2.05.2010

Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Setiap membaca kembali Renungan Hati yang dikirimkan via email mengenai Ayah ( Lebih jelasnya bisa dibaca sendiri di postingan Ibu Haidar ), pipi gw langsung banjir dengan air mata. Terharu, menyesal, sedih, semua berkecamuk dalam hati gw. Ada satu cerita yang baru bisa gw bagi saat ini.


Sejujurnya, gw adalah anak bontot dan beda usia gw dengan kakak tepat di atas gw adalah 10 tahun. Karena kakak-kakak gw dulu bersekolah di Jakarta dan di Yogya, dan gw menghabiskan masa kecil gw di Pangkalpinang bersama bokap yang bekerja di Pulau Bangka, tentunya gw lah yang paling sering diajak menemani bokap kemana-mana waktu itu.


Apalagi ditambah embel-embel " anak perempuan lebih dekat dengan bapaknya", yup itulah yang melekat pada diri gw dan bokap. Tambahan lagi, gw sangat mirip bokap gw.


Saat gw tumbuh remaja, bokap gw mempunyai cucu pertama perempuan dari kakak gw. Sedari dulu emang kakak perempuan gw yang pertama ini kelihatannya paling disayang sama bokap, dan apalagi kakak gw ini juga mengklaim dirinya emang anak kesayangan bokap gw.


Sejak pensiun, bokap pindah ke Jakarta dan berkumpul dengan kakak gw dan cucu perempuannya ini, gw merasa gw bukan lagi "Daddy's little girl" seperti masa kecil gw. Prasangka jelek gw adalah bahwa Atok (demikian panggilan bokap sejak memiliki cucu) hanya mementingkan kakak pertama gw dan anak-anaknya. malah bisa dibilang jarang mikirin gw. Terlebih lagi saat gw dewasa dan bekerja


Saat orang lain kasak-kusuk mempertanyakan kapan gw menikah, Atok Ganesh gak pernah mempermasalahkan dan tetap mendukung gw untuk terus berkarir, walopun kondisi fisiknya kian tua. Maklum Atok Ganesh sudah terkena serangan stroke ringan dua kali.


Hingga waktu gw menjalin hubungan dengan Hani, Atok Ganesh memanggil gw ke ruang tamu rumah kami untuk berbicara berdua saja dengan gw.
Sungguh saat itu adalah hal yang sangat jarang gw alamin sejak gw mulai bekerja. Gw merasa komunikasi gw dan Atok Ganesh semakin jauh , diperburuk prasangka buruk Atok Ganesh hanya sibuk mengurusi persoalan yang dihadapi kakak perempuan gw dan gak pernah memikirkan tentang gw.


Cukup mengagetkan gw, karena untuk pertama kalinya Atok Ganesh meminta gw untuk segera menikah. Apalagi dari mantan-mantan pacar gw, Atok Ganesh mengaku paling sreg dengan Hani, yang kemudian menjadi menantunya.
Alasannya? No, No, Bukan karena takut diomongin orang, bukan ingin segera menyerahkan tanggung jawab kepada suami gw, tapi lebih karena saat itu Atok Ganesh khawatir umurnya bakalan tidak lama lagi, dia ingin meninggalkan dunia ini lebih tenang jika dia sudah menikahkan gw dan memastikan gw dilindungi dan dibimbing oleh pria yang dia yakin bisa melakukan itu.


Ujar Atok saat itu ke gw " Kapanpun aku dipanggil Yang Maha Kuasa, Insya Allah aku sudah siap jika aku sudah menunaikan kewajibanku untuk menikahkan putriku yang terakhir..."


 Akhirnya 23 Desember 2007 jam 11 siang, Alhamdulillah keinginan Atok Ganesh dipenuhi oleah Yang Maha Kuasa. Gw menangis saat dibimbing oleh penghulu KUA Menteng untuk meminta izin ke Atok Ganesh untuk menikahkan gw dengan pria pilihan gw.



Maret 2008, Atok Ganesh kembali terserang stroke untuk ketiga kalinya. Atok Ganesh memang menolak dirawat di RS, hanya saja Atok Ganesh mengalami kesulitan menggerakkan kakinya untuk berjalan normal. Terus apakah Atok Ganesh mengurangi aktivitas dengan kesulitannya? Gak sama sekali. Atok Ganesh tetep suka menanam tanaman (kebetulan rumah nyokap gw menanam TOGA alias Tanaman Obat keluarga). Dengan langkah setengah menyeret, Atok Ganesh sering pergi ke pasar yang gak jauh dari rumah untuk membeli pot dan cat rumah karena beliau suka sekali membongkar tanaman dan mengecat apa saja yang bisa dicat. Sepertinya Atok Ganesh butuh kegiatan daripada hanya duduk baca koran, nonton TV di rumah.


