4.15.2011

Trial Toddler Class : Rumah Kepik

Ada alasan tertentu kenapa akhirnya gw dan Hani memutuskan untuk menyekolahkan Athia di usia 2 tahun. Jika ada yang menyanggah alasan gw menyekolahkan Athia supaya dia bisa bersosialisasi dengan anak-anak seusianya, untuk merangsang dia lebih komunikatif, itu sepenuhnya haknya untuk beropini.

Gw gak kan buang energi untuk berdebat, misuh-misuh ato mencari dukungan ke gw. Karena gw mikirnya sesimple ini : apa yang fit di orang lain, belum tentu fit di kami. Apa yang menurut kami nyaman, belum tentu dirasakan sama oleh orang lain.

Setiap orangtua punya parenting style berbeda-beda. Dan nentuin parenting style gak bisa cuma ngandelin 100% teori, tapi harus ditemukan sendiri. Dan karena gw mengikuti naluri dan hati gw, gw percaya apa yang gw lakukan ini adalah yang terbaik untuk Athia. Enough said.

Dan setelah lama ngendon di thread ini bareng @nenglita dan @adityamoetiara, dan kebetulan emang juga seperti udah diatur oleh-Nya, saat ini ada dua sekolah yang menarik perhatian gw untuk calon sekolah Athia nanti.

Ada beberapa pertimbangan gw dalam memilih sekolah Athia :
1. Lokasi Sekolah.
Gw pengen lokasi sekolah Athia jaraknya gak terlalu jauh dari rumah gw. Gw mikirin gimana transportasi Athia ke sekolah kalo terlalu jauh dari rumah mengingat gw kan harus bekerja. Gak mungkin gw anter-jemput Athia ke sekolah saat ini. Apalagi kalo sekolah Athia harus melalui serangkaian kemacetan lalu lintas. Wedeeew...

2. Jam sekolah anak.
Menurut gw 2X seminggu @2 jam sudah sangat cukup untuk anak usia 2 tahun. Kasian aah kalo anak umur 2 tahun udah harus ke sekolah 5 hari seminggu.

3. Metode/kurikulum sekolah
Gw pengen Athia cuma bermain, berkomunikasi, mandiri dan sosialisasi aja. Gw agak keberatan dengan sekolah belon apa-apa udah meminta menyiapkan alat tulis untuk kelas 2 tahun. Hmm...buat apa ya ? Dan jujur, gw akan sangat keberatan lagi jika Athia sudah dibebani dengan apa yang dinamakan home-work. Oh NO!


4. Bahasa pengantar
Berhubung Athia gak ada keturunan Londo dan di rumah juga masih ngomong bahasa Indonesia campur bahasa Jawa (Hani sama Mbaknya Ganesh), maka gw pengennya bahasa pengantar sekolah Athia adalah Bahasa Indonesia. Apalagi gw pernah baca ada anak yang akhirnya jadi kesulitan bicara karena bingung bahasa. Di sekolah pake bahasa Inggris, di rumah pake bahasa Indonesia. Jadi bingung mau kosakata yang mana. 

Gak apa-apa deh sekolah anak gw dibilang kurang High-Class, dibilang gak gawol. Yang penting buat gw saat ini : anak gw lancar ngomong dan gak bingung bahasa dulu deh. Masalah ntar gimana dia bisa cas-cis-cus bahasa Inggris adalah PR gw berikutnya. Prioritas gw adalah fokus pada kemampuan berbicara Athia.

5. Rasio perbandingan guru dan anak
Sebenarnya ini lebih ke bagaimana sang guru menghandle anak di kelasnya. Kalo terlalu banyak murid, takutnya sang guru mengalami kesulitan dalam menangani anak didiknya yang rata-rata masih belum nyambung untuk dikasih tahu. Tapi gak jaminan juga sih. Bisa jadi murid sedikit, guru banyak, tapi gurunya tetep aja gak bisa menguasai muridnya.

6. Bangunan dan tempat bermain.
No offense ya, kalo bisa sih, gw gak pengan sekolah Athia itu berada di ruko doang.

Karena gw pengennya sekolah Athia kayak zaman gw masih TK dulu, dimana ada halaman yang luas untuk anak-anak bermain. Gw pengen Athia merasakan riang gembira beraktivitas di outdoor, merasakan hangatnya sinar matahari kejar-kejaran dengan teman-temannya di halaman sekolah seperti masa kecil gw dulu. Gak hanya fokus di dalam ruangan walopun dilengkapi dengan mainan so-called mengasah intelektual dalam program komputer.


