11.17.2009

Musim Hujan Telah Datang...Waspadai Penyakit Yang Datang Bersamanya...

Hikmah dari pertemanan di dunia maya, waktu gw lagi mencari-cari buku tulisan Bunda Wati, eh salah satu mommy blogger dengan berbaik hati mau dititipi buku “Bayiku Anakku Panduan Praktis Kesehatan Anak”. Makasih, Mbak Sari! Muah muah..


Memasuki musim hujan biasanya seringkali dengan diikuti banyak penyakit yang berusaha menyerang imunitas kita. Berbekal dengan buku yang gw baca sepanjang perjalanan ke kantor (yaah..karena inilah salah satu kesempatan yang gw miliki untuk membaca buku sejak memiliki anak), gw jadi mempersiapkan diri soal common problems yang diiringi musim hujan ini.


Apalagi gw amati udah ada beberapa anak temen gw yang mulai kena sakit musiman ini, Ganesh juga dah sempet meler hidungnya dan uhuk-uhuk..tapi Alhamdulillah, sebelum tambah parah, home treatment gw berhasil juga.


Sempet dibikinin parutan bawang merah, asem jawa dicampur minyak telon sama Mbak nya Ganesh dan dibalurin ke sekujur tubuhnya. Badan, kaki, ubun-ubun...
Panas sih..bahkan pedes juga dimata kali ya...Gw aja yang deket Ganesh sempet kepedesan mau nangis.
Tapi racikan tradisional ini cukup ampuh bikin badan Ganesh lebih seger keesokan harinya.


Nah, ini ada yang gw rangkum dari buku Bunda Wati dan ada yang gw copas editingnya Mbak Lulu dari seminar PESAT nya Bunda Wati ya...


1. DEMAM
Apa sih demam itu?
Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak mencapai lebih dari 38C dan prosesnya terdiri dari 3 fase, yaitu (1) menggigil sampai suhu tubuh mencapai puncaknya (2) suhu menetap dan (3) suhu menurun.
Demam juga merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penyakit, karena suhu tubuh yang tinggi dapat membunuh virus (yang bisa meningkat jumlahnya pada suhu tubuh rendah). So better not to treat low grade fever.


Bagaimana dan mengapa timbul demam ?
Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya molekul kecil dalam tubuh, yaitu PIROGEN – suatu zat pencetus panas.


Apa yang menyebabkan terjadinya peningkatan pirogen ?
1. Infeksi
2. Non Infeksi, seperti alergi, tumbuh gigi, keganasan, autoimun (adanya kesalahan "program" di dalam tubuh dimana organ tubuh kita disangka sebagai "musuh" dan diserang oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri) dan lain2.


Agar tugas leukosit tsb efektif dan tepat sasaran, dibutuhkan dukungan banyak pihak termasuk pirogen, yang ebrtugas :
1. Mengerahkan sel darah putih (leukosit)
2. Menimbulkan demam yang akan membunuh virus. Karena virus tidak dapat hidup di suhu tinggi. Sementara itu virus akan tumbuh subut di suhu rendah.


Diantara kedua penyebab diatas, demam lebih sering disebabkan karena infeksi, bisa oleh bakteri atau virus and in most cases (more than 75%), infeksi ini disebabkan oleh virus , terutama pada bayi dan anak .


Jadi bisa disimpulkan bahwa demam bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala....dan gejala tidak akan hilang apabila penyebabnya tidak ditangani. Makanya ketika anak diberikan obat penurun panas (tempra, panadol), dalam beberapa jam panasnya naik lagi, ini terjadi karena obat penurun panas tidak menyembuhkan penyakitnya.


Apa dong gunanya minum obat penurun panas?
Gunanya adalah supaya menurunkan suhu tubuh, agar suhu tubuh tidak terus meningkat dan supaya anak merasa nyaman (pain killer), tetapi bukan untuk menormalkan suhu tubuh!
Sekali lagi mohon di ingat - demam bukan penyakit - demam adalah gejala & yang terpenting - cari penyebabnya.


Kalau penyebabnya infeksi virus seperti pilek atau flu, obatnya hanya waktu dan beberapa pegangan di bawah ini. Jangan berikan antibiotik karena antibiotik tidak dapat membunuh virus




Cara mengatasi demam
1. Minum Banyak karena demam dapat menimbulkan dehidrasi
2. Kompres anak dengan air hangat.
Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas. Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas.
3. Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C).


