1.20.2016

Menikmati Hijaunya Taman Langsat dan Taman Suropati

Ceritanya nih...
Gw lagi bosen ngemall. *ciyeee, padahal mah bokek, Cyin !*
Jadi kepengen nyobain #liburanTanpaMall dan mengexplore taman-taman di Jakarta.

Taman Langsat 
adalah pilihan pertama gw.
Kenapa alasannya ?
Karena gw belum pernah ngajakin Athia main di Taman Langsat ini. 

Kata Hani, dulu Taman Langsat ini tergolong angker. 
Tapi sore itu, dengan bismillah, kami pun nekad masuk ke dalam Taman Langsat yang terletak daerah Mayestik.
Welcome to Taman Langsat
Pas pulang dari sini, gw baru tahu lho kalo Taman Langsat ini ternyata deketan sama Taman Ayodia. *kemane aje loe, Ndah!*

1.11.2016

I Will Never Move On !


Tuh, emang bener kan. Umur mah emang gak bakalan bisa boong deh. 
Entah apakah emang era nya sudah berlalu atokah kami yang kian renta, yang jelas sekarang rasanya kami agak males liburan yang ngejelimet dengan itin-itin.

Jadi pas liburan dalam rangka merayakan wedding anniversary kami yang ke-8, nyaris bisa dibilang cuma ketemuan sama temen-temen lama gw, menikmati kuliner dan mengunjungi pantai.

Walopun begitu, kok tetep aja ya liburan 4 hari 3 malam itu terasa pendek dan kurang waktunya. Masih banyak tempat yang pengen gw kunjungi namun gagal karena keterbatasan waktu.

Alhamdulillah, yang penting sempet ketemuan temen genk GOOSS dan kesampean juga foto di Teras Biru, rumah milik salah satu temen genk GOOSS gw. 
Temen-temen genk di Facebook
Sebenarnya ada cerita lucu juga yang mengawali pertemanan gw dengan Genk GOOSS di Facebook ini. 

Bermula dari foto arisan SMP N 9 yang diupload oleh salah satu temen SD gw beberapa saat sebelum gw liburan ke Bangka tahun 2014 lalu.

1.05.2016

Ah, We Miss You, Bu Utjup !

Gw pernah baca suatu quote namun gw lupa ini quote siapa :

" Carilah alasan apapun yang membuatmu mencintai pekerjaanmu. 
Jika kamu tidak mencintai pekerjaanmu, setidaknya maka cintailah orang-orang yang bekerja sama denganmu disana. 
Jika kamu tidak mampu, maka cintailah setiap pengalaman pulang pergi dari dan ketempat kerjamu. Jika kamu tak menemukan kegembiraan saat perjalanan menuju dan dari tempat kerjamu, maka cintai apapun yang mampu kamu cintai dari kerjamu : tanaman penghias meja, cicak di atas dinding atau gumpalan awan dari balik jendela.
Namun jika kamu tetap tidak bisa menemukan satu alasan pun untuk bisa kamu cintai dari pekerjaan kamu, lalu mengapa kamu masih ada di situ? 
Tak ada alasan bagi kamu untuk tetap bertahan. 
Cepat pergi dan carilah apa yang kamu cintai, lalu bekerjalah di sana " 

Dan beberapa minggu belakangan ini, teman kerja gw sekaligus tetangga kubikle gw kehilangan alasannya untuk tetap mencintai apa yang kami jalani sehari-hari.

" Bu Indah, Satu-satunya alasan yang membuat saya semangat datang ke pabrik dan merasakan kegembiraan bekerja di sini adalah....saat makan siang di warung Bu Utjup ",  

begitulah kira-kira pengakuan tetangga kubikle gw yang mengaku memiliki kecerdasan logika - angka di atas rata-rata orang normal.

Gw yang saat itu lagi menyeruput kopi gw, langsung pengen muncrat begitu mendengar kata-kata dese.

Lalu siapakah sebenarnya sosok Bu Utjup yang menjadikan dirinya sebagai satu-satunya alasan kenapa Pak Jumanto bergairah berangkat ke pabrik setiap harinya.

1.04.2016

8 Years Together and Still Counting...

Time flies so fast ya.
Kayaknya baru aja ya kami melewati keriaan ulang tahun perkawinan kami yang ke-7 dengan #heritagehoneymoonSoYa.

Seperti beberapa tahun-tahun sebelumnya, biasanya kami merayakan wedding anniversary dengan traveling ke kota lain. 

Kali ini, berhubung gw kangen dengan temen-temen genk lama yang cuma ketemuan di Fesbuk doang, maka Hani setuju waktu gw bilang pengen menghabiskan liburan akhir tahun di kampung halaman gw, Bangka.

Etapi justru ketika gw berada di Bangka inilah, gw denger kisah seorang temen lama kemudian gw kok seakan diingatkan kembali bagaimana perjalanan gw dan Hani jatuh bangun membangun dan mempertahankan rumah tangga kami. *ciyee...dangdut bener, Neng!*  

Seperti sering kali gw ceritain di sini, Gw dan Hani mengawali kisah perjalanan hidup berdua bener-bener dari NOL. 
Mungkin gw tergolong orang yang telat matre-nya. 
Justru pengalaman pacaran sebelum sama Hani, yang ada malahan gw nya muluk yang dimatre-in pacar gw. 

He'eh lho, gw juga heran. 
Kenapa wanita yang ngakunya cerdas kayak gw kok bisa-bisanya dimatrein sama laki-laki ?
Selama 8 tahun pulak. 
Mungkin sebenarnya gw ini tergolong perempuan yang sok tangguh namun giblik gampang meleleh.