11.22.2012

Cinta Pertama Gw : Frederick dan Impian Selanjutnya

Kadang terpikir oleh gw, apakah gw ini beneran tergolong kaum #antimainstream ?
Saat hampir semua ibu-ibu muda yang merancang rumah masa depan sibuk mencari inspirasi Kitchen Set, sibuk mantengin katalog IKEA, Ace Hardware,
gw malah sibuk membayangkan satu pojok dalam rumah idaman kami dimana gw dan Athia bisa melakukan our-quality-time-together.  

Satu tempat yang nyaman, dimana gw duduk berempet-empetan dengan Athia, 
Menyandarkan punggung kami dengan sante pada bantal empuk bersarung bantal yang halus.
Di tengah rinai hujan yang meninggalkan jejak-jejaknya pada kaca jendela, kami menarik selimut
Menyeruput minuman hangat dan meneruskan cerita seru dari buku yang kami baca.

Sejak ikut Seminar Tetralogy Session 1 , gw mulai berhati-hati dalam memilih buku bacaan. Fakta menyatakan bahwa sebagian besar anak-anak mengenal pornografi justru dari koleksi orang tuanya. 

Jelas semua koleksi stensilan gw dulu harus diumpetin:p. Gw jadi inget beberapa koleksi novel gw yang ikut terbakar di rumah yang lama. Bukan novel erotis sih, tapi di dalam ceritanya, penulis mendeskripsikan 'percintaan ala orang dewasa' antara tokoh utama dengan mantan pacarnya. Ato sekedar memberi bumbu nyerempet-nyerempet ke arah pacaran dan sentuhan fisik. Kalo dalam Seminar Tetralogy Session 2, istilahnya sentuhan jelek.

Yah namapun novel beraliran metro-pop. 
Tapi, bukan gak mungkin suatu hari Athia ikut membaca novel itu sebelum dia paham betul. Belum lagi komik-komik Jepang yang kadang dianggap bacaan anak-anak, tapi sebenarnya mengandung kontent orang dewasa. 

Gak gw pungkiri, dalam cerita salah satu komik detektif favorite gw beberapa tahun yang lalu, sang detektif remaja itu yang menurut gw kurang memberikan edukasi yang baik untuk anak-anak. 
Kayak menggambarkan betapa lopelope sang detektif saat mengintip celana dalam teman wanitanya. 
Ato adegan bagaimana ketertarikan sang detektif terhadap payudara tokoh wanita di komik itu.

Kemudian, masih dalam proses memilih buku yang bisa menjadi bacaan yang menarik untuk dibaca kami berdua kelak. Gw iseng dong ngeliat-liat koleksi novel keponakan gw yang masih abege. Gw memilih satu novel secara random, mulai membacanya. Ngernyit dan sepuluh menit kemudian memutuskan untuk menyudahinya. Ambil buku yang lain. Eternyata emang gak jauh-jauh dari kisah percintaan remaja. That's it. Not meaningfull.

Kebetulan salah satu sohib gw, @astie92 punya satu kios yang menjual buku-buku di Pasar Festival. Kepada dialah, gw untuk pertama kalinya mengeluh. 
Bahwa zaman sekarang, gw merasa susah untuk menemukan buku-buku yang bisa dinikmati untuk semua kalangan, tak terbatas oleh usia, dengan ide cerita universal namun tak lekang dimakan waktu. 

Apakah keluhan gw ini terlalu berlebihan ?
Kemudian gw ingat koleksi bacaan gw sewaktu kecil. Seingat gw, gw punya cukup banyak koleksi. Jujur, gw malah gak punya banyak koleksi mainan. 
Mungkin gw termasuk anak yang jarang bermain. Karena di lingkungan rumah dinas bokap gw di Kompleks Timah jarang dihuni anak-anak sebaya gw. Sehari-hari Gw lebih suka duduk di tempat tidur sambil baca buku.

Dan sedari kecil, gw emang udah menyampul plastik cover buku-buku gw. Gw susun rapi di kamar gw. 

Namun, nyokap gw kurang suka dengan cara gw ini dalam menghabiskan waktu di rumah. 
Nyokap gw termasuk generasi orang tua yang gemar bertanya ' kamu udah ngerjain PR ? Udah belajar belon ? Belajar gih, siapa tau besok mendadak ada ulangan !' kepada anaknya. Jadi nyokap gw gak suka kalo gw menghabiskan waktu di kamar dengan membaca buku-buku koleksi gw. Kecuali liburan, nyokap gw pengennya gw membaca buku pelajaran, buku pelajaran dan buku pelajaran.  

