5.31.2010

Tiga CaMIL



CaMIL  yang pengen gw ceritain di sini bukanlah Calon Militer (eh itu mah WaMil yak..Wajib Militer) maupun camil-camilan (apa cemilan sih ya)…CaMIL yang pengen gw share di sini adalah Calon Mother In Law alias Calon Ibu Mertua

Lah kenapa tiba-tiba aja gw kepengen ngebahas Ibu mertua? Hmmm…bukan berarti gw lagi ada masalah sama Ibu Mertua lho. Tapi ibu mertua dan mantu perempuan emang dua hal yang gak bisa dipisahkan, menurut gw. Ada yang nganggep sosok MIL bak ibu sendiri, tapi ada juga yang menganggap MIL sebagai momok.

Sebagai gambaran 5 dari 10 temen perempuan gw mempunyai masalah hubungan yang kurang harmonis  dengan MIL nya. Kalo menurut ilmu probabilitas, berarti kemungkinan dapet MIL yang ‘reseh’ sama besarnya dengan kemungkinan dapet MIL yang ‘so sweet’.

Weittts, di sini gw gakkan membahas tips dan trick menjinakkan MIL yang ‘reseh’ atau menghipnotis MIL supaya jadi ‘so sweet’, memikat MIL supaya makin sayang, karena gw bukan pengasuh rubrik Oh Mama Oh Papa…hihihi

Yang pengen gw certain adalah pengalaman gw dengan para calon ibu mertua. Gw Cuma mempunyai tiga mantan pacar *Yoi mamen, gw orangnya setia. Makanya cukup tiga kali pacaran…padahal sih cuma tiga orang ini yang khilaf pernah napsir gw hihihi *

5.26.2010

Mari Pingsan Berjamaah..

Hari ini kebetulan loading lagi gak banyak…mari kita iseng-iseng coba-coba hitung dana pendidikan yang kudu disiapin buat Ganesh aah.

Langkah pertama adalah survey uang pangkal sekolah yang gw incer (heu heu sebenarnya hanya PG dan TK aja sih), untuk SD, SMP dan SMA gw Cuma check bebi check waktu blogwalking dan brosing-brosing website resmi lho. Hihihi…Hust, ini bukan budget sekolah bertaraf internasional lho… hanya sekolah bertaraf nasional biasa…biasaaaaaaa banget. *toyor*

Langkah kedua adalah menghitung estimasi biaya uang pangkalnya pada saat Ganesh sekolah nanti. Biar lebih praktis gw pake calculator dari blognya Ligwina. Calculator ini mengestimasi kenaikan uang pangkal per tahun untuk PG-SMA taraf nasional biasa adalah rata-rata 20%…dan hasilnya jreng jreng…marilah kita bersama-sama pingsan berjamaah…

*yaelah baru seginih aja loe pake pingsan,Ndah!! Sahut temen gw yang berkasta socialite yang udah itung-itung sekelas high scope, Cikal dkk ..huhuhu*

5.24.2010

Traveling With 13 mos Toddie Boy Can Be That Simple..

Hm..karena Genk Racun, Depoy 'nyebrang' dari Swedia ke Italy (setelah sebelonnya ke Paris), Iti pengen jadi nyante berjemur di pantei, Dhita yang pengen meluk David Beckam di Hongkong, then Well, I think I need a break! Dan gw pun ngorek-ngorek uang di Dana Liburan. Wahduh.. uang di situ belon cukup buat bayarin liburan overseas ngikutin jejak tiga temen gw di genk racun ini. *Sesugukan di pinggir jalan*


Akhirnya gw pun mengikuti jejak Firah, mimihana untuk berlibur di domestik aja. Bedanya Firah berlibur ke Semarang, Ambarawa sono, gw justru milih yang deket aja: ke BANDUNG. *kabuur menghindar dari toyor emak-emak*

5.17.2010

Wedding Ring

Sedari kemarin sebenarnya gw lagi cranky, tapi tiba-tiba gw denger selentingan temen gw curhat soal persiapan pernikahannya.Kebetulan yang jadi pasangannya adalah temen gw juga. Hmm…banyak yang bilang mereka sedang memasuki prewedding syndrome.