7. Biaya.
Naah ini juga penting. Jangan sampe gara-gara bayarin uang sekolah Athia, terus emak babenya makan nasi aking tiap hari. Ini pengalaman @MamaYeah sih.
Gw mencari sekolah dengan biaya yang masih reasonable dan gw menuntut harga yang gw bayar setimpal dengan apa yang akan gw dapetin.

Salah satu sekolah di bilangan Bekasi-Pekayon yang memenuhi kriteria tersebut adalah Rumah Kepik. Di Rumah Kepik ini menawarkan kelas Toddler untuk usia 2-3 tahun setiap hari Selasa dan Kamis, dari jam 8.30 sampe jam 10.30.


Tadinya gw maunya cari sekolah yang belajar di hari Sabtu aja biar tiap waktunya sekolah gw dan Hani bisa nemenin dia sekolah.

Tapi setelah mengukur bahwa ternyata lokasi Rumah Kepik ke rumah cuma sekitar 500-700 meter saja, maka gw pun merelakan Athia sekolah di hari kerja. Apalagi boss gw udah ngasih sinyal memahami banget jika nantinya gw harus datang terlambat nyampe kantor karena harus nge-drop Athia ke sekolah dulu. *cihuyyy!!!*. Tinggal transportasi gimana Athia pulang sekolah nanti, masih jadi PR buat gw.


Tadinya mau janjian trial bareng Nico @resti0510, tapi berhubung peraturan di Rumah Kepik menyatakan dalam 1 hari hanya boleh 1 anak yang trial, maka Athia bikin janji untuk trial duluan deh. Hari Kamis kemarin gw dan Hani terpaksa cuti demi trial ini.


Kami tiba di Rumah Kepik pas jam 8.30 pagi. Dan begitu memasuki halaman depan rumah kepik ini, gw langsung jatuh cinta sama gedung sekolahnya.

Halaman depan Rumah Kepik yang bikin gw jatuh cinta
Halamannya yang luas untuk anak-anak bermain dilengkapi permainan outdoor, terus Rumah Kepik sendiri menyediakan satu halaman tersendiri yang cukup luas untuk parkir kendaraan bagi orang tua yang mengantar-jemput anaknya.


Setelah ketemu Ibu Shinta dan mengisi beberapa form, Athia pun masuk ke kelas yang disambut oleh tiga guru pendamping di kelas toddler pagi itu. Di sini, guru pendamping menamakan diri mereka sebagai " tante". Anak-anak berseragam batik Kepik dengan warna dasar putih. Bawahannya sih bebas. Iiih bener kata @nenglita, seragamnya Kepik lucuk banget.


Begitu pintu kelas dibuka, terlebih dahulu, Athia diminta melepaskan sepatunya. Anak-anak yang masuk kelas pun demikian. Mereka melepaskan sepatu mereka dan menaruh sendiri sepatu dan tas mereka (eh tasnya seragam Kepik juga lho...lucuk deh) di masing-masing loker: loker sepatu dan loker tas. Dan di tiap loker itu tercantum nama panggilan mereka. Untuk memudahkan mereka mengenali loker mereka (karena mereka kan belon bisa membaca), di loker tersebut juga ditempeli foto mereka. Aaaaah....*senyum-senyum*


Jadwal pelajaran dari jam 8.30 hingga jam 9.00 adalah pelajaran bebas. Awalnya Athia masih nangis karena gak terbiasa trial seperti ini. Tapi begitu gw ajak Athia masuk ke arena permainannya...dia langsung girang dan hilang nangisnya seketika. Pelan-pelan pun gw biarkan dia membaur dengan yang lain.


Kelasnya berupa ruangan gedeee dan gak bersekat. Ada meja dan kursi untuk mereka makan snack, meja dan kursi untuk duduk main, ada ruangan perpustakaan. Mainannya pun banyaaak dan rata-rata mirip dengan mainan yang biasanya diberikan oleh emak-emak gawol zaman sekarang.