2. SELESMA
Disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan dari satu individu ke individu lain bisa melalui batuk atau bersin, kontak langsung atau memakai suatu barang yang dipakai bersama penderita.
Pada umumnya anak selesma tidak perlu dibawa ke dokter, kecuali bayi berusia < 3 bulan. Dan pada dasarnya tidak ada obat yang dapat menyembuhkan selesma. Antibiotik tidak dapat melawan virus, antibiotic tidak dapat menyembuhkan selesma, tidak dapat mencegah selesma dan tidak dapat mempercepat penyembuahan selesma. Vitamin C dan seng juga tidak dapat mencegah dan mengobati selesma. **wah..gw baru tahu lho...selama ini gw pikir dengan mengkonsumsi vitamin C bisa mencegah flu, ternyata demi meningkatkan daya tahan tubuh..** Terus apa dong yang mengobati selesma?
Sistem imun bayi yang akan memerangi selesma, tetapi tentunya diperlukan waktu bagi sistem imun bayi dan anak untuk mengalahkan selesma. Berbagai penelitian sudah membuktikan bahwa dengan atau tanpa obat, waktu penyembuhan akan tetap sama.


Yang penting yang dapat dilakukan adalah:
- Yang paling dibutuhkan adalah cairan, sering minum meski sedikit2.
- Supaya ”ingus” tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini tidak akan menimbulkan efek samping. Menghirup uap air panas juga banyak membantu saat mengalami colds & flu.
- Apabila pada malam hari tidak dapat tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Breathy).
- Humid environment, jangan kering seperti dalam ruangan berAC. Kalau perlu, taruh satu ember berisi air mendidih setelah anak tidur.
- Paracetamol – bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (>38.5)
- Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan ”meler” tetapi anak tidak demam, tetap aktif bermain. Bukan berarti juga anak menderita infeksi virus flu.


Pencegahan:
- Sering cuci tangan
- Hindari kontak erat dengan penderita flu
- Jaga kebersihan rumah seperti di kamar mandi, dapur, dsb.


Kapan menghubungi dokter?
- Persistent cough, fever > 72 hours
- Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru
- Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)



3. BATUK

Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb).
Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.


Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk.


Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh: .


- infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit.


- alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi. Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.


PENYEBAB batuk.
Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :
- Minum banyak yang hangat misalnya lemon
- Jangan ada asap rokok
- Rangan jangan kering (Moist air - kamar mandi - buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)
- Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi


NO – ANTIBIOTICS. Ingat ! Kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik
- NO cough suppressant. Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan / puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.


**Mirisnya masih sering banget gw temuin ada bayi yang dikasih obat puyer buat ngobatin batuk dan pilek.
Lebih parahnya yang ngasih resep puyer tuh adalah bidan...sampe sekarang gw masih belon tahu pasti apakah boleh Bidan meresepkan puyer untuk anak-anak. Mungkin ada Mommy, Bunda, Mama, Ibu lain yang bisa kasih pencerahan ke gw?**


Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu.
Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya ! **terus terang sih waktu Ganesh pernah batuk pilek di usia 3 bulan pertama, DSA Ganesh juga tidak menyarankan untuk tidak mengkonsumsi obat kok.**


4. DIARRHEA - VOMITING
Diare & muntah adalah mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan racun, virus/kuman yang masuk ke dalam tubuh. Diare & muntah itu ibarat alarm tubuh untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yg tidak beres dalam tubuh kita.
Yang perlu dilakukan adalah mencari PENYEBAB nya.
Tidak perlu diberikan obat anti muntah atau obat untuk “mampet”kan diarenya. Obat-obat tsb memang akan mengurangi/menghentikan diare/muntah, tetapi tidak mengobati penyakitnya.
Perbaikan tersebut bersifat “semu”. Ibarat bom waktu. Kita terkecoh seolah anak membaik, padahal penyakitnya masih terus berlangsung. Selain itu, obat2 tersebut juga bukan tanpa risiko / efek samping.


PENYEBAB:


- >80% penyebabnya pada anak, terutama bayi, adalah virus. Dikenal juga dengan ROTAVIRUS.
- Food poisoning
- Alergi makanan,
- Pemakaian antibiotik.


TATALAKSANA – CEGAH DEHIDRASI - Minum banyak
- ASI diteruskan, campur dg Oral rehydration Solution (ORS) seperti pedialit atau oralit.
- Perbanyak minum.
- Bila diare hebat, fokus pada upaya rehidrasi (menjaga agar tidak dehidrasi). Kalau perlu, untuk sementara waktu tidak perlu makan sampai dehidrasi teratasi


Kapan menghubungi dokter?
- Ada darah di tinja atau tinja berwarna hitam
- Tanda-tanda dehidrasi berat : tidak buang air kecil > 8 jam, bibir kering, air mata kering ketika menangis, skin turgor menurun (jika tangan dicubit, tidak akan kembali seperti semula), mata cekung, abdomen (sekitar perut) cekung, fontanelle (ubun-ubun) pada bayi cekung.
- Luar biasa mengantuk, sulit dibangunkan
- Luar biasa lemas, layu


