3.31.2011

Mental Celebs dan Pencitraan Yang Sebenar-Benarnya

Intermezzo sebentar dari kepusingan gw ngurusin dokumen Local Content di kantor aah. Boleh ya, Pak Boss ? Saya sungguh butuh break dari mantengin Bill Off Material satu per satu inih. Ya? ya? Ya?? Asyiiiik...

Tadi sempet chatting sama Nuke. Eeeh jadi inget deh kalo salah satu temen kuliahnya jadi celebs blog. 

Gw pengen mengungkapkan kekaguman gw terhadap dua celebs blog. Terbukti dari data Alexa traffic rank yang bagus banget dan jumlah follower mereka di twitter yang buanyak banget.

3.28.2011

Don't Try This At Home!

Gara-gara membaca postingan Tips Drive Safely dari Mama Raja bikin gw ingin menulis pengalaman gw mengendarai kendaraan bermotor. Tapi berbeda dengan Mbak Allisa, wanita baik-baik itu, gw justru mau nulis supaya jangan sampe meniru apa yang gw lakuin. Huahahaha...


Kendaraan pertama yang gw pelajari adalah sepeda roda dua pada waktu gw masih duduk di bangku SD. Kalo kebanyakan orang mengatakan bahwa kalo belajar naik sepeda umumnya pake acara jatoh, nah kalo gw justru gak pernah ngerasain jatoh gara-gara belajar naik sepeda. Dan gw rasa ini yang bikin gw Pede untuk belajar mengendarai kendaraan yang lain. Over-Pede, I think!


Walopun rumah orang tua gw di jakarta dan gw juga kuliah di Jakarta, tapi gw memilih tinggal di rumah kost gak jauh dari kampus gw. Alasannya apalagi kalo bukan demi kemandirian dan biar gak capek kalo kuliah malem.


Karena dulunya gw pencinta buku Pasukan Mau Tahu karya Enid Blyton, gw menyimpulkan ada persamaan antara rumah-rumah elit di Inggris dengan rumah kost-kostan di sekitar kampus gw. Yaitu sama-sama memiliki nama. Bedanya contoh rumah-rumah di Inggris dinamakan " The Ivy ", kalo kost-an di sekitar Kampus gw namanya " Wisma Bagea",  "Stiky", "Lestari" dan "Pacet". Nah "Pacet kost" ini adalah nama kost-an gw dan teman-teman se-genk gw.

3.24.2011

Irama Hidup Kembali Berubah

Hai hai, cuma mau ngasih tau hal yang mungkin gak penting juga sih. Sejak hari Minggu yang lalu, gw sekeluarga akhirnya pindah ke Pekayon. Ternyata walopun pindah ke rumah yang furnished teuteup aja kudu kerja bakti ya, Bok.

Begitu nyampe ke Pekayon di Minggu pagi, langsung singsingkan lengan baju, gulung celana, pasang ikat kepala mengepalkan tangan ke atas sembari " Ganbatte Kudasai". Mulai deh tuh gw, Hani dan Mbaknya Ganesh nyapu, ngelap-ngelap rumah yang walopun baru ditinggalkan sang penghuni dua bulan yang lalu teuteup udah berdebu. Terus ngepel dan nyikat kamar mandi. Setelah bersih, harus mulai nyusun-nyusun perabotan masak, beberes mindahin baju-baju yang digotong pake kardus ke dalam lemari dan container.

Baru sekitar 50% kegiatan kerja bakti ini rampung, tapi badan udah capek dan laper berat. Akhirnya setelah hompimpa, kami niat banget sengaja late lunch di Tebet sono. Abis late lunchie, pulang lagi ke Bekesong dan belanja kekurangan keperluan perabotan di carrefour, Bekasi Square. *tepok jidat*


3.21.2011

Dear Ganesh, Anak Mommy

Saat seminar session 2 kemarin, salah satu point yang disampaikan Bu Elly Risman adalah menjaga sebaik-baiknya aib anak. Jangan suka curhat mengenai 'kekurangan anak' di social media. Efeknya akan dirasakan di masa yang akan datang.