Beberapa maenannya juga keluaran ELC lhooo..... Eh kok gw bisa tau ? Maap, dengan mental Auditor, jadinya gw sempet-sempetnya ngeliat ada kotak manenan ELC masih lengkap dengan sticker diskon 30%. Wakakakak....#eh maap ini gak penting banget ya. Dan dari pengamatan yang singkat ini, gw menyadari bahwa Rumah Kepik ini sudah menentukan target pasar yang mau dibidik.*nyengir cantik*

Athia langsung kegirangan duduk di kursi bersama teman-temannya. Mengambil puzzle yang modelnya mirip kayak puzzle di rumah. Belon puas. Iseng ngambilin puzzle punya temen di sebelahnya. Wadoooh...


Jam 9 : acara maen bebas pun habis waktunya. Tante-tante memanggil anak-anak untuk duduk lesehan. Anak-anak disuruh ngambil alas duduk masing-masing dan duduk mengitari teman-teman yang lain. Para Tante duduk tersebar di antara anak-anak. Berhubung minggu depan hari Kartini, anak-anak kelas toddler ini diajarkan nyanyi lagu daerah. Lagu yang diajarkan siang itu adalah lagu Tokecang. Hmm...gw yang udah emak-emak aja asa susah melafalkan lirik Tokecang ini ya...*maklum gw sehari-harinya nyanyi lagu Bruno Mars sama Justin Bieber*

Athia gak langsung mau diajak duduk. Gw sempet deg-degan. Apa ini tandanya Athia gak suka ya ? Tapi salah satu orang tua mengatakan bahwa hal seperti itu lumrah aja sih di awal-awal anak sekolah. Oooh jadi lega...


Abis nyanyi, anak-anak toddler pun masuk kelas prakarya. Kali ini yang menjadi project prakarya adalah membuat lolipop. Caranya adalah menyiapkan kertas yang sudah digunting berbentuk bundar, kemudian diberi lem dan ditaburi manik-manik. Ada pesan dari para tante " Kalo abis makan lolipop, jangan lupa sikat gigi yaaa dan gak boleh sering-sering.."


Selesai membuat lolipop *boong-boongan*, masuk ke jadwal makan snack yang mereka bawa dari rumah masing-masing. Tapi sebelum itu, mereka harus mencuci tangan mereka yang kotor terlebih dahulu. Mereka pun berbaris antri mencuci tangan di toilet khusus anak-anak. Toiletnya masih berada di dalam ruangan belajar itu juga.


OMG! OMG! Ada dua wastafel mini dilengkapi handuk untuk ngelap tangan dan beberapa toilet mini dalam kondisi bersih banget yang diperuntukkan bagi para siswa-siswi cilik ini. Beda banget sama toilet jorok dalam salah satu iklan sabun kesehatan di TV. Adooooh...sumpey, gw makin jatuh cinta!


Dan begitu namanya dipanggil oleh tante yang berdiri di sebelah wastafel mini itu, anak-anak usia antara 2-3 tahun itu sudah bisa membuka keran, menaruh sabun di tangan dan mencuci tangan sendiri. Selesai mencuci tangan, mereka mengeringkan tangan mereka dengan handuk yang digantung di samping wastafel. Gw terkagum-kagum dengan kemandirian anak-anak ini.


Bagi yang sudah selesai mencuci tangan, langsung menuju loker dan mengambil snack yang berada dalam tas mereka. Mereka duduk manis di kursi sambil memakan dan minum kudapan bekal dari rumah. Athia untungnya juga bawa tas Thomas, hadiah ultah dari Tante Rara di Supermoms Indonesia. 

Di dalam tas Athia udah mommy siapin biskuit, air putih dalam botol Thomas *metching ni yee* dan susu UHT strawberry. Untung Mommy tadi sempet nyiapin, Kalo gak , kesian Athia kecele pas temen-temennya makan snack ya.


Selese makan, mereka kembali antri ke toilet. Untuk sikat gigi! Adoooh...gw makin kepincut. Mereka mengambil mug yang tertulis nama mereka di lemari di toilet, dibantu oleh Tante tentunya. Mug disusun secara teratur. Dalam mug itu ada sikat gigi beserta pasta giginya.


Setelah sikat gigi, pelajaran siang itu ditutup dengan pelajaran masak burger. Anak-anak diajarin ngoles mentega, sayuran, burger.


Beda dengan Nico @resti0510, ini pertama kalinya gw dan Athia ikut yang namanya trial toodler class, playgroup, KB ato apalah namanya.
Jadi menurut gw, apa yang gw liat dari para anak-anak Rumah Kepik dan metode yang diajarkan kemarin siang adalah amazing banget. Anak-anak usia 2 tahun gitu udah diajarkan untuk mandiri, gak cuma bisa nyanyi-nyanyi, coret-coret dan sebagainya.


