10.08.2012

Impian di Bulan Oktober

Makin ke sini gw makin yakin bahwa tidak ada persyaratan standar yang baku untuk sesuatu yang kita sebut dengan " Rumah Idaman ".
Baik ASTM, DIN, IEC, BS, AS maupun SNI gak ada yang ngebahas standard rumah idaman. *kriik..kriik..kelamaan berkutat sama beginian*

Seperti layaknya sesuatu yang dekat dengan hati, rumah idaman itu gak bisa diukur dengan sederet measurement system, melainkan sangat subjective.

Gw pernah berpikir kenapa orang rela mengeluarkan sejumlah uang sampe milyaran untuk beli rumah di kawasan Angkasia, pinggiran Jakarta. Dengan harga segitu, kan seharusnya dia udah bisa beli rumah di Kenanga, kawasan menengah di Jakarta Pusat "


Tapi ternyata seseorang yang pernah ngerasain tinggal di Kenanga malah menulis status " Untung deh akhirnya pindah ke Angkasia ini. Emang lebih jauh dari tempat aktivitas, tapi kawasannya udah rapi, semua fasilitas udah lengkap untuk kehidupan sehari-hari. Gak crowded kayak di waktu tinggal Kenanga dulu, dimana gw merasa terlalu bising untuk kehidupan normal "

Dan yang menulis status itu gak bisa membaca pikiran gw. Bener-bener murni hanya suatu kebetulan.

Tapi begitulah jika kita sudah berbicara spesifikasi 'rumah idaman', setiap orang akan merujuk kepada standar yang berbeda. 
Tergantung kepribadian, kebutuhan dan tentu saja budget yang dimilikinya.
Karena seberapapun spesifikasi dan standar rumah idaman yang kita tentukan tapi jika tidak didukung sepenuhnya oleh isi kantong, ujung-ujungnya yah gak kebeli juga. :p

Sebenarnya gw dan Hani gak berani bermimpi terlalu tinggi mengingat kemampuan finansial kami. 
Jadi rumah yang 'hub Bu Diah' di Jalan Ki Mangunsarkoro, Hang Lekir, Patiunus, Pondok Indah pastinya udah kami tip-ex dari daftar rumah impian. 
Sayangnya, kami bukanlah pasangan yang sudah disiapkan sejumlah deposito/aset oleh orangtua kami yang bisa kami pergunakan sebagai modal mengarungi rumah tangga ini.
Entahkah gw harus nelangso, merasa tergemblengi atokah justru saling membesarkan hati.

Seperti kata Novi waktu ninggalin komen di postingan gw, " ...But at the end, I realized that God has given me the best thing according to His Best Judgement!  Kalopun pemberian Tuhan itu harus diawali dengan embel2 kerja sampek ngesot, itu karena Tuhan ngeliat kita kuat. Jadi berbanggalah karena itu (dianggap kuat sama Tuhan).

Sumpah, Nov, gw baca komen ini di BB dari kantor menuju parkiran dan sukses bikin gw mewek sendiri waktu nyetir. Pas banget saat itu gw lagi galau segalau-galaunya. Makasih ya, Nov...*hugs*


Sepanjang tahun ini gw blogwalking dan menemukan banyak cerita mengenai mereka berburu dan akhirnya menemukan rumah idaman. 

Rumah dimana kami pernah mengalami musibah kebakaran itu sepertinya bukanlah rumah yang nyaman untuk kami tinggali. Terlebih lagi waktu tinggal di sana, tepat selisih 3 rumah dari rumah kami, kami punya tetangga yang jobless dan suka bikin keresahan bagi penghuni lain.

Gw pengen bercerita bagaimana gw dan Hani, selayaknya pasangan lain  mencari rumah idaman.

Seringkali kalo ngomongin rumah, gakkan lepas dari yang namanya investasi.
OK, gw akuin gw emang rada matre. Dikit sih. :p

Tapi kali ini gw gakkan share bagaimana hunting rumah yang akan memberikan nilai investasi berlipat-lipat.
Karena bukan itu tujuan gw membeli rumah untuk saat ini. Gw tidak sedang membeli rumah untuk investasi, tapi mencari rumah sebagai tempat bernaung keluarga kami.
Nilai investasi yang terus menerus naik (beli wiken, Senin harganya udah langsung naik) memang penting tapi bukan segalanya buat gw yang kadang sentimentil.

