12.06.2010

Cerita Soal Sikat Gigi Ganesh

Entah kenapa ya akhir-akhir ini gw ngerasa jadi emak-emak zaman sekarang jauh lebih rempong banget. *yeaa rite, mungkin cuma gw aja kalee yang ngerasa begituh*. Tapi ini bener lho, setidaknya ini yang terjadi sama gw dan kakak gw yang berbeda usia hampir 10-12 tahun dengan gw. Parenting style kami beda jauuuh. Kalian gitu juga gak sih?


Waktu zaman kakak gw dulu pertimbangan cari RS bersalin cuma : dokternya bagus, RS nya bersih, nyaman dan harga masuk di kantong.


Zaman gw hamil Ganesh 2 tahun yang lalu aja nih, kriterianya nambah jadi : RS mendukung ASIX gak ? *brainwash: jangan sampe anak lahir dijejelin botol susu formula sponsor*, bisa IMD gak? Kalopun jawabannya iya, belon puas sampe situ nyambung nanya " IMD beneran kayak Tiara Lestari apa cuma sekedar basa basi?". Bisa Rooming-in gak? *bikin kakak gw geleng-geleng bengong gak update dengan istilah ini semua karena terakhir melahirkan 3 tahun yang lalu*

Waktu zaman keponakan gw dan anak tetangga gw masih bayi, kayaknya udah keren banget deh make minum susu pake botol susu merek Pig*on dengan motif lucu. Kalo botol susunya bukan merek pig*on, eh kasian deh loe! *maap, rumah nyokap gw bukan di kompleks exclusive*



Pas usia kandungan gw memasuki usia 7 bulan, gw udah rempong ke Ocha babyshop, ITC Kuningan nyariin botol susu Medela yang 1 set isi 3 botol 150 ml itu lho. Karena merambaknya issue Bahaya BPA, makanya gw berburu medela yang BPA Free dan harganya paling terjangkau. Belakangan ternyata banyak juga kok yang memakai material PP (5), tidak lagi PC (7) yang aman untuk dikonsumsi.





Untungnya sejak dari pedodontist minggu lalu, Ganesh sudah tidak minum susu dari dot. Melainkan dari sippy cup mag-mag.


Berarti satu PR sudah bisa di-centengin. Tinggal mencari pasta gigi seperti yang dianjurkan oleh Om Levi.



Tuh kan , zaman keponakan gw,mereka cuma cukup datang ke supermarket, milih satu brand pasta gigi anak berwarna kuning itu di rak pasta gigi anak-anak.


Satu-satu pertimbangan kakak gw dalam membeli pasta gigi adalah : rasa pasta gigi yang mungkin disukain keponakan gw dan harganya karena keponakan gw demen banget sama rasa pasta giginya jadi cepet abis. LOL..



Zaman gw sekarang : gw sampe rempong lho masuk suatu thread, dimana emak-emak saat ini justru mengejar non-fluoride untuk pasta gigi anak karena issue kelebihan fluoride. Nah Lho? Apa kebanyakan browsing ya


Masih inget kan saran dari Om Levi soal pemilihan pasta gigi di sini ? Beliau gak warning apa-apa soal kandungan fluoride dalam pasta gigi sih, hanya berpesan supaya pasta gigi yang dipilih tidak mengandung detergen.

Gw sendiri menganut paham mengikuti aturan yang dikeluarkan Badan POM Dekpes RI, Organisasi Profesi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Federasi Dokter gigi Sedunia, Badan FDA maupun World Health Organisastion WHO).

Semua badan resmi / organisasi di tingkat nasional, regional maupun tingkat dunia, tidak satupun yang sampai saat ini melarang penggunaan fluoride dalam pasta gigi asal tidak melebihi ketentuan yang berlaku.

Ada beberapa rekomendasi untuk membatasi volume pemakaian pasta gigi berfluoride untuk anak-anak :
1. Gunakanlah hanya sikat gigi khusus untuk anak-anak.
Ada beberapa merek dijual di supermarket beserta step-step tergantung usia anak. Dua merek yang sering dipakai ibu-ibu untuk pemilihan sikat gigi anak yaitu Jordan dan oral-B. Ganesh sendiri memakai sikat gigi Oral-B step 1 karena memang diperuntukkan anak usia 0-2 tahun.