Bagi yang menginginkan adanya sentuhan religi *mungkin pengen anaknya bisa hafal ayat-ayat Al Qur'an, ato cara berdo'a khusyuk* gak bisa mengharapkan banyak dari sekolah ini, karena Rumah Kepik ini bukan sekolah yang khusus mengajarkan agama tertentu. Kurikulumnya cenderung ke universal, gak fokus mengajarkan agama tertentu.


Sebelum bubaran meninggalkan Rumah Kepik, gw sempetin lagi untuk menjepret kantin dan ruang tunggu orang tua/nanny di Rumah Kepik :
Kantin Rumah Kepik. Halaman Rumah Kepik juga ada wastafel buat cuci tangan lho
Permainan dalam outdoor Rumah kepik. Seragam Batik Kepik
#Info yang gak penting lagi : foto ini diambil dari pocket kamera baru saya. Setelah berdiskusi panjang lebar antara Powershot ato IXUS, akhirnya saya pun teracuni oleh Meryl beli Canon PowerShot murah meriah bahagia. Dan horray, gw pun resmi kembali menjadi Canonian!! *walopun kamera Digital muraah sih...pocket pulak bukan SLR. Tetapi teteup harus NORSE*

Oh ya back to Rumah Kepik setelah sekilas info gak penting tadi. Ini sedikit bocoran harga kelas Toddler tahun ajaran 2011-2012 Rumah Kepik. Siapa tau bisa jadi informasi bagi ibu-ibu yang lagi nyusun budget ato perbandingan harga untuk sekolah lain kelas sejenis:

Uang Pangkal  : Rp 3,250,000
Uang KBM       : Rp 1,000,000
Uang Seragam : Rp    200,000 (kemeja batik kepik, baju olahraga merah-hitam,topi,tas)
Uang sekolah  : Rp    325,000 / bulan
Uang KBM sudah termasuk uang karyawisata 2X setahun.

Overall, I love Rumah Kepik! So does Hani!
Begitu ngeliat Athia enjoy di Rumah Kepik ini, Hani udah mantap di sini dan gak mau trial di tempat lain. Mau langsung daftar dan booking tempat untuk tahun ajaran 2011. Untung gw belon bawa duit, kalo gak langsung kepincut maen daptar aja.

Tapi setelah berpikir-pikir, ternyata ada masih ada yang kurang sreg di hati gw *namun maaf gak bisa gw share di sini*, sehingga gw memutuskan untuk mencoba trial di sekolah pilihan gw Sabtu besok. Yah setidaknya gw ada bahan perbandingan untuk dipertimbangkan toooh...

Emang beginilah kalo jadi emak zaman sekarang. Terlalu banyak pertimbangan. Terlalu banyak menuntut. Terlalu banyak sotoy.Tapi hey, itulah perkembangan zaman, I guess...
We'll see whether we stick to Rumah kepik bareng Nico atau malah milih sekolah yang satu lagi....Semua tergantung trial Sabtu pagi nanti.

Wish Us Luck. Semoga kami segera mendapatkan sekolah yang nyaman buat Athia, sesuai harapan dan ramah di kantong...Chayou!!

20 comments:

  1. Ndaaaaah, tuh kan gw bilang apa sekolah dans eragamnya bagus kan! apalagi ada tas-nya juga *ini nggak penting banget* hihihi...
    gw makanya ga mau trial disitu, karena takut gw jatuh cinta terus suami gw ga mau karena jaraknya kan lumayan bener...
    Mo trial di TK mini pak kasur ya?

    ReplyDelete
  2. Dan di tiap loker itu tercantum nama panggilan mereka. Untuk memudahkan mereka mengenali loker mereka (karena mereka kan belon bisa membaca), di loker tersebut juga ditempeli foto mereka. Aaaaah....*senyum-senyum*

    Ah,..kalimat terakhirnya itu,..tampaknya nanti poto Athia bakalan dipejeng bserta emaknya yg dandanannya ngalahin ibu pejabat desa,..biar lain dari yg lain...

    ya kan..ya kan...*kaborrr


    Hayuk semangat trial lagi....biar cepet sekolah ya ganteng :)

