8.01.2011

Racun Dari Dhira : Keping Dinar

Masih inget gak kalo gw pernah nyebut soal racun dari Dhira ? Sebenarnya gw gak terlalu semangat nulis di blog soal racun dari Dhira ini soalnya gw mencegah munculnya komentar miring di belakang gw.*ehm ehm...sholehah sekali ya?* Tapi berhubung gw mau kasih informasi ke Yudith juga, ya sudahlah gw coba tulis di sini. Lagipula di hari pertama puasa ini, gw pengen sharing yang bermanfaat buat yang udah meluangkan waktu mampir ke blog gw.

Racun dari Dhira waktu itu adalah investasi dinar. Dinar yang gw maksud di sini bukanlah dinar kertas mata uang negara Iraq ye. Melainkan uang emas dinar, mata uang yang nilainya stabil di Zaman Rasullah SAW. Yang konon 1 Dinar mampu membeli 1 seekor kambing di zaman Rasullah, dan hingga hari ini pun 1 Dinar masih tetap bisa membeli satu ekor kambing.

Gw tertarik pengen belajar gara-gara Pak Endy Kurniawan, penulis buku Think Dinar itu. Eh tapi terus terang gw belon baca sih bukunya. *ngaku* . Gw cuma suka baca-baca dari situs yang ini aja. Mungkin yang pernah baca buku Think Dinar : Dhira atau @onlyzie kali ya. hahaha

Waktu gw diskusi sama Yudith dan Nuke, mereka bilang lebih memilih investasi logammulia langsung ketimbang investasi dinar. Soalnya kan kandungan emasnya lebih murni 24 karat dibanding dinar yang hanya 22 karat. Namun seperti biasa, gw gak langsung serta merta mencoba investasi dinar ini maupun langsung mundur gitu aja. Gw baca-baca lagi review, diskusi dengan temen-temen sebelum memutuskan maju ato mundur dari investasi jenis ini.

Ada beberapa pertimbangan kenapa akhirnya gw memutuskan untuk menelan racun positip Dhira ikutan investasi.


Berbeda dengan logam mulia yang memiliki beberapa pecahan berat seperti 1 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram dst, dinar hanya memiliki 1 pecahan, yaitu 1 dinar ekivalen dengan 4,25 gram emas 22 karat.

Seperti yang kita tau, kalo membeli LM dengan berat 5 gram, harga/gram nya akan jauh lebih mahal daripada kita membeli dengan berat 10 gram, 25 gram.

Contohnya saja hari logammulia hari ini.
Harga/gram untuk 5 gram      LM = Rp 460,500
Harga/gram untuk 10 gram    LM = Rp 456,500
Harga/gram untuk 25 gram    LM = Rp 453,480
Harga/gram untuk 1000 gram LM = Rp 450,000

Sedangkan harga buyback untuk semua pecahan adalah = Rp 435,000
Selisih harga beli dan jual untuk
5 gram mencapai 5.53%
10 gram mencapai 4.71%
25 gram mencapai 4.07%

Sementara harga dinar hari ini adalah Rp 1,966,177
sementara harga jual kembali adalah Rp 1,887,530.
Selisih harga beli dan harga jual : 3.99%

Dari angka di atas, gw jadi ngerti mengapa Mas Ahmad Ghozali menyarankan membeli dalam pecahan 25 gram. Karena jika membeli dibawah pecahan itu selisih harga jual dan belinya cukup tinggi dibanding dengan dinar. Walopun teuteup harganya akan naik juga sih. Tapi dinar juga akan naik seiring dengan naiknya harga LM kan ? 

Keuntungan lain yang dikemukakan Dhira ke gw mengapa dia juga berinevstasi dinar selain LM adalah selisih harga jual dan beli hanya 4%, namun pecahannya kecil.

Maksudnya gini : jika mendadak kita kepepet perlu tambahan uang sekitar 1,5 juta, kita cukup menjual 1 keping dinar aja. Kita gak perlu menjual 10 gram yang seharga 4 juta lebih.

Ato 10 gram LM kita tadi gak bisa kita langsung jual 5 gram saja, terus sisanya 5 gram disimpan aja. Yang ada kita harus menjual 10 gram dulu. Sisa uangnya masih bisa kita belikan lagi LM 5 gram saat itu juga. Tapi kan teuteup aja kita udah rugi harga karena harga beli 5 gram saat itu pastinya lebih tinggi daripada waktu kita membeli 10 gram yang tadi. Ya gak sih ?

Kekurangannya dari dinar ini dia gak dijual bebas di toko emas seperti layaknya LM. Gw belum pernah nanya di toko emas dimana gw pernah beli LM sih. Tapi Dhira bilang dia pernah nanya di salah satu toko emas di Surabaya bahwa bisa menerima penjualan dinar kok.

Kemarin Yudith nelpon gw tertarik pengen tau soal investasi dinar. Kebetulan ada yang menawarkan dia namanya arisan dinar. Katanya setoran per bulannya sekitar 200ribu-an selama 10 bulan untuk 1 keping dinar. Gw gak tau mana yang lebih menguntungkan. Gw cuma share tempat gw mencoba beli dinar ya, Dith.