Somehow, waktu @astie92 bilang pantesan gw jarang menulis soal Ganesh di blog ini bukan karena gw selangkah lebih maju dari teman-teman seperjuangan di seminar kemarin. Tapi mungkin karena gw lebih egosentris, menulis tentang gw aja rasanya gak habis-habis untuk diceritain. *nyehehehe colek @irrasistible sesama emak narsis* 

Dan pagi ini gw ingin menulis yang gw dedikasikan untuk Ganesh jika suatu hari ini dia sudah bisa membaca dan menemukan blog mommy nya.

3.18.2011

Di Menit Berharap, Di Menit Siap Kecewa

Baru saja menerima email tentang berita yang gw tunggu-tunggu seminggu ini, namun ternyata isinya bikin gw kecewa. Padahal minggu kemarin gw udah berharap banyak...jadinya gw sempat down, ilang mood ngapa-ngapain.

Tapi kemudian pas baca blog Ires yang seperti biasa selalu menenangkan batin " Di menit Anda berharap, di menit itu Anda akan kecewa...". Enough said.

Saat emosi dan mood berada dalam keadaan terpuruk begini, susah bener dah mengembalikan semangat hidup dengan ngorek-ngorek pikiran yang positip. Lamaaaa banget, teuteup aja gw gak bisa nemu-nemu kenapa sih gw harus menelan kekecewaan ini. Padahal gw udah ngerasa : I was that close lhooo!

Akhirnya setelah membiarkan pikiran liar gw berkelana, ketemu satu hal : mungkin dengan begini, gw jadi percaya bahwa Allah memang menginginkan gw stick pada rencana ngajakin Ganesh ke Ubud bulan Mei nanti. Lho??? But hey, at least I've found one!

Mencoba ngasih tips buat yang saat ini juga sedang mengalami kekecewaan, kesedihan, titik terendah dalam hidupnya kayak yang gw alamin hari ini:
Gali dalem-dalem deh hal positip yang setidaknya bisa kita ambil dari kekecewaan tersebut. Apa aja. Karena satu aja sudah cukup untuk mengembalikan sedikit semangat kita menghadapi dunia ini lagi.

**Dasar super moody binti labil ! Tadi gak bergairah hidup *lebay!*, sekarang mengkhayal Ubud...**

Silahkan, Bunda...

Yang bikin gw merasa biasa aja.
Situasi : di dalam supermarket,  masuk ke lorong yang majang diapers, kemudian disapa SPG yang lagi rapi-rapiin plus nambahin stock diapers di rak :
SPG : " Silahkan, Bunda..."
Gw berbisik ke Hani pelan, protes gak penting : " Iiih Mommy, tauk..bukan Bunda..." 
Somehow sampe sekarang dalam kacamata gw : yang biasanya dipanggil Bunda itu kebanyakn lemah lembut, bijaksana, keibuan, baik hati...pokoknya bukan gw banget deh. Itu sebabnya gw merasa belum pantas disapa " Bunda"

Yang bikin gw merasa euforia tersanjung :
Situasi : Saat medical check up, seorang dokter yang memeriksa gw menginterview gw :
Bu Dokter : " Pernah menjalani operasi sebelumnya ?"
Gw : " Sudah, Dok"
Bu Dokter siap-siap menulis : " Oya. Bisa disebutkan operasi apa aja yang pernah dijalani ?"
Gw : " Operasi Caesar, Dok waktu melahirkan anak saya "
Bu Dokter berhenti menulis, menatap gw : " Lho, ibu ini sudah punya anak toh? Saya pikir masih gadis..."

Gw pun langsung mengenakan topeng ala peterpan. Di topeng terkesan tersipu-sipu elegan. Tapi dibalik topeng, nyengir selebar-lebarnya, hati berbunga-bunga, latar belakang pinky lope-lope.

Tapi dasar temen seruangan gw emang dengan sengaja berniat menurunkan ke-ueforia-an gw. Mencetuskan komentar gak penting : " ada dua kemungkinan, Mbak. Mbak Indah emang terlihat masih seperti ABG, ataaaau dengan tercantumnya usia Mbak Indah di lembaran itu, dokternya gak menyangka ada yang mau sama Mbak Indah. Dia gak tau ada pria khilaf seperti Mas Hani..."

Gw langsung pengen asah golok rasanya!

Yang bikin gw mendadak ilang mood untuk shopping.
"what?? Emang bisa ??" pasti deh Hani akan berseru dengan histeris!