Oktober 2008, gw baru hamil jalan 4 bulan saat Jum'at pagi itu Nenek Ganesh telpon meminta gw mampir ke rumah Sabtu. Katanya Atok Ganesh kangen sama anak bungsunya. Gw pikir ada-ada aja! Masa iya sih??
Sabtu itu gw pun menuruti keinginan nyokap untuk pulang ke rumah nyokap bersama Hani. Atok menanyakan apakah gw menginap di sana malam itu, tapi gw yang gak punya firasat apa-apa,menolak dan menjawab kalo gw gak menginap.


Padahal dari pengakuan nyokap gw beberapa bulan setelahnya, Sabtu pagi itu Atok mengganti sendiri seprai tempat tidur yang biasa gw dan Hani tempati jika menginap. Katanya kasian kalo gw lagi hamil bobok di sana seprainya kotor. Hiks hiks hiks...gw jadi menyesal setengah mati saat diceritain begitu.


Saat gw pamitan mau pulang, gw sempat ngeliat Atok Ganesh sedang asyik menonton TV bareng cucu-cucunya. gak mau ganggu keasyikannya, Gw hanya berpesan untuk menjaga kesehatan,dan gak seperti biasanya Atok Ganesh hanya mengangguk tanpa menoleh ke gw. Dia hanya melambaikan tangan tanpa sedikitpun melirik ke gw.
Dan ini yang bikin gw lebih menyesal hingga hari ini, karena terburu-buru mau pulang, gw lupa cium tangannya saat pamitan seperti biasanya. hiks hiks hiks...


Minggu paginya, gw dibangunkan oleh suara telepon dari kakak gw yang sambil terisak-isak bilang " Atok sudah tidak sadarkan diri". Gw dengan tubuh gemetar langsung sikat gigi dan antara sadar dan tidak, berangkat ke rumah dengan menangis sepanjang jalan. Atok Ganesh dilarikan ke RS dan langsung ditempatkan di ICU.


Atok Ganesh terkena serangan stroke untuk ke-empat kalinya saat dia di kamar mandi. Dan kali ini paling parah karena pendarahannya sudah mencapai otaknya. Dokter spesialis bedah mengatakan jika dilakukan operasi, rasanya dengan usia Atok Ganesh kemungkinannya sangat kecil. Malah bukan gak mungkin saat sistem saraf tubuhnya di"off" kan pada saat menjalankan operasi, Atok Ganesh malah meninggal di meja operasi.


Setelah beberapa hari dirawat di ICU dan mendapat kepastian bahwa gak ada kemungkinan untuk sembuh, akhirnya Atok Ganesh dibawa pulang Rabu malam.
Dari prediksi medis di RS, pada saat selang-selang di ICU itu dicabut, Atok Ganesh bisa meninggal di tempat.


Saat itu nyokap gw, dua kakak gw yang lain sangat down dan menangis sejadi-jadinya. Di luar dugaan saat itu, gw yang mengandung Ganesh justru terlihat lebih tegar dan kuat. Akhirnya diputuskan kalopun pihak RS gak mau mencabut semua selang-selang itu, gw lah dari perwakilan pihak keluarga yang akan melakukannya.


Beban berat sangat buat gw, karena saat gw mencabut selang-selang itu dan jika Atok Ganesh langsung menghembuskan nafas terakhir, secara gak langsung gw lah yang "mematikan" nya.


SUBHANALLAH, sesungguhnya yang mengatur umur manusia adalah Allah, bukan medis. Di luar prediksi medis, Atok Ganesh masih bisa bertahan hidup tanpa bantuan peralatan canggih di ICU, cuma berbekal tabung gas dan masker sederhana. Bahkan bisa melalui sisa hidupnya hingga kamis siang. Mulailah muncul kasak-kusuk dari kanan-kiri, sepertinya ada yang membebani Atok Ganesh sehingga beliau tampak keberatan untuk "pergi".


Gw yang masih hamil muda itu sibuk ngurusi ini itu, ngaji dan membisikkan ke telinga Atok dengan terbata-bata dan sesak sangat di dada " Jika Atok memang mau pergi, Aku udah ikhlas...gak perlu mengkhawatirkan kami yang di sini...Atok bisa pergi dengan tenang..."