Sebagai contoh, gw belum pernah mengukur berapa nilai investasi rumah nyokap gw. Mungkin karena kami memang belum punya niat untuk menjual rumah nyokap gw. Terlalu banyak kenangan yang disimpan di dalam rumah itu 
  • Tempat dimana gw ngenalin pacar-pacar gw ke orang tua gw untuk pertama kalinya
  • tempat gw menghabiskan masa-masa alay sebagai remaja
  • tempat Hani meminta ijin sama alm bokap gw untuk menikahi gw
  • tempat kami mengadakan akikahan Athia
  • tempat dimana alm bokap gw menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang di Jum'at Subuh 
  • Tempat dimana gw selalu merindukan suasana Ramadhan di sini
Kalo soal spesifikasi fisik, harapan gw kurang lebih samalah kayak spesifikasi Diandra, Mommy Ben waktu hunting rumah idamannya.

Nah, dibalik kematrean gw, gw justru ingin mengangkat cerita dari sisi emosional gw yang kadang lebih dominan...

Aaah, masih ingat rasanya betapa excitednya gw dan Hani saat survey pertama kali melihat lingkungan rumah yang sekarang kami tinggali ; Menemukan sekolah formal pertama untuk Athia, Sampe menemukan genk emak-emak kompleks yang kompak. Sesuatu yang sepertinya mulai jarang dimiliki emak-emak kompleks lain. 

Walopun katanya Bekesong jauh nan pelosok (padahal jika diukur dengan kilometer, Bekesong cuma berjarak sekitar 15 KM dari Cawang),
Yang konon katanya sih Bekesong tuh udik, gak elit, perkembangannya gak secepat pinggiran Jakarta yang laen,
Testimoni nya : Investasi di Bekesong naiknya gak secepat di tempat lain,
Dan bla bla bla...

Tapi seperti yang gw bilang, di sinilah emosi kami mulai masuk.
Gw, Hani dan Athia sudah terlanjur cinta dengan kehidupan kami di sini.

Bukankah yang terpenting untuk sebuah rumah adalah saat loe merasa nyaman, saat loe merasa fun mengeksplorasi banyak hal baru yang menarik, saat loe merasa kebutuhan loe terpenuhi dalam ruang yang terbatas itu, dan  membuat loe merasa hangat ditengah orang-orang tercinta ?

Apalah artinya rumah megah bak istana jika itu membuat loe merasa sendiri di tengah hiruk pikuk keramaian metropolitan, tidak membuatmu merasa di tempat layaknya surga ? *OK, sebenarnya ini nyinyiran orang tak mampu sih. LOL*

So, mulailah kami hunting-hunting rumah di sekitaran Pekayon-Galaxy sini, sampe kami merasa hampir bertemu dengan rumah yang kiranya berjodoh dengan kami.
Lokasinya gak jauh dengan rumah kami yang sekarang, di Villa Pekayon Indah.
Dan sayang sekali ternyata rumah ini tidak berjodoh dengan kami. Dan setelah gw kerja di perusahaan developer kemarin, rasanya memang patut disyukuri ketika kemudian kami tidak jadi membeli rumah di situ.

Sampai suatu hari sewaktu gw masih kerja di pabrik yang lama di Cikarang, yah sekitar satu tahun yang lalu lah....

Gw dan Hani suka beli jajanan di satu perumahan, yang gerbangnya tinggal koprol tiga kali dari gerbang utama kompleks perumahan kami yang sekarang. Kebetulan es cendol duren dan es cincau yang dijual di kompleks perumahan lama ini emang bikin nagih. 


Nampaknya menikahi gw di tahun kelima, bikin Hani bisa melihat pancaran sorot mata gw yang rada naksir rumah di kompleks sini. Jajanannya mayan enak-enak with reasonable price, gak terlalu rame kayak Galaxy yang mulai crowded buat gw, ada pilihan sekolah yang bagus di sekitaran kompleks. Yah intinya gw cuma nyeplos setengah bercanda " Kita bisa beli rumah di sini ya gak, Han ? " 

Hani dengan kepedean di atas level gw ngajakin gw ke kantor pemasaran. Gw masih ragu untuk mengiyakan ajakan Hani sekedar ke kantor pemasaran. Gak pernah terpikirkan oleh gw kalo suatu hari kami mampu beli rumah di kompleks ini. Karena yang gw tau orang pabrik gw dan orang kantor Hani yang pernah bertempat tinggal di sini adalah level Senior management. 