2. Gunakan pasta gigi sebesar "biji kacang' pada sikat gigi yang dipakai.
Jadi jangan terpengaruh iklan pasta gigi yang menggunakan dari ujung sikat ke ujung lainnya. Karena pengaruhnya sama saja, hanya pasta gigi lebih cepat habis dan harus beli lagi. Huahahaha

3. Lakukan penyikatan gigi di bawah supervisi orangtua atau orang yang bertanggung jawab

4. Hindari jangan sampai pasta gigi tertelan.

Sepertinya point no. 4 inilah yang biasanya jadi patokan para emak-emak dalam mencari pasta gigi buat anaknya. Ada satu brand yang sering direkomendasikan oleh ibu-ibu di forum karena statement di kotak kemasannya " safe if swallowed / aman jika tertelan".

Kembali ke saran Om Levi, gw pun nanya om google bahwa detergen dalam pasta gigi itu maksudnya kandungan yang mana yaaa? Oooh ternyata kandungan SLS alias Sodium Lauryl Sulfate. Okay, noted. *sembari nyatet*



Maka pada suatu pagi hari jam 7.30 pagi di Superindo, Bekasi timur yang masih sepi pengunjung, seorang emak iseng menjelang berangkat kerja *perkenalkan, emak iseng itu adalah saya sendiri* berjongkok ngubek-ngubek rak pasta gigi anak-anak.

Gw temukan semua merek pasta gigi anak-anak di rak itu mengklaim mengandung fluoride. Well, it's fine with me, karena pedodontist Ganesh juga tidak melarang penggunaan fluoride dan gw juga tahu rekomendasi fluoride harus pada limit tertentu.


Setelah gw bercapek-capek jongkok, ngecek satu per satu komposisi ingredient di kotak pasta gigi, kenyataannya hampir semua pasta gigi di rak tersebut mengandung SLS tadi untuk memberikan buih pada pasta gigi.


Tapi ketemuuuuuu!!!! Ternyata masih ada satu brand pasta gigi anak-anak lokal yang tidak mengandung SLS. Walopun begitu, harganya hampir dua kali harga pasta gigi anak-anak. Harga pasta gigi non SLS ini sekitar 10ribu, sementara brand lain berkisar antara 4rb - 5ribu saja.


Yang kepo pengen tahu merek apaan, silahkan coba lari ke supermarket terdekat dan lihat rak pasta gigi anak,cari pasta gigi anak dengan harga 10ribuan (merek laen kurleb harganya beda-beda tipis, ini doang yang beda sendiri), cek ingredientnya. Kalo gak ada SLS, berarti sekarang Anda tau pasta gigi non detergen buat anak-anak.


Sementara pasta gigi yang sebelumnya diyakini aman *safe if swallowed* di mata sebagian ibu-ibu ternyata tidak terbuka menjelaskan ingredient di kotaknya. Wahduuh....kumaha iyeu'?

Anyway, berarti udah ketemu solusinya dong! Yay, Ganesh bisa memakai pasta gigi lokal ini nantinya, gak perlu pake pasta gigi import yang harganya bisa 15-20X lipat pasta gigi anak-anak lokal.

Namun berhubung saat ini Ganesh belon bisa berkumur, sementara ini Ganesh jadi tetap harus memakai toothpaste yang non-fluoride. Karena fluoride dalam pasta gigi sendiri direkomendasikan jangan sampai tertelan oleh anak.



Nah kebetulan Meryl, Genk Racun juga menjual beberapa product pasta gigi anak non-fluoride. Gw rikues :
- Non fluoride sehingga aman tertelan untuk anak 0-2 tahun,
- Tanpa kandungan SLS,
- Tanpa saccarine (pemanis buatan), *Dari hasil googling, ternyata pasta gigi anak-anak import yang selama ini jadi andelan ibu-ibu mengandung saccarine lho...*
- Tanpa pengawet. 

Dan Meryl sang pemilik tunggal mamabebeshop merekomendasikan salah satu product organic dari Earth's Best Toddler Toothpaste ini. Dapet bonus sikat tangan juga. 



Sabtu kemarin barangnya udah dateng dan dicoba pas Ganesh sikat gigi. Intinya Ganesh masih nangis sih. Tapi sempet juga diem sebentar ngerasain manisnya rasa strawberry dan banana dari pasta gigi ini. Heu heu..anak gw udah mulai tau rasa manis.

Somehow, rada susye juga sih ngajarin Ganesh supaya rutin sikat gigi, terutama kalo lagi sama mommy. Udah ikutin anjurin supaya megangin sikat giginya sendiri, tetep aja gak mau. Sementara gigi Ganesh kan harus tetap disikat.


Ada tips yang mengatakan mungkin anak baru mau belajar by visual. Bisa melalui buku seperti yang disharing Bunda Dita ato dengan nonton DVD.

