8.31.2015

Mengapa Lebih Memilih Susu UHT

Ada dua alasan kenapa gw langsung say yes ketika diundang @mommiesdaily " Factory Visit ke Pabrik Ultra Jaya bersama Tetra Pak " :

Pertama,
Selama ini UHT Ultra Jaya bukan hanya jadi #UHTUntukAnakku, tapi di rumah kami, Ultra Jaya merupakan produk UHT Family dimana konsumsi oleh semua anggota keluarga. 
Sebelumnya, susu favorite gw : cokelat, cokelat low fat, full cream dan plain low fat
Sejak disuruh Kirana nyobain Moka dingin, gw juga ikutan suka Moka dingin
Must try deh ! #latahan 
Selama ini gw sering melakukan audit dan Factory visit, namun rata-rata ke plant yang masih berhubungan dengan pekerjaan gw. 
Begitu diajak Factory Visit melihat langsung pembuatan produk yang gw konsumsi sehari-hari, tentunya " WOW " banget. 

Ada rasa penasaran yang menggelitik bagaimana mengolah produk tersebut mulai dari pemeriksaan bahan baku untuk memastikan kualitasnya, proses produksi, pengemasan produk, final inspection sebelum produk tersebut dinyatakan aman untuk didistribusikan ke pelanggan hingga penyimpanan produk tersebut di gudang sebelum didistribusikan.

Kedua,
Sebagai orang yang setiap harinya juga berkecimpung dalam dunia Food Packaging, gw memahami bahwa kualitas packaging juga ikut mempengaruhi kualitas dan keamanan produk yang dikemas itu sendiri. 
Nah, Gw jadi pengen tahu nih bagaimana sih proses pengemasan / packaging UHT Ultra Jaya ini.

Dua alasan utama di atas itulah yang membuat gw segera mengosongkan jadwal di tanggal 22 Agustus dan bela-belain bangun pagi, duduk manis di dalam bus berangkat menuju pabrik Ultra Jaya di Padalarang sebangku dengan duo celebs sisters, Lita dan Ira
Morning Wefie
Photo courtessy of Lita
Dimana sepanjang perjalanan, kami paling ribut ngobrolnya di bus ngalah-ngalahin Sahabat Dahsyat. 
Sempet "disumpel" sama Kak Manda supaya istirahat ngomong lah barang setengah jam aja.
Tapi tetep aja FAILED. Kami mana kuat diem lebih dari 5 menit, lanjut aja terus ngoceh sepanjang jalan.

Yah gimana dong. 
Banyak masalah #PENTINGBANGET yang harus kami bahas, gak bisa pake ditunda lagi.

Adapun masalah #PENTINGBANGET yang kami bahas sepanjang pagi itu mulai dari ratjoen lipstick lokal, bacang yang enak, nastar yang enak, cerita kandidat staff gw yang sempat menggemparkan Genk Kucing Garonk di pabs gw. Penting banget kan ? :p 

Sekalinya diem, itu karena Lita pamer kompetitip score mobile apps game " Tap n Grow ".Ini juga #PENTINGBANGET

Apps ini bisa didownload di Appstore (ios) dan Playstore (android). 
Karena dipanas-panasin terus sama Lita, gw jadi kompetitip ingin mengejar score Lita. 
Seru sih gamesnya dan gak terlalu susah buat orang yang emang demen main games demi membunuh waktu.

Hal pertama yang dilakukan begitu nyampe pabrik Ultra Jaya (setelah narok tas di meeting room) adalah antri di toilet !
Udah maklum lah ya, namapun emak-emak, pasti bawaannya beser muluk. 
Di toilet inilah, Mbak Irra jumpa dikejar salah satu fans nya. #Eciyeee....Hahaha....

Sebelum factoy visit melihat-lihat proses produksi susu UHT Ultra Jaya, terlebih dahulu Ibu Jessica Andrea dari tim Quality Assurance Tetra Pak menjelaskan bagaimana Aseptic Processing dan Packaging dari Tetra Pak mampu melindungi kandung nutrisi yang ada di dalam susu UHT tanpa perlu memakai bahan pengawet maupun refrigerator kepada semua mommies di pagi menjelang siang itu. 