Yassalam. OK. Cukup tau dirilah. 
Siapa gw, siapa Hani dan siapa mereka. 

Tapi Hani kok tetap nekad mendatangi kantor pemasaran, kemudian keluar dari kantor pemasaran sambil nenteng brosur price list dan nyodorin buat gw liat. 
Itu kejadian di setahun yang lalu. Yang bikin gw makin mantap. 

Makin mantap untuk mundur teratur maksutnya.
Gak berani berpikir sampe jauh karena inget jelas angka tertera di slip gaji gw dan Hani yang kami terima setiap bulannya. Heu heu heu...

Temen kantor gw pernah bilang " Rumah itu jodoh-jodohan, Ndah"...

Karena ngerasa gak mampu beli di situ, kamipun mulai menulusuri di daerah Jatibening sampe gw diam-diam bisa nemu rumah Firah dan rumah Cimon. Prestasi banget lho buat gw yang gak apal daerah Jatibening situ. Hihihi...

Ngeliat beberapa semacam townhouse baru di daerah Jatibening sono.
Namun kami gak pernah bisa move on. Selalu aja gw nemu sesuatu yang mengganjal . 
Masalahnya cuma satu : gak sreg di hati gw. *bener kata Mas Ary Indra dalam Seminar Warna Impian beberapa minggu yang lalu. Dalam penentuan rumah, kita emang berusaha mempersiapkan semuanya. Tapi tetep aja MAMA yang menentukan. Huahaha...*
Jadi selalu adaaaa aja minusnya. Apalagi gw kalo ngecek rumah bermental auditor, Bok. hihihi 

Siapa yang menyangka, cuma berselang satu tahun kemudian Allah mengubah keadaan.
Setahun kemudian, setelah capek berkelana ke sana kemari, masuk kantor pemasaran ini, itu, brosing-brosing website, akhirnya Hani give up dan ngajakin mendatangi kantor pemasaran itu lagi. " Ah, percuma kita cari-cari yang lain, kalo hatimu masih penasaran mo di situ, Mom "

Lalu, gw mulai percaya apa kata temen kantor gw dulu itu.
Kadang dalam berburu rumah idaman, faktor 'apakah ini akan jadi investasi menguntungkan ?' tidak melulu jadi penentuan loe dalam keputusan beli ato gak.

Kayak gw naksir setengah mati sama rumah di Ki MangunSarkoro, tapi gw gak berani menghubungi Bu Diah karena gw gak punya duit sebanyak itu. :p
Ato ada rumah yang masuk budget, lokasi lebih dekat, tapi somehow gw merasa gak sreg aja.
Berjodoh dengan suatu rumah itu adalah jika hati loe merasa cocok, dan loe mampu membelinya.

Percaya gak, dulu secara itung-itungan kami rasanya gak mungkin, namun sekarang atas kehendak Allah, ngitung-ngitung lagi kok hasilnya beda ya.
Dan BISMILLAH rasanya kami bisa mewujudkan rumah impian ini.

Mungkin ada yang nepok jidat 'yaeelah impiannya sederhana banget '
Yabwesh gimana dong, impian itu memang harus se-sengak mungkin setinggi langit, tapi kan teuteup harus yang achievable. 
Ini aja pake perjuangan setengah modar. *lagi-lagi curcol*
Gw kasih tau ya, sesungguhnya rumah itu gak murah, Jendral. 
Dan di sini, gw gakkan membohongi diri gw sendiri depan publik seakan-akan money is not an issue for us.
Jelas banget, budget is a big issue! Hahaha...

Eniwei, walopun udah diberikan jalan oleh Allah, tetep jalan yang ditempuh harus pake berliku-liku dulu. Seperti yang gw bilang, untuk mendapatkan apa yang kami inginkan, gw dan Hani harus meraihnya dengan berjuang. 

Sempet harus jungkir balik, untuk memenuhi semua persyaratan termasuk dana yang harus disediakan, biaya KPR, BPHTB, notaris you name it!
Sekarang gw tau kenapa CiMon sempet banting kalkulator. :p
Sampe kemudian gw mulai lelah berjuang muluk seperti yang gw keluhkan di blog.
Gw udah masuk ke satu titik yang " pasrah ".

