10.23.2012

Little House : Cute But Fun

Waktu gw baca status fesbuk Warna Impian kalo mereka bakal ngadain Meet and Greet Arsitektur dan Fengshui, gw langsung pengen ikutan.
Gimana gak ? Topik yang bakalan dibahas adalah " Smart Solution For Small Spaces".

Tau bener deh kalo ini udah jadi derita orang-orang berkantong kayak gw gini. Pengennya punya rumah idaman bak istana buat keluarga, tapi apa daya kantong mampunya beli tanah yang liliput cute.
Makin semangat untuk ikutan karena ternyata Iti, Dhita, Irra juga bakalan datang ke seminar yang sama.
Meet and Greet ini diadain tanggal 29 September yang lalu bertempat di Hongkong Cafe, depan Sarinah.



Setelah puas ngembar snack pagi yang disediain, gw duduk dan siap pokus dengerin materi seminar. Dalam seminar ini, ada dua topik seru yang bakalan dibahas : sisi arsitektur dan sisi feng shui.

Topik mengenai arsitektur dibawakan oleh mas Ary Indra, arsitektur yang biasa mengasuh rubrik Expert Corner di website Warna Impian.

Mas Ary memulai seminar dengan pertanyaan sederhana, sebenarnya arti sebuah rumah dalam kehidupan manusia itu apa sih ?
Tanpa kita sadari, bahwa di dalam suatu rumah ternyata kadang menjadi tempat kita dilahirkan, dibesarkan, mengadakan hajatan pernikahan, juga tempat kita menutup mata dan dilayat oleh kerabat dan orang-orang terdekat.
Rumah itu ibarat tempat dimana kita melakukan hampir semua kegiatan/ momen penting dalam hidup kita.

Tapi gak jarang pula rumah menjadi suatu obyek komoditi yang dibanggakan dan dipamerkan oleh sang pemilik rumah. Seringliat kan rumah yang udah didesain dan dibangun sedemikian cantik dan megah, dengan kamar mandi serba wah, kamar yang super rapi, sehingga kita sendiri yang ngeliatnya ngerasa apa tega kita basahin kamar mandinya, tega tidur di tempat tidurnya.
Padahal kembali pada rumah yang seharusnya memberikan fungsi, rasa nyaman dan dekat di hati bagi penghuninya untuk bernaung.

Kalo yang baru cari-cari rumah kayak gw gini, berasa banget kalo kian hari harga tanah kian mahal. Sehingga dengan luas tanah rumah yang mampu kita beli pun lebih kecil dari apa yang pernah kita impikan.
Menurut Mas Ary sebagai arsitek, rumah itu seharusnya memiliki konsep yang PAS. Selain pas uangnya, pas memenuhi kebutuhan kita tapi juga Peka, Adaptif dan Sehat.

Saat mencari rumah idaman, seringkali kita focus dengan quantity, ketimbang quality. Waktu bergerilya mencari rumah idaman baru, salah satu yang menjadi pertimbangan gw dalam mencari rumah adalah luas tanah yang ditawarkan. Sampe gw sebenarnya jatuh cinta dengan satu rumah tapi kemudian gw coret dari daftar gara-gara luas tanah rumah itu cuma 90 meter persegi. Dan gw ngotot pengen rumah lain dengan minimal luas tanah 105 meter persegi. Walopun empot-empotan harus membayar beda 15 meter persegi tadi. Hihihi…

Kenapa ?
Karena gw khawatir dengan luas dengan luas tanah 90 meter persegi tersebut bakalan kurang untuk dikembangkan menjadi ruang-ruang yang gw pengenin.
Padahal di kondisi seperti ini, rumah seharusnya menjadi fleksibel ato adaptif. Maksudnya tergantung dengan kepribadian sang pemilik rumah, maka rumah seharusnya bisa beradaptasi dengan kebutuhan kita. 

Fleksibel / Adaptif
Mas Ary memberikan ide-ide kreatif contoh rumah yang mampu bermetamorfosa menjadi ruang-ruang yang dibutuhkan oleh pemilik rumah. Misalnya jika ruang dalam rumah kita tidak mempunyai sekat yang cukup untuk memisahkan aktivitas di ruang tamu dengan aktivitas di ruang berikutnya, maka gak ada salahnya jika kita bermain dengan sekat non permanent.

Misalnya ruang tamu kita menyatu dengan ruang makan. Tentunya gak enak dipandang mata jika kita harus menerima tamu terus pandangannya keliatan ke meja makan. Maka inilah saatnya sekat-non-permanent dipasang untuk membatasi pandangan tamu, seakan-akan antara ruang tamu dan ruang makan yang tadinya menyatu menjadi terpisah.

Bemain dengan Warna
Selama ini pikiran kita sebagai orang awam sudah terdoktrin bahwa jika rumah dicat warna putih itu keliatan bersih dan warna hitam pada tembok akan mengesankan suasana gelap.
Padahal warna-warna lain selain putih sebenarnya bisa memberikan sesnsani dan suasana seperti yang diharapkan oleh pemilik rumah.

