4.24.2013

Kartini Baru

Gw. 
Ibu dari satu anak. 
Sehari-hari berkeringat sebagai layaknya status pekerja pabrik. 
Menempuh perjalanan dari Bekasi ke Tangerang, melewati tiga propinsi.
Terkadang tanpa dia tahu, gw menyadari orang-orang mengatakan "WeeW..." dengan alis sedikit terangkat.

Temen kuliah gw. 
Juga seorang ibu dari satu anak. 
Meninggalkan gemerlap ibukota, mengikuti suami bertugas ke suatu daerah di Sulawesi yang belum pernah dia bayangkan sebelumnya.
Melepaskan karir, namun dia gak pernah melepaskan cita-citanya
Tetap sebagai " Engineer " saat memperbaiki mainan anak rusak, perabotan rumah tangga rusak.
Bercita-cita suatu hari punya usaha kuliner.
Cita-cita baru dari seorang wanita yang semasa lajang gak keliatan kalo dese demen berkutat di dapur.

Temen gw. Menikah. 
Berjuang untuk mendapatkan buah hati.
Walaupun harus dibayar dengan meninggalkan pekerjaan yang sudah dia geluti bertahun-tahun.

Temen gw. Wanita lajang. 
Karir cemerlang.
Memegang kendali penuh atas hidupnya sendiri.
Tidak membiarkan orang lain mengendalikan dirinya.
Termasuk untuk tidak (terpaksa) memilih Mr.Not Right.

Temen gw lagi. 
Juga wanita lajang, bukan wanita karir.
Mendedikasikan hidupnya untuk mengurusi orang tuanya.
Gak banyak orang yang bersedia memilih keputusan mulia ini.

Mbak Janet dan another teman gw. 
Keduanya single mom, di usia muda.
Sehari-hari gw lebih sering mengamati Mbak Janet yang tampak di depan mata, ketimbang temen gw yang hanya komunikasi via we-chat.

Mbak Janet begitu bersemangat dan ceria layaknya tokoh utama dalam drama Jepang ato Korea. Saat dia berada di antara rekan kerjanya, yang mana semuanya kaum adam.

Saat Mbak Janet berinteraksi dengan kaumnya, gw peratiin Mbak Janet cenderung menarik diri. Sangat berhati-hati dan menjaga sikap. 

Emang gak mudah menjadi single mom.
Walopun gw sesali kenapa perasaan gak nyaman itu justru dirasakan saat bersama kaumnya. 
Bukankah seharusnya sesama perempuan, justru lebih memahami perjuangan seorang wanita membesarkan anak seorang diri ?

Berat banget gak sih perjuangan Mbak Janet dan temen gw melewati 
diskusi memilih sekolah anak, 
berbagi resah gelisah ketika anak sakit,
sendirian tanpa ada pasangan di sisinya ?

Lajang.
Menikah.
Working Moms
Ibu Rumah Tangga.
Single Mom.

Gak pernah mudah emang untuk menjadi seorang Kartini.
Makanya beliau dikenang sebagai salah satu pahlawan nasional kita.

Kadang kita suka gak pede, jadi merasa orang lain lebih " Kartini " dibanding kita.
Ato kalo yang narcist, malah suka merasa kita lebih " Kartini " dibanding orang lain.

Terlepas dari besar-kecilnya yang sedang diperjuangkan, gw percaya, semua wanita yang berjuang untuk tujuan baik layak dihargai sebagai Kartini Baru.

Maka postingan ini gw dedikasikan kepada semua Kartini Baru di luar sana.

Selamat Hari Kartini dan teruslah berjuang, kaumku.

15 comments:

  1. Selamat hari Kartini buat kita semua :)

    ReplyDelete
  2. Indeed. Salut buat semua Kartini baru yang berjuang dalam kondisinya masing-masing.

    ReplyDelete
  3. banyak kartini-kartini hebat di sekelilingku dan selalu terinspirasi melihat perjuangannya...

    ReplyDelete
  4. Selamat hari Kartini, betul kata Dani perempuan berjuang di jalannya masing-masing. mau ibu rumah tangga, ibu pekerja, single mom ya sudah jalannya begitu tinggal dipertanggung jawabkan aja dengan pilihannya

    ReplyDelete
  5. Nice post.......lima jempol dehh mbak :-)

    ReplyDelete
  6. selamat hari Kartini, wanita-wanita hebat

    kalau bicara single mother ya Ndah, emang seringkali malah para wanita yang nyinyir...anggap sebelah mata
    susah bok jadi janda di negeri kita, begitu sih testimoni emakku dan beberapa yang kukenal

    ReplyDelete
  7. ^^ Terharu mbak sama postingan ini ..
    every woman have their own battle :D.

    ReplyDelete
  8. semuanya kartini2 modern yang hebat! :)

    ReplyDelete
  9. Selamat hari kartini jeng Indah :)

    *Gw setuju sm komen nya luluk*

    ReplyDelete
  10. Buat ibu2 yang berjuang kasih asi sampe rela unpaid leave!! Hihi. Phewwww.... *curcol*

    ReplyDelete
  11. selamat hari kartini buat semuanya..;)

    terus semangat menggapai cita2 ya maak..*grup hug*

    ReplyDelete
  12. Aisshhh... Mbak indah so sweet bangeeett.. *kiss *hug

    ReplyDelete
  13. Sukaaa tulisan ini. Yah...the real Kartini adalah wanita yang berjuang di jalannya apapun profesi dan atribut yang melekat dalam dirinya :-)

    ReplyDelete
  14. Meneteskan air mata waktu baca ini...Makasiy tulisannya, Mba Indah :)

    ReplyDelete
  15. Kartini baru masa kini...salut..berjuang dengan segala dedikasi untuk mengejar impian...
    selamat hari kartini juga mbak..*hehehe maaf telat banget..

    ReplyDelete