Saat hati gw udah ikhlas memasrahkan semua kepada Allah, memasuki bulan October kemarin, kemudian Allah menjawab lain.
Oktober adalah bulan dimana gw pernah melepas kepergian bokap gw untuk selama-lamanya.
Setahun yang lalu, gw ingin membuat belio bangga bahwa akhirnya gw mampu meraih yang satu ini.

Tahun ini, kembali di awal Oktober, satu kabar gembira datang ke hadapan kami.
Salah satu bank sudah mengirimkan persetujuan pembelian rumah impian kami,
Yang harus dibayar dengan tetesan keringat dan airmata,
Yang Insya Allah dari uang yang membawa keberkahan

Alhamdulillah Ya Allah, pada akhirnya Engkau sudah mengabulkan do'a kami
Mungkin Engkau menganggap kami kuat dan mampu melewati rintangan  
Mungkin Engkau ingin mengajarkan kepada kami makna bersabar dan berserah diri..

Terima kasih untuk suami gw tercinta, yang udah berjuang segala daya upaya bersama gw untuk menjadikan impian ini jadi kenyataan.
Thank you so much, Sweetheart..for making it happens.

Semoga rumah yang baru ini tidak hanya akan menjadi our new house, tapi lebih dari itu. Menjadi our new home dimana kelak kami menemukan hakekat rumah yang sesungguhnya...

Dimana pondasi pertama yang kami letakkan pertama kali adalah hati kami

Dimana nanti dikala wiken gw dan Hani mungkin bisa lari pagi, menyaksikan matahari menyembul malu-malu dari sela-sela pohon palem di sepanjang jalan, dan mampir belanja sayur untuk sarapan pagi
Walopun di sebelah kompleks ada so-called Fresh Market
Dimana nanti gw dan Hani bisa menemani Athia memberi makan rusa di dalam kompleks kala sore
Ato menemaninya lari-lari bermain bola di lapangan rumput di sini
Dimana mungkin Hani akan menanamkan ari-ari adik-adiknya Athia (jika kami masih dipercaya untuk dititipkan amanah-Nya)
Dimana mungkin gw akan mengundang kerabat handai taulan untuk hajatan di rumah mungil cute kami
Jalanannya depan rumah cukup luas jadi tamu bisa parkir depan rumah  
kalo tetangga depan juga parkir di luar pagar ,gak perlu khawatir mobil yang lewat  gak bisa lalu lalang 
Dimana Athia bisa bermain dengan teman-temannya, mengisi waktu sorenya di TPA gak terlalu jauh dari rumah

Mohon do'a nya ya teman-teman,
Semoga semuanya berjalan lancar sesuai harapan kami
Semoga tempat bernaung kami yang baru kelak menjadi tempat yang barokah, tempat yang nyaman, menjadi saksi bisu yang bersahabat dalam menemani kami melewati setiap momen perjalanan hidup kami selanjutnya.

Amin Ya Rabbal alamin
#buat yang juga sedang mencari rumah idaman, percayalah bahwa suatu hari akan dipertemukan dengan 'jodoh' nya.

50 comments:

  1. Usap air mata baca postingan ini, semoga sukses dan dilancarkan jalannya untuk menempati rumah ini kelak. Salam kenal :)

    ReplyDelete
  2. @ Mbak Memez,
    terima kasih do'anya, Mbak. Salam kenal juga

    ReplyDelete
  3. aku doakan lancar jaya semoga bisa segera pindahan mba Indah, masih bekesong juga ya... insya Allah bisa kopdaran lah hehehe... btw nama perumahannya apa mbak

    ReplyDelete
  4. aaaah jadi meleleh deh aer mata gue Ndah...hiks
    gue selalu terharu, kalo denger ada temen yang akhirnya bisa beli rumah impian dengan segenap usaha.

    Gue puun lagi di tahap yang pasrah Ndah..
    tapi gue jadi semangat lagi pas baca postingan ini..dan bener banget, kalo emang jodoh pasti akan dimudahkan segala sesuatunya..

    selamat yaa Ndah..smoga ga lama lagi, gue pun akan nemu rumah impian juga ;,) *peluuukkk*

    ReplyDelete
  5. @ Mbak Rohani,
    Makasih do'anya ya, Mbak.