Gw direkomendasiin Dhira beli dinar online di M-dinar, Gerai Dinar . Untuk bisa beli dinar online di sini terlebih dahulu kita harus punya M-dinar Account. Masuk ke website tadi, daftar account kita. Kita baru bisa beli dinar online kalau account kita sudah diaktifkan oleh agent. Gw sendiri direkomendasiin agen M-Dinar nya Dhira juga, namanya Mas Bambang SZ, suami Mbak @RosalinaZ *kata Dhira lhooo*.

Untuk pembelian pertama, kita harus punya deposit seharga 0.25 gram dinar saat itu (dengan harga dinar hari ini sekitar 500ribu rupiah saja). Pembelian selanjutnya dimulai dari 0.1 gram dinar (ato sekitar 200ribu saja dengan harga dinar hari ini). Mayan terjangkau untuk investasi kecil-kecilan kan ? Bisa ngambil dari uang jajan chiki ato uang beli siomay.

Nah gw demennya lagi, gak ada batasan yang mengharuskan kita beli sebulan sekali, dua minggu sekali ato gimana. Yang jelas begitu pembelian kita sudah mencapai 4,25 gram maka 1 keping dinar bisa dicetak dan dikirimkan ke kita.

Kalo ditanya lebih menguntungkan mana antara LM dan Dinar, gw belum bisa jawab sih. Mending tanya langsung ke pakarnya aja kali ye : mas Ahmad Ghozali maupun Pak Endy Kurniawan. Kalo isin nanya sama mereka, ya silakeun tanya testimonial MbakYu Dhira Rahmans ato Mbak @ginapriandini yang udah khatam di investasi Dinar.Pokoknya not me daaah. Gw mah belon ape-ape.

Eh gara-gara Yudith nanya soal Dinar ini, jadi inget gw belum beli dinar lagi nih. Jadi nambah deh rencana alokasi uang THR nanti selain top up PDM. *mewek dipojokan...karena THR asa gak bersisa. Terus gw gak pake baju baru doong lebaran ini? Terus nastar nya ? Katetong nya ? THR oh THR...belum juga ditransper, udah banyak post yang menanti*

**buat Mbak Yudith, monggo diskusi di YM nanti yooo...**
***SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BAGI TEMAN-TEMAN YANG BERPUASA ya....***

11 comments:

  1. Sbnrnya kalo antara LM vs Dinar, masing2 ya seperti yg mbak bilang tadi, ada kekurangan dan kelebihan masing2. Kelebihan LM yang mencolok dibanding dinar adalah sifatnya lebih liquid, karena LM diterima di seluruh toko emas, sementara dinar hanya diterima di beberapa tempat saja. Trus lagi harga gadai dinar setau saya lebih rendah dibanding LM. Trus, dinar juga kena PPN juga kan mbak? Kalo LM kan gak (CMIIW).

    Hanya saja ya kelebihan dinar karena itu dia, kalo butuh hanya dijual sebagian, ya bisa dilepas hanya sebagian, beda dengan LM yang harus dilepas sekaligus.

    Tapi intinya sih dua2nya sama2 ok, makanya, memang bagus kalo punya dua2nya, hehehehe.... Yang gak boleh, kalo gak berpikir untuk invest emas sama sekali..hihihi

    ReplyDelete
  2. wha gw tertarik nih *soalnya ga ngerti mulu RD* ;p

    btw klo kita mau jual lagi dinar nya,,itu bisa k toko emas apa k tempat qta beli?
    trus ndah,,itu onlen nya terpercaya ga?

    ReplyDelete
  3. Wah mbak lama nggak update blog kemana aja sibuk yah..:) mbak indah boleh kah saya menebak tempat mbak bekerja apa diawali huruf "S"..punya perancis..soalnya tertarik dengan postingan mbak indah yang nggak bisa nganter kak athia first day school gara gara harus ketemu klien PLN dengan team sales?? benarkah dia "S" yang salah satu nya juga ada manfacture-nya di BATAM, hehehe tebakan sotoy mbak..:)

    btw thanks for sharing mbak, soal LM yang lewat dinar ini saya juga sedang gali info sebanyak banyaknya awalnya dari kawan suami yang forward email soal dinar ini terus mbak lidya juga kasih info, terus cek di webnya yang di Wakala.nusantara terus iseng tanya tanya pas Ke BSM, katanya emang bagus, dan dihargai banget kalo di BSM, malah disarankan kalo mau beli dinar jangan digerai dinar, tapi diwakala aja yang non profit nggak ambil untung maksudnya..tapi belom tahu juga benar tidaknya karena masih sebatas penggalian informasi..blom ada alokasi hiks..THR buat mudik ke Jawa aja masih harus nombok..#deritaorang perantauan..sorry mbak jadi curhat nggak penting dan nambahin panjangnya koment..
    Anyway, Happy Ramadhan Kareem, selamat menjalankan ibadah puasa untuk mbak indah dan keluarga, mohon maaf lahir dan batin :)

    ReplyDelete
  4. @ Mbak Allisa,
    Betul sekali Mbak Allisa.
    yang aku baca PPN dikenakan cuma sekali aja yaitu pada saat Dinar keluar dari PT Antam.Jadi yang dikenakan harga PPN itu adalah Gerai Dinarnya. Waktu dijual ke kita udah gak dikenakan PPN. Dan harga yang dijual ke kita dan selisih 4% tadi udah termasuk PPN nya kok.

