3.13.2013

Check List Indah Dalam Mencari Rumah Idaman

Seperti yang gw ceritain di sini, kalo Sabtu 9 Maret yang lalu akhirnya rumah Idaman kami resmi diserahterimakan ke kami setelah penantian kurang lebih sekitar 4 bulanan.

Walopun sebelumnya gw dan Hani udah pernah ngalamin yang namanya proses Serah Terima Rumah ini dengan rumah yang lain, tapi kali ini kok rasanya beda ya. 

Malahan seinget gw, developer rumah kami yang sebelumnya hanya menitipkan dokumen dan kunci rumah pada saat kami menandatangani akad kredit di bank. 
Wedeeew...dan karena gw saat itu belum pengalaman, jadi ya maen terima-terima aja lagi. 

Things happen for a reason.
Indeed.

Ternyata walopun gw harus mengalami banyak ujian ketika kerja di salah suatu public company yang bergerak di bidang property di Serpong tahun 2011 yang lalu, namun salah satu hikmah yang bisa gw petik adalah sekarang gw gak bego-bego amat dalam masalah properti. :p

Alhamdulillah, walopun selama kerja di sana gw sempat merasa kurang mendapat support dari temen-temen satu divisi di Marketing apalagi Department Promosi, namun justru temen-temen gw di Dept Teknik, Planning, Estate Management, Customer Relation dan Legal sama sekali gak pelit membagi ilmu mereka dengan gw. 

Jadi sewaktu gw membeli rumah idaman ini, gw udah gak blank sama sekali kayak dulu.

Sebenarnya udah lama banget UmNad minta gw berbagi apa yang gw tau tentang properti. Maapkeun ya, setelah lebih dari setahun penantian Umnad, baru kesampean di kesempatan kali ini. 

Bukannya gw mo sok-sokan berbagi ilmu dan tips sih.
Gw yakin banget udah banyak banget blogger yang membahas soal tips memilih rumah endbre endbre. 
Tapi siapa tau pengalaman gw ini bisa bermanfaat bagi yang sedang nyari rumah idaman.

Ohya, sebelumnya, gw juga udah pernah share tentang memaksimalkan rumah dengan luas tanah yang 'sesuai kantong kita' dari sisi arsitektur dan dari sisi fengshui. 

Kali ini gw cuma mo nambahin apa yang gw tau berdasarkan pengalaman gw aja sih...

1. Kalo pengen beli rumah, pastikan gak akan ada masalah dengan rumah yang kita beli. Kalo emang beli dari developer besar, jangan lupa tanyakan status sertifikat rumah. Sudah dipecah atau belum. 
Jangan salah lho ya, gw pernah nemuin kejadian sertifikat rumah yang tertukar.  

Kalau ingin membeli rumah dengan sistem cluster townhouse, pastikan developernya bisa kita percaya. Baru-baru ini temennya Hani ketipu dalam membeli rumah cluster semi townhouse di daerah Pekayon. Begitu uangnya udah disetor, pemiliknya kabur dengan uang yang sudah disetorkan.

2.Saat mempertimbangkan lokasi, akan lebih objective jika diukur dalam satuan meter / kilometer  ' Hanya 700 meter dari tol '  ketimbang dalam satuan waktu ' 15 menit dari tol '. 
Karena dari pengalaman gw survey lokasi yang mencantumkan ukuran satuan waktu itu bisa sangat blur.

Pernah gw survey ke lokasi, kok rasanya udah berkendara lebih dari satu jam dari exit tol tapi belum juga sih ? 
Lah, katanya cuma 15 menit doang dari tol ?

Developer bisa aja berdalih ' 15 menit itu jika dalam kondisi gak macet'. Sementara dalam kondisi normal sehari-hari, lokasi situ macetnya gila-gilaan.
Kalopun kondisi gak macet di akses jalan perumahan itu baru bisa terlaksana jika dilalui setidaknya mulai jam 2 malam. :p

But, believe me, it's true!

3. Check fasilitas yang ditawarkan dan liat FASUM / FASOS yang disediakan oleh developer. 
Kelak FASUM / FASOS ini bisa dimanfaatkan oleh penghuni untuk membangun rumah ibadah, taman untuk penghijauan dan tempat anak-anak kita bermain, sarana olahraga, balai serbaguna dll. 