Kamis malam, selesai mengaji, entah kenapa kami semua sudah sangat kelelahan. Jum'at dini hari, gw dibangunkan bahwa Atok sudah tiada. Innalillahi wa innaillahi rojiun. Terjawab sudah semua asumsi gak jelas di Kamis siang tadi. Mungkin di sela-sela tidak sadarkan diri selama berhari-hari itu, Atok minta diberikan kesempatan kepada Allah untuk menutup usianya di hari Jum'at, sebagaimana diyakini oleh agama Islam bahwa Jum'at adalah hari baik, walopun semua hari adalah baik.


Jum'at, 24 Oktober 2008 Atok Ganesh meninggal dengan tenang dan bisa dikatakan wajah sisa-sisa kegantengannya yang semakin tua dengan tersenyum. Kami semua tentu berduka, sedih, nangis dan down, tapi dalam kesedihan dan kehilangan yang amat sangat itu, gw dan Hani bekerja sama dengan para tetangga untuk menjalankan amanat Atok Ganesh yang terakhir yakni dimakamkan di Pulau Bangka, kalo bisa gak jauh dari makam Alm Abang gw yang meninggal 20 tahun yang lalu.


Firasat? Satu minggu sebelum Atok Ganesh meninggal, beliau rajin berbenah dan merapikan rumah. Alasannya saat itu adalah untuk mempersiapkan tamu-tamu gw yang akan datang untuk acara 4 bulanan Ganesha. Subhanallah, ternyata yang dimaksud mungkin adalah para tetamu yang melayat kematiannya. Sabtu siang di pertemuan terakhir gw dengan Atok, sepupu gw datang dari Bangka dan Atok pun entah kenapa langsung meminta tolong " Jika aku meninggal nanti, tolong dibantu makamkan aku di sebelah makam Fajar (Alm kakak gw)"
Mungkin Atok Ganeshlah yang sudah mendapatkan firasat itu.


Dan Alhamdulillah, gw dan Hani yang pontang-panting mencari ambulance, mengurus pemandian jenazah, peti jenazah, ngurus surat-surat tetek bengek yang akan dibawa untuk membawa jenazah siang itu ke Bangka. Dibantu oleh salah satu kenalan Atok Ganesh dan berkat do'a kami juga segala urusan memberangkatkan jenazah Atok dengan pesawat jam 11 pun sepertinya dipermudah. Setelah dishalatkan di Mesjid dimana Atok Ganesh biasa shalat berjamaah dan aktif di pengajian, kami pun terbang ke Bangka.


Dan sungguh gak pernah kebayang, bagaimana hati nurani orang zaman sekarang ini. Saat tertimpa musibah duka seperti ini pun masih ada yang mau mengambil kesempatan berbisnis. Ada tetangga dekat menyanggupi mengurusi semuanya dengan proposal biaya 3X lipat biaya yang akhirnya kami keluarkan. Astagfirullah...*ngurut dada gw sambil speechless!*


Saat tiba di Bangka, dari bandara langsung dibawa menuju pemakaman. Dan lagi-lagi amanah Atok Ganesh terpenuhi. Beliau masih kebagian tempat untuk dimakamkan di sebelah makam Alm Abang gw. Padahal sebelumnya orang-orang kok kayaknya malah susah banget nemu space buat dimakan di sekitar situ. Sekali lagi, ini emang udah diatur sama Yang Maha Kuasa.


Saat jenazah Atok Ganesh dimasukkan ke liang kubur, Gw gak kuat lagi menahan tangis. Dan teman-teman, kolega, keluarga Atok Ganesh satu per satu menghampiri gw, memeluk,dan menghibur menguatkan gw. Ternyata berbeda dengan apa yang gw pikirkan selama ini, mereka justru berpendapat gw adalah anak yang paling dekat dan paling disayang Atok Ganesh, sehingga tentunya gw lah yang paling merasa kehilangan.


Ada yang mengatakan bahwa selama 40 hari ada kemungkinan Atok Ganesh akan menampakkan diri kepada anaknya yang paling dia sayang, yang paling dia percaya. Percaya Gak percaya sih. Tapi kalopun iya, gw pikir Atok Ganesh mungkin akan menampakkan dirinya ke Kakak gw yang pertama secara dia sering banget koar-koar bahwa dialah anak kesayangan bokap gw dan yang paling sering diajak ngobrol. Apalagi gw yakin Atok Ganesh tahu kalo gw sangatlah penakut.