    ReplyDelete
  3. hehe anakku Athar jg rencana mau masuk PG tahun ini karena mEi nanti dia 2 tahun dan kita udah selesai pindahan di bekasi
    awalnya sih ngincer Sanggar Bona ditempat yg dulu tp di bekasi engga ada, trus kita sempet muter2 ke Fitria, Kiwi Kids en Town for Kids ternyata tiap PG metode pengajarannya beda2 yah
    pengen juga ke Rumah Kepik tapi blm kesempetan euy kalo sabtu buka engga yah?
    terakhir paling "jatuh hati" sih di creative kids belakang lia galaxy :D soalnya murmer dan fasilitasnya lumayan, trus blm tau lagi mau ngecek kemana euy yg totalnya dibawah 5jeti gitu? >_<

    ReplyDelete
  4. meskipun Raja belum akan sekolah tahun ini, tapi saya senang, mbak baca tulisan-tulisan yang seperti ini, sangat membuka wawasan dan menambah pengetahuan apa2 saja yang perlu diajarkan pada Raja di rumah :)

    Saya setuju sekali, tiap orangtua punya gaya mendidik yang berbeda-beda dan seharusnya saling menghargai aja, karena gimanapun kita hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk anak2 kita kan...

    Ditunggu ya mbak, cerita selanjutnya soal sekolahnya Athia ;)

    ReplyDelete
  5. akhirnya sudah dapat sekolahnya ya mbak. btw maaf mbak indah, aku ketinggalan apa ya, athia? panggilannya ganesh?

    ReplyDelete
  6. ih lutju ya in ternyata rumah kepik. kalo baca dari tulisanmu, keknya aku bakal suka juga dengan model sekolah kek gini. Tapi Atarnya belom pengen keknya ni disekolahin (buwat sarana begawl doang siy). Mudah2an Athia betah di sekolah barunya...

    ReplyDelete
  7. Waa bagus ya ndah rumah kepik. Gue ngeliat fotonya aja langsung naksir. Kebayang Zahra jg pasti seneng banget, apalagi kalo disuruh cuci tangan sendiri, skrg aja kalo cuci tangan kudu wajib dia minta sabun ama lap.. haha.. jg pengen trial2 juga deh.. ntar d brp bulan lagi.. hihi..

    Athia semangaaat sekolaaah!!

    ReplyDelete
  8. Gue pas baca di tret FD bahwasanya kepsek Rumah Kepik = Kepompong udah nepsong bok. Dan Lita prnh bilang, biayanya juga gak mahal. Aaahh.. Baca review lo ini tambah naksir. Tapi apa daya, jauh bener euy, hiikksss.. :(

    ReplyDelete
  9. yak, berhasil membuatku ngiler ampe satu ember nih mba :D

    kereen banget itu sekolah, ga terlalu mahal juga kan ya

    tapi kok seperti jauh dr rumahku ya, btw dia punya kelas hari sabtu ga ya mba?

    jadi pengen surpey kesana ni

    tenkiu banget ya repiu nya

    ReplyDelete
  10. @ Lita,
    Eyym...gw yang super duper cerewet ini pun jatuh cinta. Iye nih gw trial TK Mini Pak kasur. Tuh udah gw review juga.

    @ Mak Sally,
    Aaah...tau aje Mak Sally sama kelakuan temennya. Tadinya mau pajang foto kita berempat sama Nike ma Motik. Tapi takut Mak Sally gak pede jejeran sama kami yang keren inih. *ikutan kabur ah*

    @ Mbak Mimi,
    Creative Kids juga sempat jadi kandidat sekolah Athia kok Mbak. Cuma lokasinya itu rada jauh. Makanya gak dimasukin ke list yang ditrial.

    @ Mbak Allisa,
    Sip, Mbak. Siapa tahu buat perbandingan Mbak Allisa cari sekolah buat Raja nantinya.

    @ Mbak Lidya,
    Lagi disurvey nih, Mbak. Pdahal kalo masih di Rafflesia,bisa janjian trial di Al Huda bareng Aa Pascal nih.

    @ Indah,
    Gw baca review loe soal sekolah natur. Udah sempet survey ke sono kan ya ? Berapaan sih?

    @ Iti,
    Yang jelas gw berhasil bikin Dhita sirik setengah mati gara-gara Kepik lebih murce dari kepompong tapi bangunannya lebih keren.

    @ Ira,
    Aaah, Mbak Ira suka pencitraan low-profile deh. Padahal kemarin diam-diam kan mau sekolahin Kak Nadira di Cikal, Madania demi menaikkan kasta dan nasib. Nyehehehe...
    BTW, Bunga Amalia katanya bagus juga tuh, Ra. Gw pernah baca di blog sapa gituh.