Daripada setiap hari kita memandang cat rumah yang monoton berwarna putih, kenapa juga kita gak coba memperkaya mata kita dengan pilihan warna-warna cerah. Karena intinya warna dalam rumah memberikan emosi saat kita memandang warna tersebut. 
Apakah memberikan emosi menenangkan, emosi ceria, bersemangat ?
Sebuah dinding yang dicat warna lebih cerah/lebih gelap dalam suatu ruangan yang didominasi warna putih akan membuat mata kita segera tertuju ke bagian itu. Lebih eye-catching.

Peka terhadap tekstur
Menerapkan satu macam teksture memang mudah dan murah untuk perawatan rumah, tapi kayaknya monoton ya. kesannya cuma gitu-gitu aja.
Menyelipkan satu bagian dinding yang kasar di antara dinding-dinding bertekstur halus juga memanjakan indera peraba kita. 
Selain itu jika tangan kita merasakan tekstur yang berbeda-beda, ini memberikan rasa rileks. Contoh perbedaan tekstur di railing tangga yang biasanya terbuat dari kayu, kita sisipin dengan material dari besi. Material dari besi ini akan memberikan rasa dingin saat kita memegangnya.

Perkaya rumah kita
Rumah dipercaya dapat menumbuhkan karakter positif pada penghuninya, termasuk anak-anak. Makanya pada saat mendesain rumah, kita harus memikirkan bagaimana rumah kita bisa menjadi ekploratif bagi kita dan juga anak-anak. Memiliki ruang yang cukup ' kaya ' bagi anak-anak untuk menemukan sesuatu yang baru setiap hari di rumah, bereksplorasi dan membuat kita merasa senang berada di rumah.
Mas Ary pernah mendesain rumah yang bagian tangga bawahnya sengaja tidak menggunakan railing, tapi tentunya dengan lebar anak tangga yang cukup dan tidak licin. Sekilas buat gw yang terbiasa dengan mengutamakan HSE (Health, Safety and Environment) tentunya merasa tidak aman.
Tapi ternyata anak si pemilik rumah justru menemukan sense of safetynya. Dan tidak hanya bagi dirinya sendiri, anak juga mampu melindungi teman-temannya dari bahaya.
Kata anak empunya rumah kepada teman-temannya " kalian kalo jalan, sebelah kanan ya (mendekat ke tembok), nanti jatuh...". Jadi menumbuhkan Sense of leadership dan melindungi.

Peka terhadap alam
Salah satu slogan yang sering kita gembar-gemborkan adalah peduli akan lingkungan sekitar. Namun terkadang, tanpa disadari kita menciptakan batas tertentu dengan alam karena beranggapan bahwa alam ini kotor dan kita sebaiknya menjaga kontak langsung dengan alam.
Seringkali dalam membangun rumah, kita hanya fokus pada tembok rumah. Berbeda dengan wilayah Eropa yang mementingkan dinding untuk melindungi mereka dari musim dingin, untuk daerah Asia, hal yang paling penting kita perhatikan adalah atap.

Rumah yang ideal adalah rumah yang justru dekat dengan alam di sekitarnya. Memiliki bukaan yang cukup untuk membiarkan cahaya matahari masuk agar membersihkan udara dalam rumah, udara dibiarkan berhembus masuk ke rumah untuk memberikan rasa nyaman tanpa harus menggunakan AC.

Menanam tanaman sebagai elemen peneduh mampu menyegarkan udara, juga untuk memuaskan kebutuhan indera penciuman kita membuat rumah kita yang mungil nan sederhana tapi sangat menyejukkan.

Menggunakan material yang sehat
Rumah ideal tidak lengkap rasanya jika tidak didukung dengan pemilihan material bangunan yang aman untuk kesehatan penghuni sekeluarga dan ramah lingkungan.
Misalnya pemilihan cat yang kita pikir fungsinya untuk memanjakan indera penglihatan. Selain harus mengandung daya sealant yang cukup mencegah tumbuhnya jamur di dalam rumah, kita juga harus memastikan cat yang kita pilih tidak mengandung APEO, merkuri, formaldehyde dan bahan kimia yang beracun.
Jotun Majestic Ecohealth, contohnya adalah produk Jotun yang sudah bebas bahan kimia yang beracun.

Session 2 dilanjutkan dengan Fengshui oleg Geomancy Element, yang juga bisa kita temukan di Expert Corner Warna Impian yang diasuh oleh Oom Lurry dan Bunda Fira.

Bunda Fira menjelaskan beberapa prioritas dasar-dasar fengshui untuk rumah tinggal :
1. Pintu Utama
2. Posisi Dapur : yang mana saat Dhita mengajukan pertanyaan sederhana, malah berefek pada pembully-an berjamah oleh gw, Iti dan Irra. LOL
3. Kamar tidur
4. Ruang Keluarga / Ruang makan

Ada beberapa hal yang gw catat karena apa yang dianjurkan oleh Fengshui ternyata juga sejalan dari sisi arsitektur.