Namun tidak semua developer berbaik hati mau menyediakan sebidang tanah khusus untuk FASUM/FASOS ini di kompleks yang sedang dijual. 
Kalopun mereka mengiming-imingi menyediakan sekian luas tanah untuk keperluan FASUM/FASOS, oh well kadang gak semuanya ditepati.

Kadang mereka janjikan sebidang tanah yang harusnya bisa untuk dibangun sebuah mesjid, tapi lama-lama ternyata tanah yang dihibahkan cuma bisa bangun mushollah kecil. 

Sisa tanahnya ? Dijual lagi dooong sama developernya. 

Karena bagi developer, akan jauh lebih menguntungkan bagi mereka jika semua lahan di kompleks itu dijadikan area komersil.

Makanya jangan heran jika di dalam suatu kompleks kadang gak ada lahan untuk dijadikan sarana ibadah. 
Prioritas tiap orang dalam memilih kompleks perumahan berbeda-beda sih.

Tapi buat gw dan keluarga gw, rumah idaman yang gak jauh dari mesjid is a mandatory !

Bukan karena gw sok alim pengen ikutan pengajian kompleks sih.
Tapi malesin banget gak sih, kalo mo Shalat Jum'at, shalat tarawih berjamaah musti keluar berkendara dulu ke mesjid di kompleks sebelah ?

Lagian, gw orangnya masih konvesional dan terbiasa tinggal di suasana perkampungan.
Gw lebih merasa 'adem' dibangunin dengan suara tarhim atau suara adzan Subuh ketimbang dibangunin suara weker. 
Tapi again, ini pribadi gw lho ya.

Kalo di dalam brosur dinyatakan ada fasilitas Sport Club, waterpark, dan emang niat memanfaatkan fasilitas ini, jangan lupa check langsung ke TKP. 
Jika memang sport club yang di brosur belum dibangun, coba datengin dan liat sendiri lokasi dan luas lahan yang akan dibangun. 

Silahkan ukur-ukur sendiri apakah luas lahan yang disediakan memang memungkinkan untuk dibangun sekelas Sport Club dengan fasilitas kolam renang olimpiade, waterpark, lapangan tenis dll ?

Jangan-jangan Sport Club yang diklaim oleh Developer itu hanya berupa kolam berkubang renang kecil (kolam anak-anak :p) plus satu ruangan kecil untuk senam aerobik dengan kapasitas 10 peserta. 

4. Coba tanyain bagaimana keamanan dan kebersihan lingkungan kompleks / cluster itu dikelola. 
Apakah sudah diserahkan ke swadaya masyarakat ataukah masih disubsidi oleh developer ? Kalo bisa, Cari tau pula berapa biaya bulanan untuk lingkungan ini (keamanan + kebersihan sih biasanya). Jangan sampe, kita gak mampu bayar. Hahaha #curcol niyee

Tanyakan juga apakah jalan-jalan di dalam kompleks sudah diserahterimakan ke pemda setempat atau masih menjadi tanggung jawab developer.

Jika sudah diserahterimakan ke pemda setempat, ada juga lho developer yang melemparkan tanggungjawab jalan yang rusak, bolong, dan lampu penerangan di sepanjang jalan yang sudah diserahterimakan tersebut ke pemda. 

5. Jangan lupa tanyakan supply air bersih yang didistribusikan ke rumah kita. 
Apakah developer mempunyai pengelolaan air bersih sendiri untuk kebutuhan penghuni kompleks? Jika iya, check apakah supplynya memadai ?

Jika tidak, apakah fasilitas PAM atau PDAM sudah masuk ke kompleks perumahan tersebut ? 

Jika memilih rumah di kawasan Bekasi, Cikarang dan sekitarnya yang mempergunakan PDAM, sebaiknya rencanakan untuk menyediakan tangki air yang gede untuk menampung air.

Karena pengalaman gw pernah mempergunakan air PD*M Bekasi, air yang mengalir itu kecil banget di kalo jam pagi hingga malam. 

Air PD*M Bekesong biasanya baru mulai mengalir agak deras setelah jam 10 ke atas.

Dan itulah salah satu alasan kenapa waktu rumah gw kebakaran, api gak bisa segera dipadamkan.
Waktu itu kebakaran terjadi pas Maghrib. Dan air PD*M di rumah gw dan tetangga sekitar gak mengalir untuk memadamkan api.

