5.09.2011

Investasi Emas (1) : Udah Siap Belon ?

Udah lama sebenarnya diracunin sama @AlvaroMom ,@Astie_92 sama @NanaUlie soal investasi Emas ini. Bahkan Ibu Guru Tya malah sudah mereview soal cicil emas.  Tapi entah kenapa belon berjodoh juga dengan  investasi emas. Adaaaa aja halangannya yang akhirnya gw gak jadi memulai investasi di instrument yang satu ini.

Sebelumnya gw mau jelasin, yang gw maksud investasi emas di blog ini bukanlah emas dalam bentuk perhiasan ya. Kalo sudah terlanjur berinvestasi emas dalam bentuk perhiasan dengan maksud sekalian bisa dipake kalo kondangan juga gak ada salahnya sih. Cuma hasil investasinya gakkan seoptimal emas murni 24 karat.

Nah biar investasi kita bisa seoptimal mungkin, gw memilih investasi emas murni 24 karat dalam bentuk batangan atau koin yang bersertifikat resmi dari ANTAM yang menyatakan kadar emas tersebut 999.9.

Nah udah dari lama banget gw tuh maju-mundur untuk berinvestasi emas ini. Kadang ada uangnya tapi harganya melambung jadi ragu-ragu untuk beli. Kadang harganya lagi bagus, tapi duitnya lagi gak ada *Hiks!*. Ato malah lebih edan lagi harganya bagus, duitnya ada, eh stock gram yang cukup dibeli pake duit kita malah gak ada.


Sebelum mulai berinvestasi emas ini, sebagaiman investasi yang dulu-dulu, gw juga memahami dulu keuntungan dan resiko instrumentasi investasi yang satu ini. Menurut Ligwina Hananto dan Ahmad Ghozali,seorang Perencana Keuangan juga,berinvestasi emas sebenarnya memiliki beberapa kelebihan dibanding jenis intrumenstasi investasi yang lainnya :

1. Anti krisis - inflasi
Jika terjadi inflasi, maka harga emas akan naik. Jika ada kenaikan harga barang, harga emas juga ikut naik. Sementara jika Rupiah melemah, harga emas juga akan naik.

2. Berbentuk fisik
Kalo investasi reksadana, saham, ORI, SUKUK dkk kan berbentuk aset kertas. Sementara emas ini kan bentuknya real seperti layaknya berinvestasi dalam bentuk properti. Kita bisa liat dan megang barangnya.

3. Bersifat Liquid
Harus diakui investasi emas lebih gampang dicairkan duitnya ketimbang investasi tanah/rumah. Ini dia salah satu alasan kenapa investasi emas ini dianjurkan sebagai instrumentasi penyimpanan uang Dana Darurat selain tabungan dan deposito.

Namun selayaknya instrument investasi lainnya, investasi emas juga memiliki PR : Bagaimana menyimpan investasi kita di tempat yang aman.

Dan itu juga alasan kenapa menurut Suhu Finansial gw, @astie_92 investasi emas ini tidak dianjurkan sebagai intrumentasi penyimpanan dana pendidikan Universitas anak kami. " Kalo loe mau mencapai dana pendidikan 2-3 M, loe kebayang gak berapa gram emas yang harus loe simpen? Emang gak ribet loe nyimpennya ?" Penjelasan @astie_92 di BBM yang kemudian bikin gw manggut-manggut kayak Woody Woodpecker.

Baiklah. Sebelum memulai investasi emas ini, gw terlebih dahulu menentukan tujuan gw berinvestasi di sini. Balik lagi seperti yang Wina bilang : tujuan loe apa.

Menurut analisa Ahmad Ghozali lagi, ada 3 tujuan mengapa orang berinvestasi emas.
1. Spekulan ato bahasa kerennya Trader
2. Investor
3. Kolektor

Kalo Spekulan ato trader tujuannya memang mau beli di harga yang paling rendah, sementara buru-buru jual jika sudah dirasa mencapai titik tertinggi. Biasanya ini untuk tujuan jangka pendek.

Kalo gw mungkin dikategorikan sebagai investor, karena gw membeli untuk tujuan jangka panjang. Selain untuk salah satu instrument Dana Darurat kami, gw juga emang masih punya PR untuk biaya SD Athia 4 tahun lagi.

