4.23.2016

Ngobrol Seru Plus Ngemil Cantik Tetap Sehat

Di antara sekian banyak penyesuaian yang kami alami dalam pernikahan kami, salah satunya adalah menyangkut soal makanan. 
Dari sebelum menikah, gw suka banget jajan makanan di luar. Apalagi rumah orang tua gw dikelilingi banyak tukang dagangan makanan enak.

Sementara sepanjang hidupnya Hani terbiasa dengan sajian makanan rumahan ( Kecuali pas bujangan jadi anak kos, tentunya!).
Di keluarga Hani nyaris gak mengenal konsep 'jajan makan di luar'. Yang namanya makan itu yah memakan apa yang sudah disediakan oleh ibu di rumah.

Jadi kalo konsep sarapan pagi buat gw adalah cari jajanan ( nasi uduk, bubur ayam, lontong sayur medan dan semua jajanan yang enak-enak), konsep sarapan pagi buat Hani adalah bangun lebih pagi demi masak untuk disantap pagi itu. *ya, kami orang Indonesia banget, jarang sarapan roti kalo gak karena sedang terburu-buru :p*

Sekarang setelah beberapa tahun terakhir, kami hidup dengan mbak ART, konsep sarapan pagi Hani agak bergeser sedikit. Artinya buka tudung saji di meja makan sudah tersedia hidangan sarapan pagi.

Dengan menyiapkan makanan yang kita masak sendiri, kita tidak hanya bisa berhemat (#Irit!), tapi bisa mengontrol bahan makanannya.

Jika makan di luar, Kita gak bisa mengontrol apakah bahan makanan yang digunakan untuk mengolah makanan tersebut masih segar dan sehat.
Kita tidak bisa mengontrol apakah minyak yang digunakan untuk mengolah makanan tersebut masih layak digunakan.
Kita tidak bisa mengontrol seberapa banyak garam,gula, msg yang dimasukkan ke dalam makanan tersebut.
  
Selama ini baru sampe situ doang sih pemikiran gw dan Hani kenapa akhirnya lebih sering memutuskan makan di rumah. Ditambah lagi, gw pernah punya mbak ART yang jago masak. *kenapa loe gak jago masak, Ndah ? Karena kalo semua orang di dunia ini pada jago masak, kasian tukang jualan makanan jadi gak laku. #pembenaran!*

Jadi menu yang disajikan pun bervariatif sampai bubur ayam, mie bakso, mie ayam sendiri, ketoprak, bakwan malang you name it pernah ada di meja makan gw *tanya sama genk Al Galaxyah yang pernah nyobain mie ayam si Mbak*

Ketika Bapak *enaknya aku panggil Bapak, Mas atau kakak ya* Fendy Sutanto, Nutrition Manager dari brand Tropicana Slim mamaparkan beberapa banyak fakta di event Blogger Brunch Creating Healthy Fun Food tanggal 16 April 2016 lalu, gw langsung " Omaigad, What am I doing ya ?",sambil sesekali " Duh, Kok tau sih ???" :p
 
Contohnya aja deh : kalo kita lagi hang-out sama temen-temen di resto, sering banget kan kita saling menyemangati satu sama lain " Mau pesen apa lagi nih ?", " Udah, pesen lagi aja. Ini enak lho...."

Apalagi kalo ditambah iming-iming demon berbalut angel " Udah, pesen aja semuanya, ntar guah yang bayarin..." :D
Padahal argo kalori yang masuk ke tubuh nambah terus. 
Masih mending kalo abis masukin sekian ratus kalori itu, kita rela menyiksa diri dengan olahraga, cardio.
Tapi biasanya kan kalo udah kekenyangan, seringnya ngantuk dan enaknya ngapain ? Yes, Tidor dong ! Kan capek !
Ato update foto-foto tadi di social media sambil selonjoran di tempat tidur kan ? *Selamat deh tuh kalori kian numpuk di tubuh*

Kalo kita mo mulai beralih ke healthy cooking untuk keluarga, hal yang sangat dasar yang harus kita mulai yaitu membatasi GGL : Gula, Garam (Natrium), Lemak
Gula : max 50 gram atau setara dengan 4 sdm
Garam ( natrium) : max 5 gram atau setara dengan 1 sdt
Lemak : *termasuk minyak goreng* max 67 gram atau setara dengan 67 gram lemak

Numbers don't lie !
Sebagai orang QC, gw emang cuma percaya dengan data dan angka.
Kayak orang-orang suka sotoy sering bilang tempe bacem itu udah pasti lebih sehat dibanding tempe goreng. Yakin loe ?

