12.28.2015

He Calls Me " Mom "

Tergelitik pengen menuliskan ini gegara sehari sebelum liburan gw sempat liat status dan reaksi dari temennya temen gw di FB soal statement " working mom " yang terlontar dari salah satu akun twitter.

Sedari gw pertama kali menjadi ibu di tahun 2009, selalu aja dihadapkan dengan label :
ASIX vs SuFor
Normal vs SC
Stay-At-Home-Mom vs Working Mom

Jujur, selama bertahun-tahun issue ini sempet mempengaruhi emosi gw. Kadang rasa bersalah menghantui gw, bahkan sebelum orang lain menuding gw, gw udah melabeli diri gw sendiri sebagai " bad mom ".

Sampai suatu ketika, gw menyadari seburuk apapun penilaian gw terhadap diri gw sendiri, buat Athia, gw tetap Momom nya.
Momom yang dia rindukan, momom yang pengen dia tiru, momom yang pengen dia tempelin kemanapun perginya.



Sehebat apapun Mama A, seenak apapun masakan Bunda B, Athia cuma pengen sama Momom.
Buat Athia, I am his mother.
Dan momomnya gak tergantikan dengan Mama A maupun Bunda B.

Have you ever heard kiddos say " I love you my Stay-At-Home-Mom !" ?
or,
" Hi honey, I want you to meet My Working Mom "

Me Neither.

So, there's this boy.
He kinda stole my heart.
He calls me " MOM "

Apapun atribut yang menempel di kita, mereka cuma tau : " My mom " tanpa embel-embel.

Jika anak-anak kita sendiri tidak pernah melabeli kita dengan " My Stay-At-Home-Mom" atau " Our Working Mom ", lalu siapa yang suka melabeli kita ?

The Daddies ?
I dont' think so.
Mereka terlalu sibuk dengan skor olahraga ato terlalu sibuk dengan fitur gadget terbaru sehingga kehilangan waktu untuk melabeli ibu dari anak mereka.

We did it.
Justru Kita, the mommies yang melabeli diri kita sendiri.

Kita gakkan butuh pengakuan dari orang lain, jika kita yakin pilihan kita ini adalah yang benar.
Kita gakkan memerlukan pembelaan untuk diri kita, jika kita percaya yang kita lakukan sesuatu ini adalah benar.

Seberapa pun kita merasa diri kita 'kurang' sebagai ibu,
Seberapa hebat pun kita merasa kita 'lebih' pantas menjadi ibu,
Bagi seorang anak, still, his / her mother is irreplaceable.

Memang kodrat sebagai ibu, kita akan selalu dikejar rasa banyak kekurangan, 
But don't worry, we are just doing great.
Eventhough we have to struggle here and there.

Because in the end, we, all the mommies, are the winners.

Happy (belated) mother's day for all mommies !

9 comments:

  1. Iya juga ya :D simple bgt yaa
    *hampir g prnah komentar d blog mb Ind ini, tp khusus post yg ini saya hrs komen :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi emang iya kan ? Gak pernah denger seorang anak manggil ibunya dengan label ? :p

      Delete
  2. seorang ibu hebat di mata anaknya itu yang terpenting

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mbak Lidya. Komen-komen orang lain yang gak penting mah anggap aja rumput yang bergoyang hihihi

      Delete