PRINSIP:
- Umumnya tidak perlu diberi antibiotik, antibiotik hanya bila tinja berdarah (butuh evidence/lab).
Pada banyak kasus, antibiotik justru akan memperparah diarenya. Belum lagi pemakaian antibiotik tidak pada tempatnya akan menyebabkan infeksi tambahan oleh jamur/fungus/candida
- Jangan minum obat untuk menghentikan diare seperti primperan, motilium, juga tidak perlu minum Kaopectate, smecta, ensim, dsb.
- Pada diare biasa, tidak perlu mengganti susu formula.


Well, intinya sih dengan berbekal ini, kita sebagai orang tua punya pedoman biar gak langsung panik begitu anak kita sakit. Duuuh..siapa sih yang gak panik bin cemas kalo anak sakit.
Gw sendiri berbekal ini punya pedoman untuk mengamati penyakit Ganesh saat menerapkan Home Treatment. Tapi tetep ya Bu, yang namanya sakit kita perlu masukan dan penilaian medis.


Dan maaf kalo gw boleh menyarankan sebaiknya kita minta masukan dan penilaian medis dari pihak yang sudah kita percaya untuk menjadi partner kesehatan anak kita.
Karena seringkali gw baca, banyak ibu yang anaknya sakit, udah jauh-jauh ke dokter, udah bayar mahal-mahal, eh ternyata gak puas dengan hasil diagnosa dan tindakan medis yang diambil.
Kalo begitu siapa yang rugi? kita juga toh? Udah rugi waktu, tenaga, uang juga (walopun dicover asuransi) Jadi jika memang kita mau periksa ke dokter, pilihlah dokter yang cocok dengan kita.


Be Smart Parent! Pasti tentunya.


Tapi gak cuma Rational Used of Medicine dong yang kita pentingin, kita juga jangan lupa harus rational untuk meminta bantuan medis jika sudah berhari-hari home treatment tidak menunjukkan ada perubahan, malah kondisi kian memburuk.


Dan yang paling penting, yuks kita jaga kesehatan keluarga kita...heu heu *kayak iklan layanan masyarakat niy eike!*

6 comments:

  1. semoga kita diberikah kesehatan selalu ya

    ReplyDelete
  2. ooh, diare itu juga bisa karena cuaca ya? pantes kemaren2 Shaina sempet pupupnya gak bener. Sering, sehari bisa 7-8 kali. Tapi tekstur dan warna tidak mengkhawatirkan *masih agak kuning dan ada buliran - tidak air aja*.
    aku gak kasih apa2, tapi susu nutrigoldnya aku berentiin, full asi aja sama dikit2 kasih pisang. Lumayan membantu ternyata.

    tfs ya bu :)

    ReplyDelete
  3. @ Mbak Lidya,
    Amin.

    @ Mama Shaina,
    Gak tahu juga sih, Bu..tapi kalo diamati, biasanya musim penghujan begini rentan sama diare. Terbukti ada dua orang di kantorku terkena diare. Heu heu...
    Iya Bu, aku baca di wholesomebabyfood kalo diare katanya kasih pisang aja.

    ReplyDelete
  4. Hai Indah...
    aku pernah baca di milis sehat kalo sebenernya bidan gak bole kasih obat. Ada aturannya gitu deh... Nyesel banget dulu waktu hamil sempet flek dan karena paling deket sama bidan jadi periksa ke bidan dan dikasih obat aku minum aja. Besokannya waktu ke obgyn dicemberutin deh... Untung aja anakku lahir sehat...

    ReplyDelete
  5. Mbak Dewi,
    Nah itu dia. Karena mahalnya biaya kesehatan dan minimnya asuransi yang mengcover, masih banyak masyarakat Indonesia yang mengandalkan bidan saat anak mereka jatuh sakit. Padahal di rumah nyokap, biaya dokter di puskesmas plus obat hanya RP 4,000 saja.
    Kalo ke UGD 24 jam, biayanya sepuluh ribu.
    Tapi waktu itu sodara suamiku yang minta opini waktu anaknya batpil konsul ke bidan langsung dikasih puyer. Aku gak yakin apakah bidan boleh meresepkan puyer atau gak.

    ReplyDelete
  6. Mbak, ijin copas artikelnya.. untuk koleksi pribadi aja sih, berguna banget buat aku yg belum pernah ikutan seminar pesat.. kalo ntar-ntar ada yg butuh mungkin aku share ke yang lain juga, mumpung udah ada yg bantu ngerangkumin, hehe..

    ReplyDelete