So, here comes the BIG QUESTION for me and everyone, I guess *LOL* : When is the Gold Time to buy the Fine Gold ?
Pas baca analisa Ahmad Ghozali, Eaaaa gw langsung kesindir ngerasa ITU GW BANGET SEEH !

Ada dua alasan kenapa gw selama ini menunda-nunda memulai berinvestasi emas : Kalo harganya naik terus, gw udah pasti gak mau beli karena gw gak mau rugi, takut beli di harga yang kemahalan. Tapi giliran harga emas udah turun nih, gw teuteup aja masih belum mau beli karena masih gak rugi ngarepin harganya akan terus turun.

Dan menurut Ahmad Ghozali lagi, orang-orang yang bertipikal seperti gw ini *and I'm sure that I'm not alone! Hayo tunjuk tangan!*  masalah sebenarnya bukan di harga emas, melainkan karena memang belum siap menginvestasikan uangnya dalam bentuk emas. Belum siap menerima resiko atau memang belum ada planning investasi emas dalam finansial planningnya. DEZZZIIIGGGG!!! Oh Mas Ahmad Ghozali, engkau menancapkan piso di ulu hatiku! *huhuhu...Lebay Mode ON*

Huhuhu...jadi kapan dong saat yang tepat untuk memulai berinvestasi emas, Mas ? *uhuk-uhuk teuteup nanya!*.
Beberapa orang ahli menyarankan untuk membeli di sekitar bulan Mei-Juni karena di bulan-bulan ini biasanya orang akan beramai-ramai menjual simpanan emasnya untuk dana pendidikan anaknya.

Dan saat gw meneruskan baca tulisan Ahmad Ghozali kapan waktu terbaik untuk membeli emas : jawabannya kembali tergantung tujuan loe apa. Kalo kita berinvestasi bertujuan jangka panjang, maka saat yang terbaik untuk membeli emas adalah anytime saat kita sudah punya uangnya!

Intinya saat uangnya udah siap, kita jangan sampe menunda-nunda karena khawatir membeli di harga yang kemahalan. Resiko menunda ini justru lebih besar daripada resiko kita membeli di harga yang tinggi lho. Lah kok bisa? Karena ragu-ragu terus membeli, akhirnya malah ternyata harganya makin tinggi, kita jadi makin males deh berinvestasi. Eh pas udah turun harganya, uangnya udah kepake untuk keperluan lain.

Sementara jika kita membeli di harga yang tinggi, setidaknya kita percaya bahwa dalam jangka panjang (lebih dari 1 tahun) harga emas bisa dikatakan hampir selalu naik. Emang sih ada fluktuasi naik dan turun, tapi dalam waktu 1 tahun harga hampir selalu naik. Sama juga resikonya dengan kita investasi ReksaDana juga ada naik turunnya juga toh?



Kapan sih waktu terbaik menjual emas kita ?
Kalo spekulan tentunya saat harga emas mencapai titik tertinggi dong. Tapi kalo untuk tujuan finansial gw, gw akan menjualnya saat dana yang gw rencanakan itu emang sudah dibutuhkan.

Setelah membaca penjelasan Ahmad Ghozali di atas, gw pun jadi makin mantap dan tidak ragu-ragu untuk berinvestasi emas. Bismillah, begitu ada uang nganggur untuk beli emas, kami pun memberanikan diri untuk membeli dan memulai berinvestasi emas. 

Karena udah kepanjangan dan daripada yang baca bosen bin pusing, gw sambung lagi ke Investasi Emas (2) ya.

12 comments:

  1. Tag "anytime saat kita sudah punya uangnya!" itu emang bener bgt mbaakk... Setujuuu @safirsenduk juga bilang, kalau beli emas jangan tergantung sama naik atau turunnya harga emas, tapi ketika dana ada langsung beli aja.