Akibatnya, tanpa sepengetahuan gw, semua buku-buku koleksi gw diumpetin. Masih mending kalo seabis ngumpetin, nyokap gw inget dimana dia ngumpetin buku-buku gw. Sehingga saat masa liburan, gw boleh mendapatkan kembali buku-buku kesayangan gw. 

Masalahnya nyokap gw juga lupa dimana tempat ngumpetinnya, setiap gw tagih.

Disinilah bakat detektif gw mulai terasah. Gw pun mengendus-endus setiap inchi rumah gw demi mencari buku-buku koleksi gw. Kadang ada yang ketemu, 
kadang gak. Sampe gw benar-benar kehilangan jejak semua koleksi buku gw yang gak sedikit. Gw pecinta Enid Blyton ketimbang buku-buku karangan lain.

Awalnya gw memang suka buku-buku bergambar. Karena kehabisan bahan bacaan *yeah, gw sampe kecanduan sama bacaan*, gw mulai melirik buku-buku bacaan peninggalan kakak gw sebelum dia exodus pindah sekolah ke Jakarta.

Buku bacaan tanpa bergambar yang gw baca pertama kali adalah Lima Sekawan : Rahasia Logam Ajaib, peninggalan kakak gw. 
Gw menemukan buku ini secara tidak sengaja sewaktu umur sekitar 8 tahunan lah. Awalnya gw gak tau kalo itu buku cerita karena udah kumel dan gak ada gambar sama sekali. Gw mulai membaca tiap halamannya, terhanyut dalam ketegangan dan asyiknya petualangan yang mereka alami, dan terus ketagihan. 

Di situlah gw mulai jatuh cinta dengan buku-buku Enid Blyton. Dari Lima Sekawan, Sapta Siaga, Empat Petualang, Empat Serangkai, Pasukan Mau Tahu, you name it. 

Baru-baru ini Gw tersadar bahwa cinta pertama gw bukanlah Jordan Knight, melainkan Frederick Algernoon Trotteville. Betapa dulu gw pernah tergila-gila pada anak tunggal yang kaya, pintar dan agak sombong ini.
Picture's taken from here
Dan Versi terbaru, malah lebih keren...Oh, isn't he so cool ? *menurut gw :p*
Picture's taken from here
Membandingkan apa yang dibaca para keponakan gw dengan apa yang pernah gw baca semasa gw seusia mereka, gw pun merasa ingin membagi pengalaman yang pernah gw alami dulu kepada Athia. Imajinasi gw saat itu mencerna setiap detail yang digambarkan oleh penulis dengan sangat baik. Membuat gw ingin ikut bertualang, merasakan gairah memecahkan misteri. 

Indah kecil pernah berimajinasi membayangkan mengayuh sepeda di suatu pedesaan di Inggris. Pernah mengkhayal gimana rasanya duduk di hamparan rumput di tengah hutan, menggelar tiker, menghamparkan makanan-minuman yang gak pernah gw cicipi semasa itu. Hanyut mengalir bersama cerita dalam buku itu.

Membaca komentar Arman mengenai koleksi Detektif Cilik, ah... gw juga dulu tergila-gila sama buku ini. 
Finally, gw berhasil ngumpulin kembali ke-14 seri lengkap Detektif Cilik
Dan tiba-tiba gw punya ambisi baru. Mengumpulkan lagi buku-buku lama yang menurut gw akan seru banget kalo gw baca berdua dengan Athia. 
Walopun kadang masih ditemukan kata-kata kurang pantas seperti 'goblok', 'bodoh' tapi setidaknya dalam buku cerita ini gak ada kontent yang menyerempet-nyerempet kayak komik-komik Jepang itu. 

Perburuan pun dimulai! 
Cibir keponakan gw ' Hah ? Mo cari buku bekas di Senen ? Hare gene, udah jamannya belanja online kali, Cu! '
Iyaa deh, awalnya gw cari buku-buku jadul ini di online shop. 

Namapun membeli buku bekas yak. Jadi gak ada standard price seperti layaknya beli buku baru di toko buku online. :p. 
Harga yang ditawarkan serta kondisi buku pun beraneka ragam. 
Kalo nasib lagi beruntung, loe bisa dapetin buku dengan kondisi mayan baik dengan harga yang worth it banget.

Antara pengen ngubek-ngubek buku bekas dengan tangan sendiri dan penasaran harganya di toko offline, gw pun minta temenin Hani ke pasar buku bekas di Senen-Kwitang bak Cinta -Rangga  di AADC. 
Eh yang mana ternyata lapak-lapaknya udah gak sebanyak waktu gw nyari komik Candy-Candy beberapa tahun silam. 
Walhasil gw pulang tanpa membawa sebuah buku pun. Tapi akhirnya gw dan Hani malah kencan makan es krim di Baltic.