    @ Mbak Rina,
    Iya masih sekitar Bekasi. Masuknya mungkin ke Rawa Lumbu, tapi aku sih lebih suka akses ke pintu yang di Pekayon.

    @ Desi,
    *peluk*
    Insya Allah, pasti segera diberikan jalan sama Allah ya, Des.

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah...selamat atas rumah barunya ya mbak.

    ReplyDelete
  7. alhamdulillah ya ndah... semoga ke depannya semua dilancarkan dan rumah ini jadi barokah buat lo dan keluarga.. aku terharu bacanya.. :')

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah ikut seneng ndah.. lo tetanggaan ama sepupu gue tuh hehe..

    ReplyDelete
  9. @ Lulu,
    makasih Lulu Darling.

    @ Nike,
    Amin.
    Makasih ya, Ke.Semoga jadi barokah kelak.

    @ Iti,
    Eh eh eh sepupu loe tetanggaannya sama kakaknya Icus kali. Gw cuma namanya aja sekompleks. kasta tetep beda sama kakaknya Icus.

    ReplyDelete
  10. Terharu bacanya Mba Indah.
    Selamat ya untuk rumah barunya. Semoga dilancarkan semua urusannya dan jadi rumah yang berkah. Mengamini semua doanya Mba Indah.

    ReplyDelete
  11. Iya bener, rumah itu ibarat jodoh. Selamat atas rumah barunya ya syg!Alhamdulillah!

    Jadi keingetan waktu beli rumahku yg sekarang, bayangin aja wkt itu aku harus berhenti kerja, mau bayar pake apa? Tapi klo emang udah rejeki dari Yang Diatas, ternyata rumah itu tetap menjadi milik kami. Alhamdulillah!

    ReplyDelete
  12. selamat ya ndah, semoga barokah :)

    ReplyDelete
  13. selamat buat rumah barunya, Indah! aku yakin bakalan banyak kenangan baru di rumah baru ini nantinya.

    ReplyDelete
  14. semoga cepat terlaksana ya dapat rumah impiannya

    ReplyDelete
  15. congrats indah!!! semoga semuanya lancar ya... dan semoga betah nanti di rumah yang baru.... :)

    nyari rumah emang jodoh2an ya... dan walaupun akhirnya udah dapet jodohnya (Ada yang cocok) tapi emang proses nya masih berliku2. been there done that.

    dulu di jakarta juga gitu. sampe sempet marah2an sana sini. tapi akhirnya kita cinta mati ama rumah di jakarta. yang sayangnya ternyata cuma sempet kita tinggalin 2 th doang. tapi bener lho investasi rumah di indo itu investasi yang bagus bagnet. harganya udah naik 2 kali lipet sekarang. gile bener. gak nyesel dulu setengah mati memperjuangkan beli dan ngebangun rumah. hahahaha.

    sekarang orang yang nyewa pengen beli, tapi kok masih berat ya mau ngelepas. walaupun cuma kita tinggalin 2 th, tapi memory nya bukan main tuh disana... belum sanggup rasanya kalo mesti ngejual rumahnya. :D

    condo yang disini pun proses belinya sama lagi ribetnya. pake marah2an juga ama seller nya. esther sampe nangis2 segala lho. parah dah. tapi ya so far kita nyaman sih ama condo disini. walaupun harganya anjlok abis. bad investment kalo disini. huahaha.

    anyway tapi ya tetep bersyukur lah ya karena udah dikasih tempat tinggal ama Tuhan... :)

    ReplyDelete
  16. aamiin ya mba indah, entar kita tetanggaan d walau ga terlalu deket si, tp biasa suka jalan sore2 ama raffa di taman nya hihihihi

    ReplyDelete
  17. senengnya yang udah nemuin "jodoh" rumahnya.. Selamat ya :)

    ReplyDelete
  18. mba indah,

    selamat yaa

    aku tauuu tuh rumahnya hehee
    Kemang Pratama ya, aku pun juga pengenn disitu tapii ya gitu d :D

    semoga menjadi berkah ya :)

    ReplyDelete
  19. Amin!! Mdh2n dilancarin smua nyaa,, tau bgt ni lokasi rmh ny dmn, enak tuh ud byk pilihan skolahnya 😉
    Tp bnr bgt d, rmh emg mslh jodoh2n ama sreg di hati, biarpn dpinggiran tp kl qt ngrasa nyaman knp gk *ucapan dr org yg tinggal dpinggiran jkt coret kurek2 haha
    Congrats yaaaa Ndah skali lg, sng bgt dgr nya