Nah baru sektar jam 10 malam gitu deh, biasanya kita nampung air di tangki tadi untuk keperluan kita di siang hari saat air yang mengalir kecret-kecret.

Kalo memang tidak mempergunakan fasilitas PDAM maupun pengelolaan air bersih dari developer, biasanya developer memberikan air sumur bor. 

Jika demikian, pastikan dulu sebelum dibangun kompleks perumahan, apakah lahan tersebut merupakan lahan darat ataukah bekas sawah/rawa.

Biasanya kualitas air dari lahan darat lebih baik ketimbang air sumur bor yang berasal dari lahan bekas sawah/rawa. Air sumur bor dari lahan bekas rawa biasanya berbau dan berlumpur. Bahkan jika dipake dalam waktu cukup lama untuk menggosok gigi, giginya akan item-item.

6. Jika membeli suatu kompleks yang bener-bener baru dibuka, pastikan lagi jadwal serah terima rumah. 

Kadang saat menjual bener-bener masih lahan kosong, ada marketing yang menjanjikan rumah siap diserahterimakan dalam tempo 12 bulan sejak kredit disetujui.

Padahal menurut curcol temen gw, untuk ngurug tanah, membangun infrastruktur dan segala macemnya, diperlukan waktu kurang lebih 6 bulan sendiri lho. 

Jadi kalo posisi kita lagi ngontrak rumah, musti bener-bener deh ngukur waktunya. 

7. Teliti lagi harga rumah kita apakah sudah termasuk SHM ataukah hanya sampai HGB saja. Ohya, selain harga jual rumah, masih banyak biaya-biaya lain lho. Kayak biaya notaris, HPHTB, biaya KPR dll.

8. Seringkali kita jumpai promosi rumah dengan embel-embel tawaran bonus. Seperti 'beli rumah berhadiah motor' atau 'berhadiah langsung AC'.

Jika kita memang tidak memerlukan motor atau hadiah langsung tersebut, langsung ngomong aja sama marketingnya supaya minta dipotong nilai hadiah tersebut dari harga jual rumah.

Gw belum pernah ditawari yang beginian sih. Cuma ini dari pengakuan dari salah satu temen gw yang pernah bergelut di marketing properti. 

'Hadiah langsung' itu bukan bonus cuma-cuma lho. 
Sebenarnya harga 'hadiah' itu dimasukkan ke harga jual rumah kita. 
" So you pay for it, bukan gretong. Kalo ngerasa gak butuh hadiahnya, ngapain kita bayar. " Kata temen gw tadi waktu cerita pengalaman dia beli appartment di developer lain.

9. Periksa dan konfirmasi spesifikasi rumah dalam brosur dengan detail. 
Dalam spesifikasi brosur seringkali tercantum 
" Closet : American Standard / setara ". 
Coba lebih teliti dengan kata-kata "setara" ini ya.

Jika pada saat pembangunan rumah kita, developer tidak menemukan spesifikasi closet American Standard seperti pada brosur di pasaran saat itu, maka tanyakan kesetaraan seperti apa yang mereka maksudkan sebagai pengganti Closet American Standard tadi.

Bukan gak mungkin saat kita komplain menemukan closet yang terpasang di kamar mandi adalah brand cina yang abal-abal, developer menyatakan bahwa kualitas closet cina abal-abal yang terpasang  itu setara dengan American Standard. 

Trust me, it can be happenned!

10. Pada saat serah terima rumah dengan tim teknik atau tim Customer Relation, adalah hak kita sebagai konsumen untuk memeriksa rumah yang diserahterimakan secara detail supaya kedua belah pihak sepakat bahwa rumah yang diserahkan dalam kondisi baik. 