Ibu Jessica Andrea dari Tim QA Tetra Pak
Dari presentasi Ibu Jessica Andrea, gw mencatat beberapa hal yang menurut gw penting dan berguna buat kita sebagai emak-emak untuk tahu karena ini berkaitan dengan apa yang dikonsumsi keluarga kita sehari-hari kan. 

Kenapa gw menekankan hal ini penting untuk sebaiknya kita ketahui sebagai #IbuBijak ?
Karena udah pernah kejadian pada tahun 1800-an, susu yang seharusnya memberikan nutrisi baik untuk tubuh kita justru menjadi tempat berkembang biak bibit penyakit ( tifus, TBC) dikarenakan saat itu belum ada pengetahuan yang cukup untuk handling, kemasan dan proses mengawetkannya.

Di tahun 1860-an, Louis Pasteur sudah menemukan satu metode untuk memperpanjang umur susu dengan cara memanaskan susu di suhu 72 derajat celcius selama 15 detik.

Proses inilah yang kemudian dikenal sebagai Pasteurisasi, dimana proses ini bertujuan untuk mematikan mikroba patogen yang ada dalam susu dan merusak enzim yang mempercepat penurunan kualitas susu sehingga susu bisa bertahan lebih lama namun tetap aman dikonsumsi.

Kekurangan dari metode ini adalah ternyata patogen tersebut tidak semuanya mati. Oleh karena itu, untuk menghambat mikroba yang tidak mati pada proses pemanasan tadi, susu pasteurisasi hanya boleh disimpan dalam refrigerator  ( suhu rendah ). Jika disimpan pada suhu ruang, maka susu akan lebih cepat rusak.  

Berbeda dengan proses UHT ( Ultra High Temperature), dimana metodenya dilakukan dengan cara memanaskan susu pada suhu tinggi untuk mematikan semua bakteri beserta vegatative cell dan sporanya. 
Oleh sebab itu susu UHT Ultra Jaya tidak menggunakan pengawet karena yakin produknya sudah steril.

Ada dua methode UHT
  • Direct UHT ( steam langsung ke productnya) : di suhu 148 - 150 derajat celcius selama 1 - 2 detik
  • Indirect UHT ( melalui heat exchanger) : di suhu 142 - 144 derajat celcius selama 2 - 6 detik *#ceile, bahasanya teknis dan pabrikan bener ya ! hahaha* 
Dengan waktu yang tergolong cukup singkat dalam proses pemanasan ini diharapkan kandungan gizi, rasa dan aroma dari susu tetap sama dan tidak berubah.

Selain itu, Keuntungan lain dari sistem UHT ini adalah susu bisa disimpan dalam suhu ruang, tanpa harus masuk refrigerator dan masa penyimpanan lebih panjang. Asalkan selama penyimpanan tidak terjadi kebocoran pada kemasan sehingga ada udara masuk dan akibatnya merusak kualitas susu. 

Oleh karena itu, untuk sistem UHT tentunya harus ditunjang oleh aseptic packaging. 

' Mengapa memilih Aseptic Packaging ? Sering denger sih sekilas baca soal Aseptic Packaging, tapi belum ngerti detailnya kayak apa ' , ini yang sempat terlintas di pikiran gw selama presentasi Ibu Jessica Andrea.
Offkors, selain pemikiran ' Ntar kalo pulangnya beli UHT langsung di sini bisa dapet diskon tambahan gak ya ? '#TerEmakEmakBanget

Di dalam sistem aseptic packaging ini untuk susu UHT Ultra Jaya, @tetraPak_ID mempergunakan 6 layers (lapisan) yang terdiri dari paperboard, PE alias Polyethylene dan aluminium foil. 
Picture's taken from here
Paperboard berfungsi agar kemasannya stabil namun tetap ringan, Polyethylene memberikan fungsi seal ( bahasa packagingnya : seal, duh gw agak bingung menerjemahkannya dalam bahasa awam. hmmm...pelindung / penahan kali ya )  dari cairan dan menjaganya dari external moisture. 
Sementara fungsi aluminium foil inilah yang untuk melindungi produk dari udara, rasa dan paparan sinar matahari.