    ReplyDelete
  20. Selamatselamatselamaaatttt...aahh senengnya....emang bahagia banget klo hasil huntingnya akhirnya berbuah manis. Moga lancar2 semua prosesnya, betah dan berkah rumahnya. jangan lupa loh undang2 syukuran rumahnya yawwww....aku pan tinggal lompat klo kesono. Dulu aku juga ngeceng tuh pengen di sana, tp misua bilang: kalo tinggal disini kudu bisa nyetir, kaga ada angkot kayak galaxi huahahahaa.....coba ya dulu aku bisa nyetir, tetanggaan deh kite

    ReplyDelete
  21. postingan lo, klo udh jleb jleb jleb gini...selalu juaraaa bikin mewek... :'(

    tapi setuju tuh kalo beli rumah jodo2an...semoga berkah rumah barunya yaa...eta jalanan bukan cukup besar, besar bangeeett...bagus banget kompleks nya, susah bgt nemu kompleks kek gini di bdg...*baca : jalanan kompleks nya bagus dan gede gede* ikut hepiii ya ndah...

    ReplyDelete
  22. Selamat ya mbak indah, semoga rumah barunya bisa menjadi kumpulan kenangan yang indah buat Athia kelak. Kog pas sih ya, tadi aku juga lagi nglamun, kapan ya punya rumah sesuai impian? Hemm...setidaknya skrg masih ada tempat berteduh alias rumah warisan dari papiku, dimana banyak juga kenangan disini. Dan baca postingan mbak indah jadi bisa lebih bersyukur sekarang :D

    ReplyDelete
  23. @ Mbak Mayya,
    Makasih, Mbak.
    Iya, aku sampe sekarang masih takjub dengan cara-Nya mengabulkan impian kita. Setahun yang lalu, aku bener-bener gak ngira bisa wujudkan impian ini.

    @ Mia,
    Amin. Makasih do'anya ya, Mi.

    @ Novy
    *peluk*
    Makasih banget atas komen kamu waktu itu (yang belum sempat aku balas). Berarti banget buat aku!

    ReplyDelete
  24. @ Mbak Lidya,
    Amin. Tetanggaan kita, Mbak. Secara mungkin kita bakalan satu kecamatan. Siapa tau ngurus apa gitu ketemu di kantor Pak Camat. hahaha...

    @ Arman,
    Untuk rumah yang kita tinggali, gw gak mo pusing sama investasi, Man. Yang penting hati kita dan keluarga senang menempatinya. ya kan ?

    @ Mbak,
    Hihihi...emang adem ya. Aku pertama kali jatuh cinta ya sama tamannya ini. Sejuk.

    ReplyDelete
  25. @ Chi,
    Makasih ya. Iya, Alhamdulillah bersyukur banget.

    @ Herni,
    Makasih.Amin atas do'anya.

    @ Di,
    jauh juga loe maen sampe sini, Di kalo loe sampe tau ini dimana. Hahaha...
    Toss sesama orang pinggiran. Yang penting mah damai sejahtera. Yoi gak ?

    ReplyDelete
  26. @ Vera,
    Makasih informasinya ya. Beli satu lagi aja, Ver. Yuk yuk...kalo loe mah, tinggal bobok celengan ayam juga kebeli. Hihihi...

    @ Silvi,
    *puk-puk Silvi. Mewek kenapa atuh, Neng ?*
    Iya, yang bikin gw demen tuh jalanannya gede-gede. Bisa maen bola. Hahaha

    @ Maria,
    Syukuri aja apa yang kita punya saat ini, Mar. Setidaknya kita gak keujanan dan kepanasan. ya kan ?

    ReplyDelete
  27. Huwaaaaa aku juga seadang nyariiii,,,,,mbak Indah aku sekarang lagi galau masalah rumah,,,,pengen cerita tapi kok ya panjang ceritanya,,,,

    Dan kami dalam hitungan jam kedepan akan menDP rumah ituuu....

    Aku tau aku tau itu dimana secara itu juga aku survey kemaren....

    Ya Ampuuuun selamat ya... aku sering kesana, sodaraku juga beberapa tinggal disana...

    Doain kami juga ya mbak,...