    Dan aku setuju sekali, soal statement Mbak Allisa yang tidak berinvestasi sama sekali. Itu resikonya jauh lebih besar. Heu heu heu

    ReplyDelete
  5. @ Baby,
    Gw beli di Gerai Dinar. Direkomen kok sama Ahmad Ghozali maupun Endy Kurniawan.

    @ Mama Kinan,
    Hihihi...gak, Mbak. Kalo yang "S" itu pabriknya di EJIP. Kalo aku di "P", punya orangnya Pak De Obama. Wah beli di wakala ya, Mbak. Ntar aku ceki deh websitenya. Seru ya bagi info begini. Selamat berpuasa juga Mama Kinan

    ReplyDelete
  6. gara-gara mbak Indah, aku juga jadi pingin coba LM nih. kalau ada uang sedikit2 aku larinya ke DInar sih

    ReplyDelete
  7. TFS mam Indaah. Selamat menjalankan ibadah puasa juga ya.. :-)

    ReplyDelete
  8. mbakyu, ralat dikit, itu twitter ID-nya Bundo Roz : @RoZalinaZ (Z-nya 2, gak pake S) dan misua-nya: @bambangsz

    aku juga lagi nabung dinar nih mbak, tapi baru punya 1 keping, hehehe... lumayan lah, at least udah mulai :D

    ReplyDelete
  9. Tertarik banget, Ndah
    thanks ulasannya.

    Jadi tetap dech mantap di LM dan Dinar:)

    ReplyDelete
  10. Numpang komen ya mbak. Pada umumnya investasi LM dan dinar sama aja kl mau dilihat dr segi investasi maupun likuiditasnya. Memang saat ini ditoko emas blm byk yg menerima. Tp byk sekali komunitas pengguna dinar ini.kita bs search ko d mbah google. Nah malah enaknya kl kita ikut di komunitasnya bs dpt harga yg lbh murah atau kl kita mau jual bs dpt harga lbh tinggi dibanding di toko online atau antam. Misal ya mbak waktu itu harga jual dan harga beli di toko online 1.908.163 dan 1.831.836 nah karna ada anggota komunitas yg mau jual saya dpt diharga 1.870.000 ,jd sy untung dibanding beli ke toko online dan yg jualpun untung dibanding dia hrs jual ke toko online.

    Untuk wakala nusantara,dinar yg dia jual hasil produksi sendiri makany mgkn bs dapat lbh murah,tp utk menjualnya biasanya hrs ke mereka lg atau komunitas mereka. Kl yg dijual di gerai dinar produksi antam dan sertifikat antam jd lbh mudah utk dijual umum. *ini setau sy ya mba maaf kl salah,hee

    Oia mgkn ada cara lain utk beli dinar dng mencicil tnp hrs ikutan M-Dinar kaya mba Indah, yaitu cicil dengan beli dirham kl di gerai dinar (punya pak Muh. Iqbal) atau salma dinar (punyanya pak endy kurniawan) hrgnya 74.252 (harga hr ini)atau di antam 69.443(harga hr ini) sdh tmasuk ppn. Beli dirham sampai 26 lalu bisa ditukar ke 1 dinar. Saat ini perbandingan dinar:dirham yaitu 1 : 26 diperkirakan bbrp thn kedepan perbandingan ini akan kembali seperti jaman Rasulullah AS yaitu 1 : 10 , ini mgkn bs dikaitkan dgn perkiraan bahwa bbrp thn kedepan kenaikan perak akan lbh tinggi dibandingkan emas. Nah klo takut investasi perak murni ( krn bingung mau jualnya lg kmn dan kl beli di antam cm ada pecahan 1kg,lmyn mahal sekitar 12 jtan) bisa jg invest ke dirham ini. Kl kita punya 26 dirham yg saat ini cm bs ditukar jd 1 dinar, mgkn 5 thn kedepan bs jadi 3dinar kl di tukar.

    Wah komen sy lbh panjang dr postingan mba indah ni,hee,maaf mba, smoga bs bermanfaat infonya.

    Satu lg ni mba,kl mau beli nastar,katetong,atau kastengel bs di saya,hrga sesuai rasa :) hee

    Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT di bulan penuh berkah dan rahmat ini. Salam

    ReplyDelete
  11. @ Mbak Lidya,
    hayoooo jangan-jangan Mbak Lidya udah koleksi setumpuk kepingan dinar.

    @ BunDit,
    Selamat menjalankan ibadah puasa

    @ Mbak tyka,
    uuhuuy direvisi. tengkyu yah

    @ Yudith,
    Sip, Dith. Apa sih yang gak buat loe,Say ?

    @ Mbak Novan,
    Gak apa-apa kok, Mbak. namanya juga sharing info kan ? :D

    ReplyDelete