    Saya udah invest di LM jg yang ala beli trus dikekep sendiri, ala berkebun emas dan ala BSM gadai emas. tinggal RD aja nih buat kuliah anak sedang dalam proses dan makin manteb sejak baca postingan dirimyuuu....

    ayoo mbakk belii....kalo ke antam mah skrg susah kudu indent dan beli dlm jumlah byk, mendingan beli ke bandar yg udah langganan lbh mahal dikit tp marginnya lebih murah dr ongkos ojek ke antam :)

    ih panjang bener yak gw komen di blog orang xixixi *maap**kaboorr*

    ReplyDelete
  2. @ Mbak Indri,
    Wahduuuh...kali ini aku harus banyak belajar sama Mbak Indri soal investasi LM nih. Apalagi yang ala BSM. *hormat grak!*

    ReplyDelete
  3. Gw mulai rajin komen dimarih ya :p

    Mbak Indriii...toss! gw malah lebih nyaman invest LM. Dan maju mundur terus kl mo belajar RDS

    emang yang paling ribet invest LM itu adalah penyimpanannya. Gw simpen di SDB.

    Btw, kemarin dapat inpo dari toko emas...biar gak kececer bisa loh kita tuker printilan LM kita yg coin 5gr an ato 10gr an ke 100gr an tanpa ada biaya tambahan... istilahnya 1 banding 1 :D

    Secara gw ngumpulinnya LM coin jadi gw beli di toko Emas aja...beti lah harga..tapi stok hampir pasti adaa...

    Ayooo...buruan ke toko emas...dijamin seger deh pulang dari sana...hihihi..sekalian window shopping perhiasan xixixixiixi

    ReplyDelete
  4. Salam kenal mbak indah, saya silent reader nih, tp kali ini gatel pengen komen. hehehe...

    Setahun yg lalu saya juga sdh berencana & dapet ilmu investasi emas, tp ya itu, nunggu harga emas turun, eh ...malah gak jadi2. Akhirnya baru bulan kemarin mulai investasi lewat bank syariah Mandiri. Tp harga emasnya udah naik lebih dari 100 ribu dibandingkan tahun lalu (hiks....makin menyesal deh nunda2)

    Ayo mbak...beli, mumpung harga emas mulai turun...

    Sekarang lg belajar ilmu reksadana nih dari blog nya mbak indah...^_^

    ReplyDelete
  5. @ Mbak Rina,
    Soalnya ternyata seperti kata Ahmad Ghozali tadi belon siap berinvestasi. Tapi sekarang udah beli kok. Hohoho...

    @ Mbak Dessy,
    Ahaaai, ada lagi yang invest melalui BSM. Ajarin dong, Mbak via BSM mana. Soalnya katanya gak semua BSM ada program ini.

    ReplyDelete
  6. Ndah, ngapa lo canggih amat siihh...

    Gue ilmu RD aja belom khatam. Kemarin yg lo email-in tentang Kebun Emas, masih bikin gue keriting. Aahh.. Ajarin dong cara invest emasnya bookkk..

    ReplyDelete
  7. aku baru mau coba invest di emas ini mbak. sudah lebih dulu invest dalam bentuk coin dinar, sama-sama keluaran Antam juga

    ReplyDelete
  8. @ Ira,
    Canggih apaan sih? yang canggih tuh Nana sama Astie. Gw aja masih memperdalam kungfu sama mereka.
    udah diepprup belon sama Mas Adi beli LM sesuai usia loe? qiqiqiq...

    @ Mbak Lidya,
    Waah...Mbak Lidya malah udah duluan ya, Mbak.

    ReplyDelete
  9. hiks..ANTAM itu dimana??heueueheu...adakah disekitaran KEPPRI * ngarep mod on (kacian banget yang jauh dari mana mana )...pingin juga nieh mengikuti jejak MOM Athia, setelah reksadana terus LM..ayo posting bagian duanya mbak Indah....biar tahu teknisnya gimana kalo mau invest LM..kemana dan bagaimananya...

    ReplyDelete
  10. @ Mama Kinan,
    Bisa beli di toko emas kok. Yang penting emasnya itu dilengkapi sertifikat dari ANTAM. Ato kalo biat Mbak yakin itu aseli, bawa ke pegadaian minta ditaksir sama mereka.Tapi musti cari pegadaian yang emang teliti naksirnya.
    Itu juga tips yang aku dapet dari Nuke, temenku.

    ReplyDelete
  11. Setuju banget, kalo mo investasi jangka panjang dengan emas ini, beli di saat duit ada, gak usah ragu-ragu karena ke depannya gak bakal rugi kok..

    ReplyDelete
  12. @ Mbak Allisa,
    Baiklah. Kalo begitu guru saya di investasi LM bertambah dua. Mbak Allisa dan Mbak Lidya...heu heu heu

    ReplyDelete