Situasi : Lagi menunggu dijemput Hani di rest Area cibubur yang baru. Biasanya nunggu di pasar Rebo, tapi karena ada tebengan yang mau ke Bogor maka ikut sampe sini. Saat bersiap-siap memasuki suatu Factory Outlet di Cibubur Square ini, gw disambut SPG di depan pintu FO.
Mbak SPG : " Silahkan, Bunda...."

Saat dijemput Hani, Gw langsung nyerocos curhat dengan Hani seraya mengutuk : " Kok bisa-bisanya dia tau gw ini emak-emak. Catet ya, itu FO bukan FO anak-anak. Iya sih gw emang udah emak-emak, tapi dia kok langsung tau..."

Hani cuma cengengesan " Besok-besok masih mau ke FO situ lagi kalo nungguin diriku ?"
Gw dengan tegas bilang " Ogah ah. Mending ke Giordano ajaaa "
Hani bengong : " Lho ? Kok Giordano ?"
Gw dengan tersenyum puas : " Yaaa...soalnya mereka selalu nawarin ' Giordano nya, Kakak....'. Gak pernah ' Giordano nya, Bunda...' "

Bukannya gw protes dengan status gw yang sekarang emang udah emak-emak sih. Gw bersyukur diberikan kesempatan menyandang status " Mommy ", tapi yaaah...kadang masih suka MaBil alias Emak Labil yang masih butuh pengakuan dibilang 'masih muda' juga sih...Sudah ah, postingan gak penting di hari Jum'at.

Have a nice week-end!

3.17.2011

Parenting Is Not A Competition

Semalam gw mendengar suatu cerita yang somehow menyentuh perasaan gw. Membuat perasaan gw sebagai ibu pun berkecamuk antara tertegun, bengong, sedih, kesel.


Baru-baru ini Sang Narasumber yang bercerita ke gw semalam, ngadain semacam kontes anak-anak untuk menunjukkan bakatnya. Setelah menjaring para anak-anak yang dinilai memiliki bakat dan potensi ini di beberapa kota besar di Indonesia, akhirnya didapatlah beberapa semifinalis, salah satunya sebutlah dengan nama si Fulan.


Dari hasil psikotest penjurian terhadap Fulan dapat disimpulkan bahwa si Fulan ini sebenarnya berada dalam 'tekanan'. Saat penjurian, salah satu juri menanyakan mengapa Fulan memilih menyanyikan lagu yang dia bawakan. Fulan dengan polosnya menjawab karena Mamanya ingin dia menyanyikan lagu tersebut. Terus pas ditanya apakah Fulan suka menyanyikan lagu tersebut ? Fulan lagi-lagi dengan jujurnya menjawab " Biasa aja". Jadi dia menyanyikan lagu itu bukan atas keinginannya sendiri, melainkan keinginan mamanya.


Pada saat audisi di kotanya, Fulan menunjukkan bakat yang menyanyinya yang bagus, namun entah kenapa pada malam penjurian untuk memilih finalis, Fulan kurang maximal dalam unjuk gigi. Dan penampilan dia yang kurang prima malam itu membuatnya tersisih dan gagal masuk ke dalam barisan 10 Finalis.

3.16.2011

Bagian dari Supermoms Indonesia

Kalo pernah baca artikel Mommiedaily yang ini pasti tau kalo saat ini gw diajakin beberapa teman di Supermoms Indonesia untuk bantuin ngadaian serangkaian seminar pengasuhan anak ato bahasa beken ala @mamayeah: seminar parenting dengan pembicara Ibu Elly Risman.

Dari tiga seminar parenting (Februari, Maret, April 2011) yang direncanakan, Alhamdulillah sudah ter-booking semua bahkan banyak juga yang bersedia jadi waiting list lho. Sampe nerima beberapa email yang masuk ke inbox Supermoms Indonesia nanyain kapan lagi akan diadakan seminar kayak gini. *wedeeew, gw langsung ngelap keringet sambil ngelirik Citra Monika sama Resti*

Hingga saat ini, udah satu seminar yang sudah berjalan dengan lancar yaitu seminar " Komunikasi Pengasuhan Anak " tanggal 26 Februari 2011 yang lalu di Estubizi, SetiaBudi Building.

