12.25.2018

Tepat Dua Tahun Kemudian...

I know " blood is thicker than water ".
Believe me, I know.



Namun gw juga tidak mencoba memposisikan diri gw untuk mendapatkan pengakuan public sebagai wanita shalihah, panutan, idola, inspirator, or whatever. Karena buat gw, keimanan seseorang tidak fair untuk dinilai semata-mata dari status social media yang menyatakan dukungan kepada kandidat presiden.


Gw pengen menulis sebagaimana gw apa adanya.
I am just a human being, terkadang  dengan demon inside me.
Bukan sesuatu yang pengen gw banggakan, justru gw gak pengen orang lain mengalami hal yang sama seperti yang pernah gw lalui.


Seingat gw, ada perubahan dari hubungan gw dengan kakak perempuan tertua gw, anak no. 2 sejak Alm bokap meninggal 10 tahun yang lalu.
Gw gakkan cerita panjang lebar detailnya kenapa, but somehow gw AGAK menyalahkan kakak no.2 gw ini atas penyesalan yang gw rasakan sepeninggalan alm bokap gw. 


Ditambah lagi dengan kekecewaan gw di saat nyokap gw pergi dan menjadikan kami bertiga yatim piatu.
Gw semakin jauh dari kakak no. 2 gw.
Kakak yang dulu pernah deket banget sama gw.

1.20.2018

Resik V Godokan Sirih : Buat Yang Pengen Alami Dan Praktis


Gak terasa ya udah dua bulan aja berlalu sejak gw nulis cerita tentang meninggalkan #GenkKucingGaronk demi menerima tantangan baru dengan team yang baru dan lahan cangkul (baca : pabrik) baru.

Eh, gw belum cerita di blog ini belum sih kalo sekarang gw udah gak kerja di bagian QC and R&D. Iya, sekarang gw tuh malah beralih jadi tim Produksi di pabrik. Dan ketika gw ngomong soal “ tantangan baru “,  itu memang bener-bener menantang.
Dengan pekerjaan gw sekarang sebagai Production guys, gw harus mengelola lebih banyak orang dan menghadapi masalah yang jauh lebih kompleks daripada sebelumnya. Gw juga jadi jauh lebih banyak beraktivitas di Production Floor.
Kalo dulu pas waktu masih jadi QC, biasanya hanya sekitar 30% lah atau paling banyak yah… sekitar 50% deh waktu yang gw habiskan di production floor per hari . Biasanya gw ke Production Floor kan paling cuma buat trial, testing, patroli doang.
Tapi sekarang sebagai tim Produksi, ya mo gak mo nyaris 60%-70% dari 8 jam kerja gw habiskan bolak-balik ke Produksi. Yah buat follow up kerjaan, check problem. Namanya juga orang produksi, berarti area kerja gw memang ada di Production kan ?
Terus, kalo ditanya gw makin stress gak ? Ih BANGET. 
Santai, Sis, gw masih dalam taraf (mencoba) menikmati dan bisa mengelola tingkat stress sampai saat ini.