Tapi sepulang dari Bangka, gw justru yang sering mimpiin Atok Ganesh. Dalam mimpi gw itu gw sadar betul bahwa beliau sudah gak ada di dunia ini, tapi gw kok gak takut dan gw malah menghampiri beliau.


Beberapa kali muka beliau masih tampak sedih. Belum lagi belakangan muncul masalah-masalah yang gw gak tau kebenarannya. Dalam mimpi itu pun gw bertanya soal kegelisahan gw, Atok Ganesh pun memberikan jawaban. Semua keliatan seperti nyata even gw sadar kalo itu cuma mimpi...bunga tidur. Tapi setidaknya ini mimpi yang meaningful buat gw.


Waulahuallam gw gak berani mengklaim itu benar apa gak gw berkomunikasi dengan Atok Ganesh, tapi gw mempercayai jawaban yang gw dapatkan dari mimpi tersebut. Saat gw mengetahui hasil USG jenis kelamin bayi yang gw kandung saat itu, gw pun mengabarkannya ke Atok Ganesh waktu gw mengaji Surat Yasin. Atok Ganesh sedari dulu menghendaki cucu laki-laki, secara dalam keluarga kami semuanya perempuan.


Malam itu gw kembali bermimpi, gw melihat Atok Ganesh tersenyum dan bercanda dengan gw. Padahal seperti mimpi-mimpi sebelumnya, gw sangat sadar Atok Ganesh sudah meninggal. Bahkan menjelang terbangun dari mimpi, malam itu gw ngerasa ada yang menggelitik kaki gw...dan Swear to God, It was so real!


Bahkan Hani yang mempunyai sedikit kemampuan untuk 'merasa', merasa melihat Atok Ganesh di ruang TV kami sedang duduk seperti yang biasa beliau lakukan saat ke rumah kami. Menurut Hani, Atok Ganesh sepertinya tau kalo Hani bisa merasakan kehadirannya. Dia tersenyum seperti biasanya...Gw? Gak merasa apa-apa, dan tetep penasaran walopun terbersit rasa takut.


Well, entah kenapa dari semua keluarga kami, cuma gw yang sering mimpiin Atok Ganesh. Hingga baru-baru ini gw kembali mimpiin Atok Ganesh sejak mimpi terakhir yang waktu masih dalam masa 40 hari itu.


Gw bermimpi bertemu Atok Ganesh di tangga mesjid guede banget dan beliau sedang bersiyap-siyap mau Shalat. Beliau berbaju putih, tampak lebih muda, cerah. Gw memeluknya dan mengatakan bahwa gw sayang dan sangat merindukan Atok Ganesh. Atok Ganesh menenangkan gw dan bercerita bahwa dia sudah berkumpul dengan Alm Abang gw. 
Waulahuallam, sekali lagi, gw gak berani berkomentar apa-apa.  


Hani yang penasaran dengan mimpi-mimpi gw, sempat berkonsultasi dengan temannya. Menurut temannya, kemungkinan tanpa gw sadari, mungkin Atok Ganesh sebenarnya sangat menyayangi gw hanya saja beliau gak pernah mengatakannya ke gw.


Apalagi setelah Atok Ganesh meninggal, kakak gw yang satu lagi baru cerita ke gw " Atok pernah bilang ke gw kenapa porsi perhatian dia lebih banyak mikirin Ayuk (kakak pertama gw) daripada ngurusin kita. Karena kita ini (gw dan dia) dianggap lebih mandiri, lebih tough dan lebih bisa menyelesaikan masalah kita...Kita ini sudah dianggap gak membebani pikiran dia lagi..."


Waktu Atok Ganesh meninggal, banyak yang bilang kalo berdasarkan kepercayaan orang Jawa, jika bayi yang gw kandung ini berjenis kelamin sama dengan Atok Ganesh, maka dia akan mewarisi 'Atok Ganesh'. Secara fisik Ganesh memang sangat mirip dengan gw yang artinya memang mirip dengan Atok nya. Semoga sifat-sifat baiknya juga diwarisi ke Ganesh.


Penyesalan memang selalu datang terlambat...dan gw menyesal dengan smua prasangka bodoh gw selama ini. Tapi semua tentunya tidak bisa diputar ulang. Yang bisa gw lakukan hanyalah terus mengirimkan do'a dan mendidik anak gw agar menjadi anak yang sholeh.


