4.27.2016

Menuju KI Jakarta 5 : #GengMarunda54

Hai,
Udah punya rencana belon, ntar tanggal 2 Mei Hari Pendidikan Nasional mo ngapain ?
Gw dan Hani sih udah.

Kami berdua akan menjadi salah satu dari sekian relawan inspirator Kelas Inspirasi Jakarta 5 !
Dan kami sama-sama kebagian bertugas memberikan inspirasi di SD daerah Jakarta Utara.
Hanya saja, kami berbeda kelompok. 
Kebetulan Hani didaulat jadi ketua di kelompoknya. 

KI Jakarta 5 ini merupakan kedua kalinya gw jadi relawan inspirator Kelas Inspirasi setelah sebelumnya ikut di Kelas Inspirasi Jakarta 3 meninggalkan salah satu momen yang tak kan terlupakan dalam hidup gw.
Sampai sekarang hubungan silaturahmi dengan temen-temen KIJKT3 Kelompok 55 masih terjaga dengan baik.

Saat di Kelas briefing tanggal 17 April lalu di Soehanna Hall, di toilet gw sempat nguping pembicaraan Chika Fawzi dengan salah satu guru perwakilan sekolah yang akan didatangi oleh inspirator.

Gak cuma Chika, gw yang mencuri dengan pun ikut tertarik ketika sang ibu guru menceritakan bahwa sekolah mereka merupakan sekolah inklusi yang menampung banyak Anak Special needs ( Anak Berkebutuhan Khusus).
 " Hampir di setiap kelas di sekolah kami ada anak berkebutuhan khusus, Mbak "

Note : Sekolah Inklusi adalah sekolah regular (biasa) yang menerima ABK dan menyediakan sistem layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak tanpa kebutuhan khusus (ATBK) dan ABK melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya.

Dalam bilik toilet itu gw ngebatin andai saja gw berkesempatan mendapat menjadi inspirator di sekolah inklusi. Sumpah, Pengen bangetttt !

4.25.2016

Double Cleansing : Review dan Tips First Cleanser

Sebelumnya gw mo woro-woro dulu nih. 
Postingan ini dibuat bukan karena gw orangnya suka ikut-ikutan trend #skincare #menujukinclong2016 lho ya.

Karena jauuuh sebelum itu, postingan gw yang ngebahas skincare menjadi salah satu postingan dengan hitstat tertinggi di blog ini sepanjang masa. Maka dari itu, gw pengen kembali mengulang kesuksesan gw mengulas tentang skincare.

Lagipula, ritual skincare yang pernah gw bahas di postingan itu udah gak update. Gw udah lama gak pake produk skin care tersebut.

Beberapa bulan belakangan,orang-orang pada rame-rame mengulas soal double cleansing.
Reaksi gw ? 
Yaelah cuy, kemane aje loe pas gw berbusa-busa ngomongin soal skincare. *songong minta dijorokin nih!*

Disclaimer yang gak bosen-bosennya:
Walopun berjenis kulit sama, namun tidak menutup kemungkinan hasil pemakaian skin care di gw akan berbeda dengan orang lain. 
Coba tanya aja sama rumput yang bergoyang, kenapa skincare yang ini cocok di gw, di situ kok malah timbul masalah.

Note ya : Gw berjenis kulit kering bahkan cenderung sangat kering.

4.23.2016

Ngobrol Seru Plus Ngemil Cantik Tetap Sehat

Di antara sekian banyak penyesuaian yang kami alami dalam pernikahan kami, salah satunya adalah menyangkut soal makanan. 
Dari sebelum menikah, gw suka banget jajan makanan di luar. Apalagi rumah orang tua gw dikelilingi banyak tukang dagangan makanan enak.

Sementara sepanjang hidupnya Hani terbiasa dengan sajian makanan rumahan ( Kecuali pas bujangan jadi anak kos, tentunya!).
Di keluarga Hani nyaris gak mengenal konsep 'jajan makan di luar'. Yang namanya makan itu yah memakan apa yang sudah disediakan oleh ibu di rumah.

Jadi kalo konsep sarapan pagi buat gw adalah cari jajanan ( nasi uduk, bubur ayam, lontong sayur medan dan semua jajanan yang enak-enak), konsep sarapan pagi buat Hani adalah bangun lebih pagi demi masak untuk disantap pagi itu. *ya, kami orang Indonesia banget, jarang sarapan roti kalo gak karena sedang terburu-buru :p*

Sekarang setelah beberapa tahun terakhir, kami hidup dengan mbak ART, konsep sarapan pagi Hani agak bergeser sedikit. Artinya buka tudung saji di meja makan sudah tersedia hidangan sarapan pagi.

4.21.2016

It Took Me More Than 5 years

Dalam salah satu chat dengan teman ikrib gw sesama emak-emak, temen gw sempat menyinggung betapa dia merasa masih jauh dari yang namanya ibu yang baik.

Hmm... kayaknya gw pun pernah mengalami masa-masa #gakpenting ini sepanjang menjadi ibu. 
Tapi eh, eh, eh, untungnya gw sekarang mah udah insap, Cuy.
Sejak...errr tahun 2015-an lah ya.:p

Iya, baru kok insapnya. 
Sebelumnya ya jujur aja nih ya, selayaknya emak-emak lain, gw pun sempat mengalami masa-masa kelam. 
Masa-masa merasa menjadi #EmakTergalauSedunia. 

Gw gak menyalahkan apalagi mencibir emak-emak yang masih dirundung kegalauan hati lho. 
Samsek gak.
Ntar malah bisa-bisa gw balik dituding sebagai " Ah, bilang aja loe sirik ! Ngaku gak, Ndah !"

Kagak. 
Beneran deh. Gw mah anaknya Juwita, bukan sirik. #Anak90-an

Menurut gw, emang ini adalah bagian dari proses menjadi Ibu.
Mungkin sih gak semua orang pernah mengalaminya ( *iya, gw udah bisa prediksi bakalan ada yang komen 'Aku gak lho, Ndah!' Hihihi*) , tapi setidaknya sebagian besar emak-emak jaman sekarang pastilah pernah mengalami masa-masa gini.

Masa-masa mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. 
Mulai dari subsribe puluhan milis. Sampe-sampe gw sendiri sibuk ngapus-ngapusin unread message di inbox email gw penuh dengan milis anu, inu, unu.
Ujung-ujungnya juga gak kebaca sama gw.
Dan berakhir dengan gw unsubscribe aja deh tuh ah Milis. 
Ngumpulin buku-buku parenting sampe akhirnya malah cuma teronggok berdebu di perpustakaan gw.
Sampe-sampe cuma buat sekedar koleksi, gw malah gak pernah intip isinya apaan, dan akhirnya malah kecolongan.  

Masa-masa merasa informasi yang sudah dikumpulkan adalah yang paling benar. 
Yang melenceng apalagi gak sesuai dengan SOP, maka langsung naluri ke-sotoy-an berasa emak paling bener sedunia akherat keluar " Kok gitu sih ? ", "Wah, Gak bener tuh ". 
Ha el, Mama-mama ASIX vs SUFOR, RUM vs Anti Biotik, SC vs Normal, Ibu pekerja vs Ibu Tidak Bekerja,