Gw tanya deh di tweeter apa DVD/VCD rekomendasi ibu-ibu yang ngajarin soal sikat gigi ke anak.


Amel,Bunda Rayssa dan Sally, Emak Fadli merekomendasikan VCD Barney episode Good Clean Fun yang mengajarkan anak untuk cuci tangan, mandi dan sikat gigi.



katanya mereka beli di Gramedia dan di Ambass. Wedeew...Gw pun coba nyari VCD original ini di carrefour, Bekasi Timur. Ketemuuuu!! Harganya Rp 15ribu. Jadi VCD ini sesering mungkin diputer dengan harapan Ganesh ngeh soal bagian sikat gigi. *masih ngelap kringet juga sih*

Foto dari Tiga Serangkai
 Belum puas berjuang sampe situ doang, *maklum, gw baru lepas dari pingitan Black Period*, gw pun beli Buku Barney yang judulnya " Pergi Ke Dokter Gigi" di Gramedia Grand Indonesia. Iti sih cerita kalo di Sabang, buku Barney model ginian 15rb bisa dapet 2.


Hedeeeh...emang ngajarin Ganesh supaya mau gosok gigi ini gak segampang membalikkan telapak tangan.


Emaknya harus extra sabar dan harus mau ber-rempong-ria dikit.


Mungkin ada yang komen sinis " Halaah...abis loe sendiri sih yang bikin jadi rempong ".


Well, maybe you're right! But I love being 'rempong' for my son, anyway.


Jadi inget lagu Bryan Adams " Everything I do, I do it for you...". Hmmm, eh eh daripada cuma kasih komen negative gitu, mending bantuin do'a aja mudah-mudahan kerempongan gw ini ada manfaatnya...*khusyuk berdo'a*

18 comments:

  1. Raka udah gak mau minum dot lagi sejak umur 1 tahun dan juga mau sikat gigi malah kalo liat sikat gigi bawaanya maunya nyikatin sendiri. Emaknya yang ngeri takut sikat giginya masuk terlalu dalam. PR gw satu ngajarin raka pake sedotan aklo liat sedotan malah digigit.Hmmmmmm PR emak beda-beda. Wuih Om Levi praktek di Melia Cibubur yach, kapan-kapan ksana akh konsul gigi Raka.

    ReplyDelete
  2. @ Nuke,
    Horray, Raka pinter deh! Lho? selama ini Raka minum pake apaan,ke kalo gak pake sedotan? Pake gelas ya? Yah justru lebih bagus bukan? ngapain diajarin pake sedotan.
    Eh iya, lupa ngasih tau Om Levi praktek di Melia Cibubur lhoo.
    Cobain gih...

    ReplyDelete
  3. Biar ga ribet kalo pergi-pergi ga mesti bawa ato nyari gelas.

    ReplyDelete
  4. bener banget ndah, kyara juga mempannya pake barney. pake buku cerita barney pergi ke dokter gigi dan beberapa judul dvd barney. Ada beberapa judul dvd barney yang ada ajakan menyikat gigi nya.

    oiya satu lagi ndah, siapa tau bisa bikin ganesh semangat sikat gigi nih.. Dulu Kyara juga slalu gw pakein sikat gigi oral B per step. Karena lama2 sering mogok gak mau sikat gigi, akhirnya gw suruh dia pilih sikat gigi nya sendiri. Emang sih jadinya bukan oralB, tapi klo lembut dan ukurannya sesuai sm mulut kyara, ya gw gpp. Bener aja, pake sikat gigi pilihan dia sendiri jadi semangat bahkan nagih2 minta sikat gigi melulu hehe..

    ps. minggu lalu akhirnya gw udah bawa Kyara ke dokter gigi. thanks ya ndah sharingnya kemarin, jadi pencerahan buat gw :)

    ReplyDelete
  5. Si Zahra suka bener pake spiffies, dan jadi pembenaran kalo males sikat gigi nih buat gue.. gak bener deh. Indah lo kmn aja ada bbrp pertanyaan di BBG -__-

    ReplyDelete
  6. I really love ur post, mbak Indah... Stlh baca ini, lgs deh ngecek pasta gigi raja, dan ternyata bener, mengandung deterjen (raja pakenya cussons step 2), hehe... Mmg sih slma ini pakenya dikiiit banget n gak pernah ketelan soalnya stlh gosok2, lgs dibersihin dan sll dibilang "jangan ditelen yaaaa..." Tp stlh baca ini, saya jd mikir2 utk gak pake pasta gigi dulu, toh raja jg rajin gosok gigi (smpe skrg msh pake finger tooth brush) dan mau2 aja lidah sama giginya digosok/dibersihin pake kain.