Kalo gw sih ngecek yang simple aja sih, gak sampe yang detail banget kayak gw ngecek kerjaan. 
  • Kalo kita megang spesifikasi yang ditawarkan oleh marketing, pastiin apakah yang terpasang di rumah sudah sesuai dengan spesifikasi yang di janjikan oleh developer. Contohnya : closet American standard tadi.
  • Check bangunan, tembok, pemasangan kusen apakah tegak lurus atokah ada kemiringan. Errr...maapkeun gw ya. Kebiasaan ini kebawa dari pekerjaan sehari-hari di pabs
  • Check jumlah kunci yang diserahterimakan. Apakah semua pintu sudah diserahkan kuncinya ? Sekalian cobalah untuk mengunci pintunya. Lihat apakah susah dalam menguncinya juga membukanya ? Apakah saat membuka pintu, pintunya seret dan susah dibuka ? Hal yang sama sebaiknya dicoba saat menutup dan membuka jendela.
  • Sebaiknya pada saat serah terima bawalah stock lampu yang kita yakin berfungsi dengan baik. Kalo gw kemarin sih coba memasang dan menyalakan lampu di setiap fitting/rumah lampu yang dipasang pada plafon rumah untuk mengetahui apakah fitting/rumah lampunya berfungsi dengan baik. Hal yang sama mungkin bisa dicobain dengan colokan listrik.
  • Perhatikan warna cat yang #terpapar. Apakah warna catnya menyatu ataukah belang belentong ? Belang belentong yang dimaksud di sini adalah walopun warna catnya sama-sama putih, tapi applikasinya kurang menyatu.
  • Check plafon dan dinding rumah. Pastikan bebas dari retak rambut dan bebas dari warna item-item/cokelat tua. Jika ditemukan ada noda item-item / cokelat tua di plafon dan di bagian tembok atas, itu menandakan ruangan tersebut bocor.
  • Check keramik yang terpasang. Pastikan warnanya sama satu sama lain. Kadang dari pabriknya kirim berbeda batch, bisa jadi ada perbedaan gradasi warna. Kalo gw biasanya sampling ketok beberapa keramik pake logam yang tidak tajam. Karena waktu itu gw megang kunci mobil, jadi gw ngetoknya pake kunci mobil. Jika terdengar suara yang berbeda, bisa jadi di bawah keramik itu kopong. Dan itu memungkinkan keramik cepat retak. Simple aja kok. Kalo kita ketok di tempat lain bunyinya " tek tek tek ", di bagian kopong itu bunyinya " tok tok tok '. Pokoknya beda deh. Hal yang sama juga berlaku untuk dinding tembok.
  • Pastikan tidak ada sisa-sisa cat/kotoran yang menempel pada kusen pintu, atau di keramik.
  • Untuk kamar mandi, jangan lupa pastikan level kemiringan lantainya. Jangan sampai air yang di kamar mandi menggenang dan tidak mengalir karena kelevelan lantainya bermasalah.
  • Check tali air di sekitar rumah kita dalam kondisi rapi 
  • Jangan lupa check sistem pembuangan rumah. Cobain flush toilet apakah berfungsi dengan baik.
  • Check juga drainase atau aliran air di garasi. Jangan sampe drainase di rumah baik, eh air menggenang di garasi. :p
  • Check juga apakah kusen, jendela, kayu terdapat keretakan. Periksa juga apakah ada lubang-lubang kecil kehitaman di material kayu rumah kita ? Jika ada berarti material itu sudah rusak atau dihinggapi kutu.
  • Ati-ati kalo menemukan satu dua rayap di lantai. Ohya, Kita boleh kok minta sertifikat anti rayap dari pihak developer
  • Jangan lupa tanyakan retensi perbaikan rumah. 
Jika ditemukan kerusakan di bangunan rumah kita selama masih dalam periode retensi, maka pihak teknik developer masih berkewajiban untuk memperbaikinya kok. Kalo serah terima dilakukan pada saat musim panas, jangan lupa tanyain berapa lama periode retensi untuk bocor.

11. Ohya, biasanya retensi ini gugur dengan sendirinya jika sebelum jangka waktu retensi, kita sudah melakukan renovasi sendiri. 
Hal ini termasuk juga garansi rayap lho. 

Tambahan lagi, biasanya untuk melakukan renovasi, kita harus menyertakan gambar pembangunan rumah, mengisi form ijin renovasi dengan persetujuan tetangga depan, belakang, kanan, kiri kita.

Hmmm...Apa lagi ya?

Kayaknya segitu aja pengalaman gw mencari dan serah terima rumah yang bisa gw share. Ntar kalo kepanjangan, yang baca bisa setres. Hahaha...

Mungkin temen-temen yang pernah punya pengalaman yang sama bisa berbagi tips di sini.

Semoga apa yang gw share di sini bermanfaat buat teman-teman lain dalam mencari rumah idaman ya!

Good luck !