    ReplyDelete
  28. ooh di kemang pratama tho mba Indah... waktu kanaya lom lahir, sering banget ke rumah teman di sana

    ReplyDelete
  29. @ Pungky,
    Akhirnya rumah yang di Prima jadi dilepas sama Ibu pemilik rumah ?

    @ Mbak Rina,
    Iya, makin deket kita, Mbak.

    ReplyDelete
  30. alhamdulilah..turut senang mbak..akhirnya berjodoh dengan yang diidam idamkan..kita memang harus bersabar yah mbak...saya blom ketemu dengan jodoh nieh mbak soal rumah..:) minta tolong doakan saya juga...saya juga mendoakan mbak indah semoga segera terwujud dan segera menempati rumah idaman yang baru...ya allah sejuk banget gitu lihat penampakannya...walah lengkap juga semua fasitlitasnya..
    kak athia pasti senang sekali...saya kapan yaKKK??? hhehehe harus sabar kali yah mbak....nyarinya harus dengan penuh perjuangan dan tetesan keringat neh mbak ....perjuangan...seperti ditulisan mbak indah sebelumnya...semoga saya bisa kuat dan bangga ....bahwa saya dan ayahnya kinan diuji sama allah dengan kerja keras untuk mendapatkan sesuatu...membahagiakan dan semoga barokah :) *walah komentnya kok malah kemana mana...

    ReplyDelete
  31. Sebagai silent reader blog ini aku mau bilang : " Mba Indah....kita tetanggaan ni hehehe..." semoga kapan2 bs ketemu dirimu dan kelg...

    ReplyDelete
  32. Indaaaah selamat selamat selamaaat... *hugs* semoga rumah barunya berkah yaaa..
    Kalimat teralhir yang kecil itu memacu gw hunting lagi lagi dan lagi hihi..

    ReplyDelete
  33. Waaah jalan depan rumahnya lebar banget ndah, emang enak ya kalo lingkungannya udah "jadi" kayak gini, taman juga udah teduh pake ada rusa segala.
    Syelamat kakaa semoga rumahnya berkah, dan keluarga tambah bahagia dirumah baru.

    ReplyDelete
  34. mba indaaahhh..terharu biru baca posting yang ni,bikin mewek.. mengingatkan perjalanan kami mencari rumah idaman 4 thn yg lalu...terseok-seok, muter kesana kemari, sekalinya ada yg ditaksir tp harganya bikin dompet menjerit tanda tak mampu ...ihikksss... sampai di titik pasrah, Alhamdulillaah akhirnya ketemu juga rumah untuk tempat bernaung walo dengan cicilan diabisin sampai mentok 15th...huhuhu..lama ajaaa...kapankah utang ini akan segera berakhir -_-" (maaph jadi curcol).

    Di-Aamiin-kan semua doa mba Indah, smoga lancar segala urusannya dan menjadi istana yang penuh barokah dan kebahagiaan.. Aamiin Ya Robbal Alamiin

    ReplyDelete
  35. @ Mama Kinan,
    Makasih, Mbak. Bener kata Mbak Novi, saat ini di uji-dibanting-banting supaya kita tahan banting. Karena Allah tahu kita sanggup menghadapinya.

    @ Windhy,
    Dirimu di sini juga kah ?
    Huaaa...asyik! Belum apa-apa udah nemu temen sekompleks.

    @ Amel
    Seminar kemarin itu bener-bener membuka wawasan deh, Mel.

    ReplyDelete
  36. @ Etty,
    Makasih.
    Gw waktu liat loe posting soal rumah jadi bertanya-tanya kapan ya bisa kayak Etty. Alhamdulillah, bentar lagi gw akan memberondong loe soal beli gordin murah. Hahaha

    @ Deva,
    Amiiin.
    Makasih Mbak Deva.
    Iya namanya cari rumah itu pasti terseok-seok sama duitnya.
    tapi semoga barokah ya, Mbak..plus cicilan kita cepet lunas *mendadak kringet dingin*

    ReplyDelete
  37. Sik asiiiiik athia bkln punya banyak adek *teuteup salah fokus* selamat ya mak..ikut bahagiaaa

    ReplyDelete
  38. Kemang Pratama ya bu :) bisa sering ketemu mbak Indah nih :D

    ReplyDelete
  39. Selamat Indah!! Ikut seneng...semoga rumah ini menjadi home sweet home buat kamu sekeluarga yaaa...