    Moga semua usaha mu mengajari ganesh gosok gigi berhasil ya jeng ;)

    Skali lg tks buat tulisannya :)

    ReplyDelete
  7. @ Motik,
    Loe dan Kyara juga sering kasih pencerahan buat gw dan Ganesh. Ntar besok-besok gw coba Ganesh yang milihin deh *komat-kamit jangan milih yang mahal* huahaha...

    @ Iti,
    Eh loe udah dapet spiffies nya? gw baru mau order ke Meryl. Gw sih rencananya kalo Ganesh ketiduran ato bepergian sih. Gw lagi PMS Ti, jadi sementara semedi dulu.

    @ Mbak Allisa,
    Kemarin aku cek nemu lagi kok satu brand yang gak ada kandungan SLS. Emang sampai usia 2 tahun apa 3 tahun ya *maap aku lupa*, pasta gigi bukan merupakan keharusan kok. Ganesh karena emaknya aja yang rempong dan kegayaan. Huahahaha

    ReplyDelete
  8. TFS yaaa buu

    oya ndah, pasta gigi yg ga pake SLS yg made lokal itu merk Enzi* bukan?? (buru2 ke kamar mandi setelah baca blognya) soalnya gw pake itu untuk syasya n gw liat ga ada SLS nya..*masih ragu2*

    ReplyDelete
  9. @ Della,
    Yup, benar. Plus ada satu lagi merek pi*eon waktu nemu di Matahari,MetMall

    ReplyDelete
  10. Trust me ndah, segala kerempongan ini worth it. Nggak mau kan gigi ganesh karies kaya gigi abandua?? Bisa batal nerusin profesi modellingmu loh ntar ganesh klo smp karies!!

    ReplyDelete
  11. Dhira,
    Hiuuff...amin kalo ada yang mendukung kerempongan inih.

    ReplyDelete
  12. ndah, dokter gg rhe (gw dapet pas pendidikan pesat), dia rekomendasiin ga usah yg mahal2, ternyata yg bagus odol merk pigeon. cuma susah ditemui ya. kl ga salah di MTA ada deh counter pigeon. hope it helps yaa.
    btw dvd barney-nya dpt dimana? *bumil yg males ngubek2 mol, maunya langsung dapet aja :D*

    ReplyDelete
  13. aah gw males deh kl gw ga nyimak. haha. iya tnyt kelewat pas baca, soalnya lbh merhatiin gambar barney-nya. btw kl di gramed GI ada jg ga dvd nya? jd sekalian gt belinya

    ReplyDelete
  14. @ Ira Kusuma,
    Ada dua brand pasta gigi lokal yang bakal gw pake buat Ganesh kalo dia udah bisa meludah, Ra.
    Pigeon dan Enzym Anak. Dalam ingredient nya keduanya gak mengandung SLS.

    Kalo Baby Or**el justru mengandung saccarine.

    ReplyDelete
  15. Hehehe saya gak sedetil ini buat acara sikat gigi Dita. Spt mama Kyara, sikat gigi Dita pun dia pilih sendiri yang kepalanya singa, beli wkt ke Taman Safari. Anyway thank infonya soal pasta gigi nih...perlu juga mencari yang paling aman ya mom :-)

    ReplyDelete
  16. @ BunDit,
    Ganesh belon bisa milih kayak Kak Kyara dan Kak Dita. Jadi Mommy nya masih leluasa otoriter...*sssttt...yang ini out of record ya...heu heu heu*

    ReplyDelete
  17. mbak, kemaren aku ke drg rachmatia
    kayaknya ga seasik om levinya dehh

    cuma 5 menit kali *eh 10 menit :D*

    aku juga tanya masalah pasta gigi, katanya semua aman :((

    karena males ya sudah aku diem aja deh..

    Makasih yaaa infonya (terutama soal pasta giginya *4 jempol buat mommynya ganesh ;)*

    ReplyDelete
  18. @ Ummu Fatih,
    Tapi Fatih sendiri gimana waktu diperiksa gigi sama drg.Rachmatiah. Dikasih informasi detail gak. Padahal aku pengen coba lho,Mbak...
    Mungkin saat itu pedodontist nya banyak pasien yg harus ditangani.Jadi lebih fokus untuk mengobati pasien dulu daripada yang konsul pencegahan. Mungkin lhooo

    ReplyDelete