Ealaah, malah di dekat rumah gw di Bekesyong, ada satu toko buku yang menjual buku-buku bekas. Namanya Gudang Buku, letaknya di lantai paling bawah di BesQ. 

Sayangnya, gw gak mendapatkan buku yang gw cari di sini. Ada satu rak panjang yang khusus dipergunakan untuk memajang komik-komik lama. Bagi yang nyari buku Girls Talk, Goosebumps RL Stine, kemarin sih gw banyak nemu tuh di situ. 

Dari pengalaman gw berburu buku oldies, buku-buku edisi lama dari Lima Sekawan, Pasukan Mau tahu, Detektif Cilik, Sapta Siaga, kisah-kisah asrama kayak Malory Towers, St Clare bisa dengan mudah ditemukan online. 
Tinggal pinter-pinter kita aja nyari yang mo ngelepas dengan harga paling reasonable dan kondisi masih layak untuk dikoleksi.

Nah yang rada susah tuh, waktu gw nyari serial lengkap Empat Serangkai. Sekarang sudah mulai langka di pasaran. Kalo serinya yang berjudul " Rahasia Lorong Spiggy" dan " Gunung Rahasia " mah masih mayan gampang ditemuin. 

Tapi seri yang judulnya " Pulau Rahasia ", " Rahasia Pegunungan Killimoon" dan " Rahasia Kastil Bulan ", semua OLS yang gw tanya pasti menjawab 'maap, tapi judul itu OOS'.

Membuat gw penasaran untuk menjambangi salah satu pasar buku bekas di Jakarta Selatan. Dan saat melihat tumpukan buku di sana, gw serasa di langit ke empat! 
Gw menemukan banyak buku-buku penuh kenangan masa kecil gw di sana. 
Dan coba tebaaak... di satu toko nyempil di belakang, gw menemukan benda keramat gw!
Serial kumplit Empat Serangkai
Jack, Peggy, Mike and Nora
Gara-gara baca postingan review buku dari Mbak Nadia yang ini, gw jadi tertarik cari buku dengan judul sama. Dan ketemuuuu....



Selain Enid Blyton, gw juga dapet koleksi buku-buku Astrid Lindgreen dan Edith Unnerstad. Siapa yang juga koleksi O'Mungil, Si Bandel, tamasya kapal pesiar ?
Gw malah belum pernah baca sih buku ini...
Pelan-pelan semua koleksi yang pernah gw miliki dulu udah terkumpul kembali. Saat memegang dan membaca buku yang terakhir gw baca dulu mungkin errr... lebih dari sepuluh tahun yang lalu, gw lupa-lupa inget jalan ceritanya. Nyaris seperti membaca buku yang belum pernah gw baca.

Hani sampe geleng-geleng liat kegilaan gw terhadap buku, namun kegilaan ini pengen gw warisin ke Athia supaya kami bisa melakukan hal gila ini bersama. Hahaha...*nyari temen*

Alhamdulillah, setelah impian ini akhirnya benar-benar terwujud, Sekarang salah satu resolusi gw tahun depan adalah mewujudkan impian selanjutnya : notre bibliotheque.

So, apa impian mu untuk tahun depan ?

17 comments:

  1. dulu aku punya semua lima sekawan, empat sekawan, bahkan cerita detektif si nancy drew. sekarang ilang semua huhuhu. tapi bener Ndah, bacaan jaman dulu itu lebih bagus buat anak-anak. jaman sekarang ini, bacaan anak selain ada konten dewasa, juga banyak yg menjurus ke konsumerisme.

    ReplyDelete
  2. @ Novi,
    Aku baca salah satu buku dari penulis udah ngetop lah. Menurutku ide nya kurang menggigit. Salah satu contoh nulis soal kehidupan emak-emak jaman sekarang.

    Dan bener banget, konten dewasa plus menjurus ke konsumerisme. nongkrong di coffee shop, shopping di high street brand kayak Zara, mango. Itu yang bikin gw ngerasa kok kayak blogwalking instead of baca buku ya. #no offense ya.

    ReplyDelete
  3. aaaaak!!
    aku masih nyimpen tuh O Mungil!!
    disaat aku hrs melepas The Babysitter's Club (krn bener2 ga ada tempat buat nyimpen), aku masih simpen O Mungil-ku :)
    ntar aku fotoin deh, biar gak disangka hoax :))

    ReplyDelete
  4. Bok...pasar buku bekas di jaksel dimananya yak?

    kalo gue dulu blom kenal buku detektif cilik, bloman lahir deh keknya gue waktu itu.. ;p

    ReplyDelete
  5. Gw masih punya koleksi komik Steven Sterk, Tintin, Flik dan Fluke dan Lucky Luke :)). dulu bokap nglarang gw beli komik Jepang, tp borong buat gw (as a reward) komik2x itu. klo yg bacaan gw suka enid blyton's Malory Towers, serial Laura Inggals Wilder (Little House). Btw mbak indah, gw pernah lihat di Gramed** buku2x enid B. dkk itu masih suka diproduksi ulang.