Kayaknya basi banget ya kalo gw baru nulis apa aja yang dibahas di seminar Komunikasi pengasuhan Anak kemarin. Karena udah banyak banget blogging mommies yang ngebahas. Salah satunya Jeung Ira, reporter handal dengan bahasanya yang sangat jurnalis-sekali, terus bisa baca ulasan Motiq yang berbaik hati nyempetin cipika-cipiki sama gw di meja daftar ulang.
Bisa baca juga versi Nike yang somehow kok gak ketemu sama gw ya di hari itu *jiaaaah...sape gw?!?* 

Uuummm....terus siapa lagi ya? Oh ya bahasan dari Jeung Mira dan bheboth yang datang sama suaminya kali ini 



3.15.2011

Jadi Warga Pekayon..Soon!

Gw pun mengamini setiap do'a yang dipanjatkan termasuk do'a " semoga cepat diberikan gantinya ya...". Amin Ya Rabbil Allamin.


Pada saat kebakaran kemarin, tanpa berpikir panjang gw langsung memutuskan untuk pindah ke rumah yang gw beli masih gw cicil di Jababeka sini.


Dari awal gw beli hingga saat ini gw belum pernah menempati rumah di Jababeka. Dari beberapa inspector gw, ada satu inspector yang sudah memiliki istri dan satu anak dan masih mengontrak di rumah petak tiga sekat di belakang kawasan industri tempat kami bekerja.

3.07.2011

Merasa Istimewa

Saya, Hani dan Ganesh mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan, perhatian dan do'a yang diberikan oleh teman-teman semua terhadap musibah ujian yang sedang kami hadapi saat ini.

Sungguh kami gak sanggup berkata-kata, gak mampu menahan rasa haru membaca semua komen, BBM, tweet dukungan dari teman-teman semua. Bahkan Hani aja begitu terharu biru saat membaca begitu banyak komentar di blog ini.

Seminggu sudah berlalu sejak kejadian Minggu malam 27 Februari yang lalu, namun dukungan, perhatian dan do'a tetap saja mengalir tak henti-hentinya. Alhamdulillah, kami masih merasa beruntung...

Terima kasih Ya Allah...dibalik ujian ini, ENGKAU mempermudah jalan kami untuk melaluinya...

Terima kasih teman-teman semua karena telah membuat kami merasa setidaknya sangat ISTIMEWA di hati kalian...



Gak tau gimana cara membalas kebaikan kalian, tapi kami berdo'a semoga Yang Maha Kuasa memberikan pahala yang sebesar-besarnya atas kebaikan hati kalian.

Amin.

3.04.2011

Pelita Itu Akhirnya Mulai Nyala Kembali Dalam Dirinya

Pasca musibah. Hidup terus berlanjut.

" Emang gak sempet nyelamatin barang ya ?"
" Kok bisa sih rumahnya Indah terbakar habis gitu kayak di foto ? *kebetulan ada perwakilan kantor gw yang datang ke TKP dan mengambil beberapa foto untuk didokumentasikan di pabrik*. Kan ada orangnya di rumah?"
" Yah pantesan bisa kebakaran kalo gak ada proteksi..."
" Bla bla bla..."
" Endebre endebre..."

Ada nyess di hati sih tapi Gw cuma berpikir Alhamdulillah gw yang harus menghadapi ini, bukan Hani. Karena gw merasa udah kebal dengan model beginian.

3.03.2011

That Night...The Unforgettable Night

Malam itu, Minggu 27 februari 2011 kelak menjadi suatu hari yang tidak akan susah untuk dilupakan bagi gw dan Hani.

Sore hari itu sepulang dari PIM bareng kakak gw yang mampir dulu ke rumah gw sebelum pulang ke Cibubur, gw duduk selonjoran kaki menghilangkan penat. Rencananya kami mau ke Giant untuk beli beberapa keperluan selepas shalat Maghrib.

Kakak gw barusan abis mandi dan siyap-siyap mau shalat Maghrib. Ganesha barusan selese makan dengan porsi satu setengah mangkok beling yang biasa hadiah beli detergen. Hani lagi menampung air di pergola rumah karena hari itu air PAM yang ngucur gak nyampe ke kamar mandi. Karena Maghrib, Ganesh udah buka baju, tinggal pake celana pop lusuh dan kaos singlet, siap-siap mau diseka di kamar mandi.

Dan gak disangka, detik berikutnya merubah kehidupan gw dan Hani untuk selanjutnya...