya Hani pesen roti bakar dengan sekuteng yang dia juga ternyata mikir sama kayak gw. Total yang dibayar temen Hani gak lebih dari 50ribu saja.
 
Gw gak tau sik apa yang bikin rame di House Of Raminten ini, mungkin suasana nya kali ya. Jawani banget, but again, me no likey bau dupanya! Dan harganya yang terjangkau. Kalo soal rasa sik, biasa aja kalo menurut lidah gw; gak yang mak nyuuss gimana gitu. *kebayang kan, gw aja bilang biasa aja*
 
Abis ngobrol-ngobrol dan menghabiskan hidangan murah meriah kenyang itu *yaah gw juga menghabiskan segelas sekuteng kayak jamu tadi karena gak enak udah ditraktir,bok* , kami pun diajak berkeliling kota Djogja di waktu malam. Aktivitas masyarakat udah kembali normal, yeaaa...thanks to the rain!

Sekitar jam setengah 9 malam, temennya Hani mengantarkan kami kembali ke hotel. Dia nawarin mo mengantarkan kami berkeliling keesokan harinya. Hanya saja gw udah rental mobil untuk mengantarkan kami ke Prambanan, Candi Boko dan keliling Djogja. Makasih ya, Mbak...malem ini aja kami udah senang ditraktir dan diajak jalan-jalan.

 Sampe kamar kami yang nyaman, Ganesh gak pake lama, langsung bobok. Mungkin dese kecapekan. Alhamdulillah Ganesh termasuk gampang beradaptasi dengan kamar yang baru. Hmm...Gak sabar untuk memulai liburan hari kedua...

7 comments:

  1. Oalah... baru balik dari Jogja to? Pantesan sekian lama gak ada cerita baru di sini, hehe....

    Jogja skrg udah aman ya mbak? Kmrn keluarga teman2 ku di sini yang tinggalnya di Jogja sempat ngungsi dan baru kembali awal Nopember, jadi sebenarnya mbak Indah nih lumayan nekad juga...xixixixi....tapi syukur semua aman terkendali ya mbak, malah keknya seru banget nih liburannya :D

    ReplyDelete
  2. Wah..saya yang org Jogja aja malah belum pernah ke Cak Koting. Hehehe soale ngetopnya setelah saya merantau ke jakarta, pas pulang ke jogja gak sempet ke sana. Apalagi house of raminten...hehehe. Tapi kalau baca cerita nya tahu lah dimana tempatnya. Ganesh ok juga ya diajak liburan, sering liburan ya Ganesh. Ditunggu hari ke-2 nya :-)

    ReplyDelete
  3. @ Mbak Allisa,
    Qiqiqi...kalo melihat berita-berita di TV apalagi TV yang konon super lebay itu sik sebenernya takut ya. Tapi karena menurut Tante temenku yang tinggal di Djogja, terus menurut temenku yang tinggal di Zona 3 situasi Djogja saat ini aman terkendali kok. Makanya aku berani. Pas aku liburan di sana, aktivitas masyarakat di sana bener-bener gak terpengaruh dengan aktivitas gunung merapi. Nah pas sekembalinya aku dari liburan, barulah rame pada ngungsi, Mbak. Syukur ya,Mbak kami masih diberkahi liburannya. heu heu heu...

    @ BunDit,
    Ntar kalo mudik ke sana, cobain bebek cak koting,Bun. Secara aku suka bebek soale...*hadooh jadi inget kolesterol*

    ReplyDelete
  4. @ Mbak Allisa,
    Qiqiqi...kalo melihat berita-berita di TV apalagi TV yang konon super lebay itu sik sebenernya takut ya. Tapi karena menurut Tante temenku yang tinggal di Djogja, terus menurut temenku yang tinggal di Zona 3 situasi Djogja saat itu aman terkendali kok. Makanya aku berani. Pas aku liburan di sana, aktivitas masyarakat di sana bener-bener gak terpengaruh dengan aktivitas gunung merapi. Nah pas sekembalinya aku dari liburan, barulah rame pada ngungsi, Mbak. Syukur ya,Mbak kami masih diberkahi liburannya. heu heu heu...

    @ BunDit,
    Ntar kalo mudik ke sana, cobain bebek cak koting,Bun. Secara aku suka bebek soale...*hadooh jadi inget kolesterol*

    ReplyDelete
  5. Asyiknya yg habis jalan2,fresh lagi dong skr kembali memasuki kehidupan nyata hehehe lebay bgy ya aku

    ReplyDelete
  6. wah.. mbak indah n ganesh dah pulang dr jogja yak? sayang yak , gak ketemu kita.. waktu itu s4 keinget trs mikir "ganesh itu jadi ke jogja gak ya?..trs g blog walking, jd cuman mikir aja...
    ..
    pulang dr jogja tgl brp mbak?
    iya, yang erupsi pertama tgl 26 okt, kami masih nyantai2, walau saudara2 diluar jogja dah telpon2nin kita, waktu itu mmg jakal bagian barat yang hujan abunya lumayan, yang jalan kaliurang ke timur dikit, setelah erupsi yang jumat, tgl 5 nov itu langsung mutusin ngungsi..kami jg masuk radius 20 km dr puncak... entahlah aku yang terlalu panikan ato gmn, setelah tahu cerita letusan merapi waktu jaman mataram kuno itu... dan denger bunyi jedar jeder merapi jd lmyn panik hehe.. yg jd pertimbangan utama Affan kasihan kl dirumah byk abu vulkanik, Alhamdulillah, sekarang dah balik lagi.. dah anteng merapinya Moga merapi cepet anteng beneran hehe..jadi komen panjang nih... Kapan liburan ke jogja lagi nih..kontak kontak yak.. :-)

    ReplyDelete
  7. @ Mbak Lidya,
    Iya sekarang lebih fresh. Err..boong deh, aku malah ketagihan liburan. *hiuuf kerja cari duit dulu aah*

    @ Omietha,
    Oh iya yang tanggal 5 Nove sepulangnya kami itu, temen ku juga pada ngungsi kok. Serem banget katanya. tapi Alhamdulillah kalo semua baik-baik saja. Ntar kalo Ganesh punya rezeki liburan ke Yogya, kita kopdar yaa

    ReplyDelete