    ReplyDelete
  6. gw juga ngerasa hari gini susah nemu bacaan. Yg lagi beken kemaren si 50 shades itu begitu cerita nya..blm baca si gw huhu

    Tp gw kok skr jd males baca ya..pdhl dl kecil hobi gw ke gramed dan toko buku instead of toko mainan.

    Btw, spamming ya kakakkk

    Visit : www.turiskece.com

    *ngibrit*

    ReplyDelete
  7. Maaak terinspirasi nih pengen ngumpulin buku2 cerita lama :)

    Saya jg penggemar Lima Sekawan dan Lupus!! eh Lupus gak msk itungan utk anak2 deng, hehehe...

    ReplyDelete
  8. aduh... jadi gatel pengen komen... padahal selama ini silent reader...
    aq juga suka banget buku lama... dulu malah punya banyak banget... cuma pas aq kuliah... sama nyokap diloakin en dikasi ke sepupu gara-gara nyokap pikir aq udah ga baca-baca buku itu lagi... mau nangis ga siy...
    tambahan mbak indah...
    trio detektif, stop, si kembar dari st. clare...
    dulu sampe punya buku cerita lepas enid blyton kayak rumah beratap merah dan lainnya...
    truss mallory towers mah jangan ditanya lagi... khatam luar kepala... qeqeqe...
    tapii... komik jepang juga punya siy :D... secaraa yaa komik jepang dulu ga vulgar dan lumayan lucu plus menghibur... kayak pop corn ato karangan waki yamato (miss modern, little new york, yokohama)... hadehhh jadi inget masa-masa duluuu...
    sekarang mulai dikumpulin lagiii euy... untung suami juga suka komik-komik lama... jadi kalo ke toko buku bekas di cilandak ato di terminal blok m... udah asik aja sendiri nyarinya... walopun koleksinya suami itu komik-komik cowo lama kayak kunguboy, boy action, ashura n lainnya...
    wah jadi pengen bikin postingan sendiri aja deh ini kayaknya... jadi inget memori lama soalnya... wkwkwkw....

    ReplyDelete
  9. nyesel juga dulu kurang apik ngerawat buku2 yg gw punya..

    untungnya semua metropop gw udh gw hibahin ke temen gw yg hobby baca jd biarlah di simpan baik2 sama dia dan ngga di baca sama anak gw nantinya :D

    ReplyDelete
  10. beberapa buku sudah dicetak ulang ya mbak. koleksi lima sekawanku jaman SD banyak yang hilang karena dipinjam teman gak dikembalikan

    ReplyDelete
  11. mba indah...baca tulisan ini jd inget pas kecil dulu, sama banget aku juga suka baca2 yng mba tulis itu, tp berhubung minjem,jadi ga punya di rumah :(
    thanks ya, mba, jadi terinspirasi niy buat nyari juga supaya jd bacaan anakku

    ReplyDelete
  12. ih indah mending lo disumputin doank. gw mah begitu SMP smua buku bacaan gw ama emak gw disumbangin. bagus si,,, berderma.. tapi kan gw jadi ga ada peninggalan buku masa kecil gw :D

    dulu gw koleksi STOP semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa... gw ga gitu suka buku cerita bergambar atau komik soalnya..

    i love creating my own imagination.

    ReplyDelete
  13. klo ke lagi ke besq aku juga suka mampir ke gudang buku... berasa ada di jaman dulu lagi ngeliat buku2-lama disana...

    ReplyDelete
  14. Ohh...gw punya semua tuh serial Malory Tower dan St. Clare Enid Blyton, beberapa buku STOP, Lupus, Olga.

    Sengaja disimpen sebagai 'legacy' bwt anak2..kl novel Tetralogi Laskar Pelangi gw masukin jg sebagai harta warisan bacaan.

    ReplyDelete
  15. Wah mbak, pas banget postingan ini. aku lagi nyuruh anak-ku baca yang Tamasya Panci Ajaib nya edith unnerstand.
    Ceritanya ttg keluarga penemu panci peep larson yang berkaravan menjajakan panci. Keren dan kaya imaji buku ini. Ttg buku anak tempi dulu, Setahu saya koleksi lengkap cerita lima sekawan sdh dicetak lagi sama gramedia.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. kudu mengenyahkan Twilight dari koleksi nih Mba. T.T

    ReplyDelete