Nah, inilah salah satu alasan keunggulan kenapa susu UHT tidak memerlukan penyimpanan dalam suhu rendah ( disimpan dalam kulkas). Jika tidak terjadi kebocoran dalam kemasan, maka produk tahan lama disimpan di suhu ruangan.

Ini yang menjadi alasan mengapa gw lebih suka susu UHT dibanding susu jenis lain. 
Karena lebih praktis, terutama kalo bawa persediaan buat traveling. 
Soalnya, gw gak perlu rempong bawa segala macem termos air hangat (untuk nyeduh susu bubuk) ato kulkas (untuk nyimpan susu pasteurisasi).

Ada perbedaan antara proses canning (salah satu proses pengawetan makanan juga) dengan aseptic packaging.
Di proses canning, antara produk dan kemasan disterilisasi berbarengan, nah di proses aspetic packaging, produk dan kemasan disterilisasi secara terpisah.
Untuk sterilisasi kemasannya sendiri dengan menggunakan Hydrogen Peroxide. 

Namun jangan khawatir, Hydrogen peroxide ini merupakan salah satu oksidator yang ramah lingkungan, sehingga setelah diuapkan tidak meninggalkan residu yang berbahaya dan aman untuk manusia. 

Menyambung lagi informasi bahwa produk susu UHT yang dikemas dengan aseptic packaging tahan dari sinar matahari yang bisa merusak vitamin dalam kandungan susu, Bapak A. Azwar selaku Plant Manager PT. Ultra Jaya menjelaskan adanya kebocoran dalam kemasan itu bukan hanya dalam bentuk bocor yang susunya sampe keluar netes-netes. 

Pak A. Azwar, Plant Manager PT. Ultra Jaya
Agak sedikit lebih gawul lah dibanding temen-temen gw di Genk Kucing Garonk 
#APEEEU protes Pak Jumanto dkk
Kebocoran juga bisa dalam berbentuk micro leaking, ato pin hole. 
Pih hole ini tidak sampai menyebabkan susunya keluar, namun udara bisa masuk dalam kemasan dan mengakibatkan susu menjadi rusak. 
Salah satu cirinya adalah jika menemukan kemasan agak menggembung.

Makanya sebaiknya hindari mengkonsumsi susu dengan kemasan yang menggembung atau sudah penyok-penyok.

Dalam presentasinya, pak Azwar menjelaskan proses produksi susu UHT Ultra Jaya mulai dari pemeriksaan raw material untuk memastikan susu segar dengan kualitas baik.

Karena kandungan utama dalam susu UHT adalah susu sapi segar yang mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh. Terutama oleh anak-anak kita yang usianya di atas satu tahun.
Mereka memerlukan mendapatkan asupan nutrisi dan kalsium yang terkandung dalam kebaikan susu untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Kandungan nutrisi yang terdapat dalam kemasan susu UHT Ultra Jaya sudah memenuhi persyaratan ( Standar Nasional Indonesia) yang diminta dan sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM. 
Selain itu Ultra Jaya sendiri sudah mendapatkan sertifikasi untuk Quality Management System sebagai jaminan mutu dan sertifikasi HALAL oleh MUI. 

Pak Azwar juga memberikan storage tips untuk UHT:
  • Untuk kemasan kecil, direkomendasikan untuk diminum dan dihabiskan dalam kurun waktu 2 jam setelah dibuka di suhu ruangan
  •  Sementara untuk kemasan Family Pack, bisa tahan hingga 3-4 hari setelah dibuka jika disimpan di dalam lemari es.
Varian Produk yang diproduksi oleh Ultra Jaya
Selesai presentasi dari Pak Azwar, barulah kami diajak Factory tour dalam proses produksi dan gudang penyimpanan susu UHT Ultra Jaya.
Selayaknya prosedur masuk ke dalam plant yang dipersyaratkan dalam Food Safety, kami terlebih dahulu harus mencuci tangan, mengganti sepatu kami dengan sepatu khusus, memakai baju khusus dan mengenakan topi untuk melindungi rambut. Semua ini untuk menjaga agar visitor yang masuk tidak membawa masuk bakteri dan barang kotor lainnya. :p

Sebelum meninggalkan factory, kami sempat foto bersama dan supaya gak dibilang hoax, gw sempet foto doong deket (foto) sapi susu Ultra Jaya. 