Semoga cerita gw ini bisa dipetik hikmahnya buat yang masih memiliki orang tua lengkap. Percayalah bahwa semua orang tua Anda pada dasarnya sangat menyayangi anaknya, hanya saja mata hati kita kurang bisa menangkapnya...
Tunjukkan bahwa Anda menyayangi orang tua Anda selagi bisa...jangan sampai menyesal seperti gw.


Nice week-end, everyone...

15 comments:

  1. kisah yang mengharukan. Mudah2an bisa siambil hikmah nya sama aku juga ya mbak yang masih memiliki ortu yang lengkap

    ReplyDelete
  2. @ Mbak Lidya,
    Semoga sharing aku kali ini juga memberikan hikmah buat Mbak dan orang lain yang juga ikut membacanya. Amin.

    ReplyDelete
  3. Indah,
    yup, betul Ndah, terkadang gw lelah dengan prasangka yg ada dan masalah2 yg dihadapi. Thanks for sharing... membuat gw lebih sering memandang wajah tua kedua ortu dan menikmati masa2 bersama mereka:)

    ReplyDelete
  4. Yudith,
    I feel U. Gw juga dulu capek, ngadepin masalah yang kurang lebih mirip kayak loe.
    But believe me, nikmati aja masa-masa dengan sisa hidup mereka.
    Jika loe udah kehilangan mereka, loe gakkan menyesal dengan apa yang udah loe usaha untuk membahagiakan mereka...believe me, again! hihihi

    ReplyDelete
  5. Mata saya berkaca2 membacanya mbak. Makasih telah sharing. Menjadikan saya yang masih memiliki ortu lengkap untuk makin hormat dan care serta tidak berprasangka buruk sama ortu. Kadang ortu menujukkan kasih sayangnya dg cara yang tidak kita ketahui :-)

    ReplyDelete
  6. BunDit,
    Iya..kadang orang tua memang menunjukkan kasih sayangnya dengan cara yang kadang gak bisa kita pahami.
    yang perlu kita lakuin hanyalah merasakan kasih sayangnya...

    ReplyDelete
  7. A very touchy post dan bikin saya nangis tersedu-sedu. Jadi kangen sama Papa saya yang beda kota. Pengen pulang tapi lagi hamil muda.. Saya juga anak bungsu di keluarga dan yg paling lama tggl sama beliau..
    Semoga amal ibadah Atoknya Ganesh diterima Allah SWT dan Ganesh sehat selalu yah mbak..

    ReplyDelete
  8. @ Mbak Astien, Mbak Astrid,
    Salam kenal ya..
    makasih udah mau baca curhatku. :D

    ReplyDelete
  9. berkaca2 nih bacanya. bokap gue juga meninggal karena stroke. jadi inget...

    ReplyDelete
  10. Mom ganesh, aku jd inget wktu ayahku sakit komplikasi n dirawat di RS sbulan sblm aku nikah...pas aku foto prewed tiba2 ditlp keluarga, minta nikahan aku dipercepat hr itu jg di RS krn kayanya Ayah udh ga kuat klo musti nunggu smpe tgl pnikahan aku...beliau pas sakit mmg sllu ngmg "smpe ga ya Ayah ke nikahan fifi?"...akhirnya hr itu jg aku nikah di Ruang perawatan Ayah di RS...dan 2 hr kmudian Ayah meninggal...spertinya mmg tanggung jawab beliau cm tgl nikahin aku secara aku anak bungsu...n beliau ninggalin aku krn udh lega liat aku nikah...sedih bgt rasanya...2 bln abs nikah aku hamil (skrg udh 7 bulan nih)...n mgkn nanti babyku bakal mirip ayah ya mom? Wallahualam..

    ReplyDelete
  11. @ Mbak Alaya...
    Peluuuk

    @ Mbak Fifi,
    Peluk. I feel U. Semoga semua yang baik dari almarhum ayah mbak Fifi diturunkan ke dede yang ada dalam kandungan. Amin

    ReplyDelete
  12. salam kenal Mommy,

    aku haru biru deh baca curhat mommy :'( karena aku juga anak bungsu n papaku lg sakit....

    mudah2an aku juga cepet punya baby yah...

    salam hangat,
    Adhit

    ReplyDelete
  13. Hai Mbak Adith,
    Semoga papanya cepat sembuh dan semoga papanya juga segera menimang cucu ya..

    ReplyDelete
  14. nice story sist, ijin share ya...

    ReplyDelete