Masalahnya adalah cuma perbedaan konsep soal pesta pernikahan. Yang satu pengen konsep sederhana aja, pasangannya minta diramein karena pernikahan kan Ratu Sehari, dan semua berharap cuma berlangsung sekali dalam seumur hidup.


Kalo menurut pengalaman gw dalam mempersiapkan suatu acara pernikahan: semua berawal dari budget. Karena dari budget, loe bisa nentuin lokasi, siapa aja yang akan diundang, terus konsep nya mau gimana.


Gw lagi gak pengen kasih komentar panjang lebar kayak ngasih tahu gini, gitu. Selain gw lagi bad mood, gw juga tahu banget kadang orang curhat hanya butuh untuk didengarkan, gak butuh komentar dari yang diajak curhat. **gw sering ngerasain ini soalnya**

5.10.2010

Jangan Taruh keranjang di Atas Meja yang Sama : Investasi Property

Hm…kalo ngomongin Reksadana, sebenarnya itu bukan investasi pertama yang gw coba. Kurang lebih beberapa bulan sebelum menikah, gw ditawari pekerjaan part-time dengan imbalan monthly yang lumayan (menurut ukuran kantong gw) untuk menambah budget pernikahan kami. Alhamdulillah dimudah jalan oleh-Nya untuk menikah. *merona*

Dan setelah menikah, gw pengen hasil kerja part-time ini gak Cuma abis jadi berbentuk baju-baju dan sepatu buat menuh-menuhin rumah kami yang kecil. Akhirnya gw pun bilang ke Hani kalo gw pengen hasil jerih payah part-time gw ini dalam wujud rumah kecil. Jadi kerja part-time gw ini bisa keliatan hasilnya. Dan Hani pun setuju, itung-itung ‘investasi’ bahasanya.

5.07.2010

Dua Dunia

Hidup gw saat serasa punya dua dunia, yang seakan bersebrangan:

Genk Racun, Genk Happy Mommies, Genk Uhhuy, Genk Emak Mesum dan masih banyak lagi genk yang laen.
Bersama genk dunia maya dengan para ibu muda yang sexy, charming, adorable, gak lupa kodratnya tetep seorang ibu.


Sementara In real Life, gw sehari-hari berinteraksi cukup intensive dengan bapak-bapak muda, mas-mas single di Engineering, bapak-bapak muda dan setengah baya tapi mesum di produksi, dan bapak-bapak, mas-mas lain di pabrik inih.


5.03.2010

Public Like To Judge

Akhir-akhir ini gw menyadari bahwa semakin gw larut dalam dunia maya ini, baik blogging, fesbuk maupun twitter, gw semakin mengerti bahwa public like to judge! Seriously, We may think it’s just Small thing, but It can be BIG THING for others.



Dan jujur, karena sering ngamatin ‘judgment’ jadi merambah kemana-mana itulah sempet bikin gw mulai merasa gak nyaman nulis di twitter, Blog akhir-akhir ini. Kalo gw tipe orang yang sangat welas asih, keibuan kayak Bunda Dita, Mbak Lidya mungkin gakkan perduli soal beginian. Soalnya komen yang masuk ke blog mereka selalu so-sweet. Hihihi…


Naaah…tapi masalahnya gw termasuk penganut Lebayyatun yang sangat sangat moody. Emang sih so far Alhamdulillah gw belon pernah dapet komen hujatan, caci maki maupun kutukan, walopun kadang suka ada yang ninggalin komen yang gak nyambung sama postingan gw dan gw sendiri.


Tapi merujuk ke postingan Iti, gw termasuk perpaduan tipe Lempeng dan Socialite. Begitu ngeliat komen gak jelas, gw ngernyit ‘ apaan sih? Ih Gak penting!’ terus reject dan lanjut ngunyah lagi. Huahaha…