    Kami juga beli rumah gak pake mikir soal investasi. Malah banyak yang nanya, kenapa kok ngambil rumah di situ? Lah aku bingung jawabnya, secara aku jatuh cinta sama rumah ini sejak pertama kali liat. Walo sama sekali gak mewah, tapi pertama kali aku masuk ke dalam, aku langsung bisa ngebayangin kami sekeluarga dengan nyaman duduk2 ngobrol di situ, saat itulah aku jatuh cinta sama rumah ini dan terbukti sampe sekarang, rumah ini jadi tempat paling favorit kami yang selalu bikin kami kangen walo kami lagi ada di rumah orang tua :D

    ReplyDelete
  40. @ Ita,
    Amiiin. Do'akeun ya.

    @ Dina,
    Lho, emang dirimu di Bekesong juga kah, Din ?
    Dimana ? kalo deket sini, sini gabung sama pengajian kita. Huahaha


    @ Allisa,
    Makasih,Lis.
    he eh. Gak salah sih fokus mikirin rumah yang investasi. Cuma aku kan rada dangdut, jadi lebih mentingin sentimentil. Hihihi

    ReplyDelete
  41. Bukankah yang terpenting untuk sebuah rumah adalah saat loe merasa nyaman, saat loe merasa fun mengeksplorasi banyak hal baru yang menarik, saat loe merasa kebutuhan loe terpenuhi dalam ruang yang terbatas itu, dan membuat loe merasa hangat ditengah orang-orang tercinta ?
    Kalimat ini jleb banget!

    Ahya semoga lancar ya mbak.
    Amiiin

    ReplyDelete
  42. mb Indah dan keluarga...

    Selamat ya..ikut bahagia dengernya...

    semoga berkah selalu..kompleknya asri bgt plus jalannya lebar....

    Doain kita juga ya..kita juga lagi bangun membangun rumah impian... :)

    ReplyDelete
  43. Maaaam, aku terharu. Sangat. Alhamdulillah, mam Indah dan keluarga menemukan rumah idaman. Kita tetap satu propinsi ya? hahahaha. Berarti mam Indah tetanggaan sama direktur ku hehehe. Semoga rumahnya nanti menjadi rumah yang berkah, damai dan bahagia berada didalamnya. Amin :-)

    ReplyDelete
  44. @ Mbak Eka,
    Amin.
    Makasih ya, Mbak.

    @ Mietha,
    Piye kabare ?
    Semoga rumah impian kita barokah ya, Miet.

    @ BunDit,
    *keselek air minum*
    Direktur BunDit pastine rumah yang gede. Aku mah imut-imut.
    Makasih ya, Bun.

    ReplyDelete
  45. Bunda Arfha&AtharOctober 22, 2012 at 11:01 AM

    Selamat ya...mba indah...untuk rumah barunya, baca postingan mba tentang rumah idaman ini bikin terharu...coz hampir mirip sama aku...gmna untuk mendapatkan rumah impian, BTW mba di blok apa? kayaknya kita satu komplek loh mba...oiya bisa minta email mba? saya pembaca setia blog mba indah

    ReplyDelete
  46. @ Bunda Arfha dan Athar,
    Makasih, Mbak.
    Asyiiik! Belon juga pindah, udah punya banyak tetangga duluan. Alhamdulillah.
    Oh ya, Email ku di : indah_kurniawaty@yahoo.com

    ReplyDelete
  47. mewek wissss........
    haru banget kalo dnger crita2 mslah pjuangan mdapatkan rumah idaman...
    scra kamo msh tinggal serumah ma ortuuu...pgn banget jadi ratu di ostananya sendiriii..hiks.hiks...
    lam kenal mb..suka bca blognya tp br ngomen skg...doakan kami mampu bjuang demi rumah impian jg yaaa...

    ReplyDelete
  48. selamat mbak indah untuk rumah barunya. akhirnya, bisa menemukan tambatan hati. aku jg sekarang dlm proses pembangunan. mengajukan kpr ke bank, tiba2 di telpon utk akad kredit (kaget, kok cepet), tanda tangan, salaman dan welcome cicilan 10 tahun *ketawa miris. utk perabotan rumah, skrg msh nabung buat beli barang basic kyk tempat tidur, dll. kursi tamunya disimpen dulu di toko. haha...
    *malah jd curcol

    ReplyDelete