29 comments:

  1. Wah lengkap Ndah, bagus nih buat gw cr rmh, kebetulan gw pengen cr rmh lg, pengen jual rmh yg skrg gw tempatin krn beberapa hal. Thx sharingnya ndah :D

    ReplyDelete
  2. kumplit banget mbak bahasannya, bisa jadi rujukan buat yang mau beli rumah niy, ... selamat pindahan ke rumah dan lingkungan baru yaa....

    ReplyDelete
  3. Uhuuy pengajian buldep di rumah baru indah dong ya.....:)

    ReplyDelete
  4. Makasih Indah. Minta ijin menyimpan tips triknya yah.

    ReplyDelete
  5. aseeeekkkk..mau dooong ikutan warming housenya di bekesyoong...;))

    selalu seneng deh baca tentang perjuangan punya rumah sendiri :,)

    ReplyDelete
  6. Wow keren!!

    Komplit plit infonya,

    Thanks yah mba infonya bermanfaat banget nih

    ReplyDelete
  7. Pengalaman kalau gue dulu sblm serah terima rumah gw ngecek dulu Ndah bareng tukang yg udah gw kenal, karena kalo pas serah terima developer suka bilang entar aja dibenerin setelah serah terima, malah entar kita yg ngejar2 developer, mending developer yg ngejar2 kita kpn mau serah terima. Trus tukang ini yg catetin semua yg gak bener, salah satunya gw minta bongkar paksa keramik di dalam rumah krn warnanya beda walaupun motifnya mirip. abis itu gw cek lagi sama tukang, pas dia bilang oke, gw baru mau serah terima sama developer..

    ReplyDelete
  8. Entah kenapa setelah baca post lo gw jadi ngucap syukur. alhamdulillah gw ga butuh cari rumah di Indo. Ga tau kenapa kok rasanya ribet gitu yaaa.. >___<

    ReplyDelete
  9. Oh iyaa.. Ampe lupaaa.. Selamat untuk rumah barunyaaaa.. Masih di bekasi kah? :D

    ReplyDelete
  10. bukan indah namanya kalo info di blog gak lengkap. Keren aja!

    Barakallah untuk rumah barunya.

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah...

    setuju sama mba vera, bulan depan dirumah indah pengajiannya.. :)

    ReplyDelete
  12. Selamat ya mbak atas rumah barunya, kebayang betapa senangnya ya.

    ReplyDelete
  13. Infonya lengkap banget nih, siapa tau berguna kalau aku mau cari rumah lagi nih. Semoga rumah barunya bikin betah ya

    ReplyDelete
  14. Wuaaah.. makasih Indaaah. Bener banget checklist yang lu bilang. Terutama bagian yang ngecek detail-detail yang mungkin menurut sebagian orang lain remeh temeh. Kemiringan lantai, ngetok-ngetok ubin keramik dan yang terutama tentang retensi kebocoran.

    Selamat menempati rumah barunya ya Ndah.. :) ditunggu warming house party-nya. :)

    ReplyDelete
  15. Meski 'telat' baca kiat *karena skrg udah ditempatin jg rumahnya* :p tp bner deh ini berguna bgt kan buat yg sedang/mau punya properti (lagi) :))

    Barakalloh buat rumah barunya,smg mjadi rumahku surgaku,aamiin..menanti undangan pengajiannya klo gitu :D *ngarep*

    Trimikisi yaa maak In

    ReplyDelete
  16. kalo rumah bukannya udah semua SHM ya? emang masih ada yang HGB ya? kirain apartemen doang yang HGB...

    ReplyDelete
  17. waah..lengkap :)
    Selamat yah buat rumah barunya..
    btw kalo ajb itu kira-kira selesai berapa lama?truz kita dapet kan salinan ajbnya walaupun beli rumah kredit?

    ReplyDelete
  18. Baru pernah 3x hunting rumah sama bapake, itu juga sempet kesel kenapa dese segitu telitinya, yang pitik-pitik ditanyain. Abis itu jadi males mo hunting lagi.
    Ternyata mungkin karena dese anak teknik kali ya, jadi pemikirannya detail, sama kayak lu, Ndah :D
    TFS, insya Alloh suatu hari nanti kepake :)

    ReplyDelete
  19. Hi mba, salam kenal dari silent reader blog nya.