    ReplyDelete
  11. @ Mbak Herni,
    Rumah Mbak Herni di bekasi Barat kan ya ? Deket BunDit bukan ya ? Coba colek BunDit deh minta petunjuk. Pastinya BunDit juga OK banget kok pilihannya soal beginian. Kalo gak barengan Athia ajah yuk.
    Kayaknya Sabtu libur deh, Mbak.

    ReplyDelete
  12. Wah, sekolahnya bikin jatuh cinta deh dilihat dari fotonya. Saya juga mau posting sekolah yang sempet di trial Dita, Belum sempet nih huhuhu. Semoga Mam menemukan sekolah yang pas buat Athia ya :-)

    ReplyDelete
  13. kalo gag salah inget siy 5 something gituh in (eh setelah aku pikir-pikir lumejen banyak duitnyaya bok). Tapi aku juga nanyanya baru lewat ngobrol iseng doang, jadi gag minta perincian tertulisnya apa ajah. Oya, katanya bisa dicicil juga kog.

    mungkin kalo Atar ni emang cocoknya model sekolah yang terbuka selebar-lebarnya kek gini, makanya kadang lebih mahal ya dibanding sekolah yang di ruko-ruko gituh :(

    ReplyDelete
  14. Ah keren banget sekolahnya! Jujur Rumah Kepik kayaknya memenuhi kriteria sekolah yang gue mau buat Nara, tapi di sini gue belum nemu... Ada sih tapi tempatnya agak jauh, masih mikir anak 2-3 taun harus nempuh perjalanan 40 menit kelamaan ga sih?

    BTW sama lho, gue juga kurang suka sama sekolah yang bahasa pengantarnya Inggris. Tapi sekarang yang ada di deket rumah Tumble Tots jadi ya gue masukin aja karena toh cuma ke sana seminggu sekali, gue pikir ya moga2 ga bingung kalo cuma seminggu sekali.

    ReplyDelete
  15. wahh... saya juga lagi cari2 sekolah buat anakku yang hampir 2 tahun dan daerah bekasi.. udah kepikiran si untuk ke rumah kepik.. liat blog mbak., jadi makin yakin deh..
    makasii ya mbakkkkk....

    ReplyDelete
  16. @ IP,
    Sekolah yang di ruko-ruko gitu malah lebih mehong....

    @ Otty,
    Semoga Nara cepet nemu sekolah yang cucok yaaa...

    @ Mbak Ayesha,
    you are welcome.

    ReplyDelete
  17. Hai saya Intan... baca review rumah kepik jadi kepingin trial disana, kebetulan emang lagi cari sekolah buat si kecil. ada yang tau nomor telpon Rumah Kepik nggak? trus kalau Creative Kids itu alamat lengkap dan nomor telp nya berapa ya? terima kasih banyak sebelumnya ya... salam..

    ReplyDelete
  18. halo mbak Iin, salam kenal ya, saya Anita, dan tgl.19, Senin besok mau trial buat anak saya Dammar di rumah kepik, berhubung, dia ga betah di PG yg skr, di Al Ikhlas, Jl.Nakula, Jakasetia, dia bilangnya,"sekolahnya jelek, gurunya jelek" weleh2...emang sih, waktu itu ga ada trial, krn ga bisa kayaknya, dan saya PD aja gitu masukin anak saya, ga pake nanya2 dulu ke dianya.

    Tapi dihitung2 di rumah kepik, hampir 5 juta ya mbak? hiks..hiks.. buat PG aja semahal itu, apalagi udah bayar 2,5 juta di PG yg kemarin, jadi berasa ajah.

    O iya, Intan nanya nomor telp rumah kepik itu: 824-28440.

    Salam,
    Anita
    08159997030
    www.adiseko.wordpress.com

    ReplyDelete
  19. hai mba... salam kenal yaa... btw, athia sekelas loh sama anakku Darrell di kelas PG rumah kepik... hehehee... ga nyangka ternyata aku sering baca blog emaknya athia..

    ReplyDelete
  20. Hai mbak... dari dulu sampe skrg senebg bgt baca blognya.. eee taunya anak kita sekelas loh di rumah kepik. Athia sekelas sama anakku, Darrell di kelas playgroup. Salam kenal ya mbak...

    ReplyDelete