Misalnya: posisi rumah sebaiknya menghadap Utara atau Selatan.
Kenapa ?
Karena untuk wilayah Indonesia, angin cenderung bertiup dari Utara ke Selatan. Udah gitu, jika rumah menghadap ke arah mata angin ini, akan mendapatkan cahaya matahari sepanjang hari
Sehingga tidak perlu menggunakan lampu sebagai penerangan dalam rumah.
Alhamdulillah, calon rumah baru gw menghadap utara dan rumah yang lama menghadap selatan. Padahal dulu gw sempet gak hepi karena mikir posisi yang bagus itu menghadap timur.

Atap / Plafon sebaiknya dibikin tinggi, karena jika tinggi, angin lebih mudah masuk. *dan rumah jadi keliatan lebih luas, menurut pengamatan gw sebagai orang awam sih*

Mas Ary Indra, Perwakilan Jotun, Peserta pertanyaan terbaik di session Arsitektur,
Dhita,  peserta juga, Oom Lury dan Bunda Fira
Dhita mendapatkan sessi konsultasi gratis selama 15 menit dengan Oom Lurry dan Bunda Fira karena menang sebagai peserta dengan pertanyaan terbaik di session feng Shui.

Seneng banget bisa ikutan acara ini karena bener-bener membuka mata dan wawasan gw. Sepulang dari seminar ini, gw tidak lagi mencari rumah idaman dengan memakai kecemete kuda. Bisa dibilang seminar ini bener-bener menginspirasi gw dalam mencari home sweet home. Karena seperti yang Mas Ary bilang, Membuat Rumah itu Harus Fun.

Makasih Warna Impian yang udah ngadain Meet and Greet ini…
Oh ya, Special thanks dari Hani untuk Mas Ary “ Makasih udah membuka mata istri saya ya, Mas…sekarang istri saya lebih rileks gak pake ngotot dalam masalah ukuran rumah idaman.” LOL.

Edited : photo-photo gw ada kok. Di postingan yang ini, tapinya.

12 comments:

  1. kalo g demen rumah cat putih, mak. lebih keliatan bersih ya to?
    Btw, calon rumahmu ukuran brapa, to mak? Mau tah kecil-kecilan sama calon rumahku? Hihihihihi

    ReplyDelete
  2. Calon rumahku juga menghadap Utara dan rumah yang aku tempati sekarang juga menghadap utara...

    Mudah2an jadi rumahnya (mengandung curcol)

    ReplyDelete
  3. Rumah saya juga menghadap Utara mam. Dulu sih tahunya , menghadap Utara itu terbaik ke-2 setelah timur, tp setelah menempatinya, enakan menghadap utara, rumah gak panas dan silau kalau pagi menjelang siang atau pas matahari mau terbenam. Dan satu lagi dinding rumah saya warna warni...ada ijo, merah bata, kamarnya dita warna biru, tapi dominannya warna krem, sesuai keinginan saya hehe. Cuma rumah saya masih minim isi...harus nabung lagi hehehe. Anyway, thanks sharingnya mam. Semoga rumah barunya menjadi home sweet home ya :-)

    ReplyDelete
  4. @ Fely,
    hahaha...tanah sekarang mehong ya, Fel. Beli saiprit bayarnya pake keringet basah.

    @ Pungky, BunDit,
    he eh ya. Dulu ta' pikir rumah tuh paling bagus ngadep timur. Ternyata kalo di Indonesia bagusan hadap utara / selatan. bener alasannya kayak yang BunDit bilang.

    ReplyDelete
  5. rumahku menghadap barat...gimana ini huhuhuhuhuhu

    ReplyDelete
  6. rmhku skrg hadap utara,
    IMO, rumah hadap selatan lbh dingin
    kalau rmh br hadap barat, terima aja sih, tinggal itu soalnya. hehe
    buat Novi, gpp tak kancani

    ReplyDelete
  7. baru kali ini postingan ga ada pejengan foto lo Ndah..hihihihihi

    ReplyDelete
  8. hahahah aku mau ngakak dulu baca komennya Desi. iya mana fotomu Ndah

    ReplyDelete
  9. Wuih. Kalo kudu mikirin fengshui juga begimana rumah kami ini ya Mba.. Hihihi. Beli barang dan nambah ruangnya ga pake pertimbangan apapun. Yang penting jalan dengan dana yang secukupnya.. :P

    ReplyDelete
  10. huahauha iya ya ga ada foto indah *ngakak*

    eh tapi ada foto ku mejeng di blog seleb..ihiyyy

    ReplyDelete
  11. @ Novi, Desi, Dhita
    Kaaan udah ada di postingan " As per your request ". Hihihi...


    @ Lulu,
    masa sih ? Mungkin hadap utara juga adem kok, Lu. Cuma emang kadang gitu deh, rumput tetangga kadang lebih sejuk. hahaha...

    @ Dani,
    Aku kemarin dengerin tips fengshui, Dan. tapi kalo semua diturutin ntar bisa-bisa harus beli rumah baru. hahaha

    ReplyDelete
  12. wah mbak indah ini memang jawara liputan seminar...mantep..lengkap banget mbak..:)
    jadi dapat ilmu lagi neh..bookmark dulu infonya..soalnya rumah idamannya blom ketemu...saya yang ada masih rumah kontrakan idaman :)
    tfs mbak

    ReplyDelete