    Aduh, pas bgt ama kondisi aku yg lg galau tingkat provinsi soal rumah. Dari jatuh bangun sendiri lalu pindahan sendiri, renovasi dll.

    Sharing menguatkan skali.
    Btw, aku tgl di BSD. krjnya di serpong kah?Semoga jadi tetangga baru ya.

    ReplyDelete
  20. Soal air itu, Ndah, itulah salah satu alasan utama kenapa kami milih rumah kami yg sekarang, secara airnya ngalir deras 24 jam tanpa brenti...pengalaman di rumah kontrakan yang walopun daerahnya di tengah kota, tapi air ngalir cuma dr jam 10 malam sampe jam 4 pagi saja..nyusahiinn :D

    Anyway, selamat buat rumahnya ya Ndaaahh...so happy for you!

    ReplyDelete
  21. kumplit plit insyaallah kepake tips2nya kalo nanti mau beli rumah AMINNNN hehehe TFS ya mb

    ReplyDelete
  22. Hai mbak Indah, salam kenal. wah pas banget nih postingan cek listnya. Kebeneran aku juga lagi rumah, walau bukan rumah baru dari developer tapi tips cek & riceknya bantu deh, soalnya aku buta banget apa apa aja yang mesti di cek, padahal kan kalo rumah second justru harus lebih teliti ya :)

    ReplyDelete
  23. Hai Mba Indah, salam kenal. Wah keren banget nih tips-tipsnya. Kompliiiiiiittt.... Langsung save link as bookmark ah....

    ReplyDelete
  24. TFS, lengkap bener cyiiinnn :)

    Congrats ya Ndah semoga berkah dengan rumah barunya.

    Undangan mana undangan? :p

    ReplyDelete
  25. Indah, gue kan cerita yang perumahan yang gue naksir kmrn itu. Tp yang bikin gue agak heran :

    ini developernya kynya bagus sih, laku gak laku pokoknya mereka tetep bangun rumahnya sampe jadi semua. total 50 unit

    fasos nya cuma kolam renang gitu kynya jg ga gede2 amat

    tp nanti setelah semua rumah udah kejual, pengelolaan cluster diserahkan semua ke penghuni. Jadi yang urus kebersihan, satpam, fasos dll itu kita rembukan sendiri gitu. Developer istilahnya udah ga ngurus lagi karena semua rumah udah kejual. jadi di kasih aja semua ke warga. mnrt lo gmn yang gini?

    Ican sih ga masalah ktnya ntar kan ditunjuk RT. Tp iya klo RT nya bener yak..

    ReplyDelete
  26. maksih mbak Indah bahasannya..komplit banget. Oiya, sertifikat rumah saya tertukar dengan tetangga, ngurusnya gimana ya biar bener?

    ReplyDelete
  27. Mbak lengkap banget...thanks inpohnya..
    btw..aku beli rumah yang sekrang kami tempati ini kayaknya nggak berdasarkan list listan diatas..hiks..karena kami di bintan ini awalnya kontrak..ndelalah yang punya mau jual...jadi karena nggak mau pindah pindah lagi dan masih ngontrak yo wis dibelilah rumah ini..tapi benarnya udah cinta juga..dari awal menikah dan ke bintan rumah ini jadi saksi...kalo di bintan ini yang dilihat..masalah airnya yang utama..sumur atau PDAM..sumurnya gimana kualitasnya..soalnya kalo musim kering ampun ampunan susahnya..PDAM pun sering macet berebut..jadi aset sumur sumber air ini paling penting kayaknya...jadi alhamdulilah disini lingkungannya ok, kebanyakan orang Hotel yang di kawasan lagoi dari berbagai macam suku bangsa..bali, batak, jawa, sumatera,...aman...
    Finally ....tapi aslinya masih ngiler pingin punya rumah dijawa..jadi masih dalam rangka kearah situ...semoga kelak terwujud..
    btw thanks infonya..di copas untuk hunting rumah idaman sesi dua...*walah...

    ReplyDelete
  28. Asw. Mba Indah..Alhamdulillah banget bisa terdampar di blog ini..sungguh informatif banget.. terutama buat saya yang mau proses KPR...
    Jazakillah yaa..dan Barakallah buat rumah barunya...aamiin..

    salam kenal

    --aRie--

    ReplyDelete
  29. Yap. Bener gan. Thanks sudah sharing ya

    ReplyDelete