Karena pada kenyataannya, data angka membuktikan bahwa diukur dengan berat porsi yang sama :
Tempe goreng memang lebih tinggi lemak dan kalori. 
Tapi bukan berarti, tempe bacem gak berdosa lho. 
Pernah nyadar gak, kalo di dalam tempe bacem justru lebih tinggi kandungan gula, garam/natrium/sodiumnya.

KOK BISA ???
Ya iyalah. Menurut El, masak tempe bacem itu kan pake gula, pake garam, udah gitu ditambah kecap manis kan ? kan ? kan ?
Kecap manis sendiri merupakan sumber garam + gula juga.

Tapi kalo tiap mo masak harus ngecek nutrition fact dulu di dalam kecap manis, kecap asin, gula yaaa gak praktis binti rempong juga ya. 

Kalo yang masak lemot gak jago matematika, mah udah keburu hangus deh makanan yang lagi dimasak karena kelamaan ngitung. Hihihi...

Sepertinya Ibu Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim memahami keinginan kita yang ingin beralih ke hidup yang lebih sehat tapi gak mau rempong, dengan mengeluarkan beberapa produk sebagai pelengkap makan lebih sehat sesuai kebutuhan.

Selain lebih rendah kalori, kandungan GGL di produk Tropicana slim juga lebih rendah. 
Produk Tropicana Slim
Minyak Canola dan Minyak Jagung Tropicana Slim
Udah pernah gw bahas di sini.

Kecap Manis Tropicana Slim
Walopun namanya kecap manis, tapi bebas gula lho. 
Udah gitu kandungan natrium/garamnya 30% lebih rendah dibanding kecap manis lain.

Kecap Asin Tropicana Slim
Kandungan garam/natrium Kecap asin ini juga 64% lebih rendah dibanding kecap asin lain

Less Fat Noodles
Kenapa bisa dikatakan rendah lemak ? Karena proses produksinya dipanggang bukan digoreng kalorinya terkontrol.
Gw pernah dikirimin less fat noodles ini dan beneran gak terlalu asin kayak mie instant lainnya.

Beras Merah Organik
Selama ini kalo gw makan beras merah kok pera ya. 
Tapi pas kemarin makan siang dengan beras merah organik Tropicana Slim ini kok enak.

Plus untungnya gw dipasangkan duduk sebelah Ira, jadilah dia berbagi tips ke gw gimana cara memasak beras merah yang tetap enak dan anti-rempong. 

Cara lain untuk membatasi penggunaan GGL adalah dengan menambahkan rempah-rempah, bawang putih dan jamur-jamuran.

PR selanjutnya adalah bagaiman menyajikan makanan sehat ini agar tetap menarik dan memanjakan mata sehingga ikut merangsang napsu makan. Terutama anak-anak kita.

Mbak Vania Samperuru, food blogger pun berbagi tips Art of plating for daily meals.
Before


Confirm kayaknya gw gak bakat soal beginian !
Ngobrol seru dan bermanfaat, foto-foto ketje...

Atas : Indah, Smita
Bawah : Lita, Ira, Tya dan Anggi Karimuddin



ngemil cantik namun kalori tetap terkontrol.


Yes, it was really fun and healthy !

Thank you for having us, Tropicana Slim !

1 comment:

  1. Ini gathering foodblogger ya mbak? Sy pernah denger kata seorang dokter, semakin bagus makanan tersebut dilihat dari semakin dekat makanan tersebut dri alam. Jadi, klw makanan olahan seperti bakso itu sebaiknya nggak boleh terlalu sering.

    ReplyDelete