Entah kenapa gw mendadak syar'i gini
Leason learn : mending pake peniti di dagu 
Kalo pake pentul, pentulnya gampang copot. 
Kalo sudah memastikan produk yang kita konsumsi sehari-hari aman dan sehat, PR #IbuBijak selanjutnya adalah bagaimana mengolah dan menyajikan makanan yang aman dan sehat tadi menjadi makanan yang enak untuk dikonsumsi sekeluarga.

Agenda selanjutnya langsung pindah lokasi ke Hotel Mason Pine untuk Cooking Competition.
Sedari awal gw emang udah #Modus berstrategi mepetin Ibu Nadira, jagonya katering buat jadi satu group cooking competition. Hahaha...

Yang ditunjuk menjadi juri dalam cooking competition ini adalah Chef Norman Ismail. Namun sebelumnya Chef Norman berbagi 3 resep gampil yang didemonstrasikan di hadapan emak-emak.
Demo masak by Chef Norman Ismail
Yummy !!! 
*maksud gw masakannya lho...masakannya!*
Sungguh, sampe sekarang gw masih penasaran
Ini ibu-ibu sebenarnya motoin chef nya apa hasil masakannya
#EH  :p
5 meja sudah disiapkan untuk 5 team bertanding
Bahan makanan yang akan dipergunakan dalam cooking competition
Team #Kompetitip
Me- Kirana - Ira - Lita dan Mbak Maureen
Itu gw action doang lho pake celemek depan panci. 
Aselinya mah gw cuma nuangin aqua ke dalam panci sama ngerebus aer.
Udah. Itu doang :p 
Hasil masakan.... Chef Norman !
Nah, ini baru hasil masakan team Kompetitip
Walaupun gak menang dalam cooking competition, tapi banyak banget yang gw bawa pulang dari event yang menyenangkan ini.
Bukan hanya goodie bag, namun juga ilmu yang sangat bermanfaat dan beberapa resep gampil yang (mungkin) akan gw coba di rumah untuk disajikan buat Athia dan Hani tersayang.

Karena #IbuBijak itu bukan hanya pandai mengolah makanan yang enak, namun juga pandai memilih makanan yang aman dan sehat untuk keluarganya.
Terima kasih @mommiedaily dan @TetraPak_ID atas pengalaman ini

10 comments:

  1. Gw harusnya manggil dirimu Mbak Indah juga ya Ndah? Hahahha. Tadi baca postingan di Mbak Lita udah berasa lengkap eh di sindang dapet ilmu lebih lengkap lagi tentang teknis spesifikasi kemasannya. Hahaha. Ini juga susu langganam keluarga gw. Dan ternyata begitu ya, kalo udah dibuka ga boleh lama-lama di luar. Makasih ilmunyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sami-sami, Dan. Iya gak boleh terlalu lama terpapar di udara terbuka

      Delete
  2. Kalo susu uht greenfield pernah nyoba gak ndah? Mana yg lbh Ok dibanding ultra? Kita lg nyari nyari susu uht yg ok buat ntar kalo kita ke Indo secara susu yg diminum Emma disini gak dijual di Indo. Beberapa suggest greenfield over ultra. Gak tau juga kenapa hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pernah nyoba, Man. Kalo Greenfield ada kandungan malt nya deh.
      Terus gw sih dulu mikirnya distribusi Ultra lebih bagus jadi kalopun gw liburan ke daerah di Indonesia gw gak perlu rempong mikirin stock susu karena lebih mudah dicari. Itu salah satu pertimbangan gw juga dulu waktu Athia masih kecil

      Delete
  3. coocok buat emak males kaya aku mbak hehehe UHT langsung sedot

    ReplyDelete
  4. tempat memasaknya keren bener, jadi keingat lomba memasak di televisi, hehehe

    ReplyDelete
  5. Itu chefnya memang bikin gagal fokus yaaa #SalahFokus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gw sih, #salahFokus sama snack yang disuguhkan. #teuteup

      Delete