1.13.2010

Beda Roseola dan Rubeola (Campak)

Hari Minggu kemarin, tiba-tiba di thread Genk Racun ada berita buruk. Raka, putra Bunda Nuke terkena demam tinggi sejak hari Kamis malam. Sempat dibawa ke UGD karena udah dicoba home treatment. Hari Jum'at diperiksa oleh DSA dan didiagnosa radang tenggorkan dan dapet surat pengantar cek darah di laboratorium jika dalam 3 hari panasnya masih tinggi juga. Mungkin dikhawatirkan DBD kali ya.


Hari Sabtu suhunya Raka sempat turun dan sudah kembali lincah seperti biasanya, namun Sabtu malam suhu tubuhnya kembali mencapai 40 derajat C, sehingga Nuke memutuskan untuk check darah di Minggu pagi. Malamnya kembali demam tinggi hingga 40.8 derajat dan dibawa ke UGD karena khawatir kena step.


Memang anak laki-laki lebih rentan terhadap step ketimbang bayi perempuan, apalagi jika orang tuanya punya riwayat kejang saat demam.


Alhamdulillah, Ganesh belon pernah kena demam tinggi, paling cuma sumeng-sumeng tapi masih pecicilan gitu. Dan gw gak punya riwayat kejang saat demam, cuma emang gw punya riwayat menggigil kalo demam. Dan gw udah diskusiin dengan teman-teman milis mpasirumahan bahwa kejang tidak sama dengan menggigil. Hiuuufff...


Karena demamnya sudah tinggi, oleh dokter diberikan obat via dubur dan menurut Nuke, mulai keluar bintik merah di tubuhnya. Dia menduga ini campak atau roseola. Dan menurut diagnosa dokter setelah membaca hasil lab darah Raka, Raka diduga terkena roseola.


Ini pengalaman pertama di genk racun yang terkena virus ini. Dan dari pengalaman Nuke yang disharing dengan kami ditambah lagi pagi ini ada juga temen yang lain bilang kalo anaknya terkena roseola, gw langsung googling di internet untuk menggali lebih dalam apa sih beda campak (rubeola) dengan roseola secara gejala nya hampir sama. Jadi gw udah punya cukup 'bekal' kalo amit-amit ada yang tertular virus ini. 


Dari medicastore gw dapat perbedaan kedua penyakit ini:
RUBEOLA a.k.a CAMPAK


suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/kongjungtiva) dan ruam kulit.

Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada.
Sebelum vaksinasi campak digunakan secara meluas, wabah campak terjadi setiap 2-3 tahun terutama anak-anak usia pra sekolah dan anak-anak SD.
Jika seseorang pernah terkena penyakit campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.


Penyebab: Paramiksovirus


Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.
kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktid dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang baru lahir dari ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun)


orang-orang yang rentan terhadap campak adalah:
- bayi berumur lebih dari 1 tahun
- bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
- remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua


Gejala :
Mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah infeksi, berupa
-nyeri tenggorokan
-hidung meler
-batuk
-nyeri otot
-demam
-mata merah
-fotofobia (rentan terhadap silau,cahaya)


2-4 hari kemudian muncul bintik putih di mulut bagian dalam (bintik koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 305 hari setelah timbulnya gejala di atas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping.
Dalam 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.


Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruam meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40 derajat celcius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.


Komplikasi
Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campak:
1. Infeksi bakteri
- Pneumonia
- Infeksi telinga tengah
2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit),sehingga penderita mudah memar dan mudah mengalami pendarahan
3. Ensefalitis (infeksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2,000 kasus.


Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas


Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan:
- pemeriksaan darah
- pembiakan virus
- serologi campak


Pengobatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring. Untuk menurunkan demam, diberikan parasetamol. Jika terjadi infeksi bakteri diberikan antibiotik.


Pencegahan
Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/Mumps, Measles and Rubella) disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.
Jika hanya mengandung campak, vaksin diberikan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.


Roseola Infantum
Definisi
Suatu penyakit virus menular pada bayi atau anak-anak yang sangat muda, yang menyebabkan ruam dan demam tinggi
Biasanya menyerang anak yang berusia 6 bulan - 3 tahun


Penyebab
Virus Herpes tipe 6 dan 7 yang disebarkan melalui percikan ludah penderita.
Masa inkubasi (masa dari mulai terinfeksi sampai timbulnya gejala) adalah sekitar 5-15 hari. Biasanya penyakit ini berlangsung selama 1 minggu


Gejala
Demem timbul secara tiba-tiba, mencapai 39,4-40,6 derajat celcius dan berlangsung selama 3-5 hari. Meskipun demam tinggi, tetapi anak tetap sadar dan aktif. Pada saat suhu tubuh mulai tinggi, 5-10% penderita mengalami kejang demam (kejang akibat demam tinggi).


Biasanya terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di belakang kepala, leher sebelah samping dan di belakang telinga, Limpa juga agak membesar. pada hari keempat, demam biasanya mulai turun.


Sekitar 30% anak memiliki ruam (kemerahan di kulit), yang mendatar maupun menonjol, tertutama di dada dan perut dan kadang menyebar ke wajah, lengan dan tungkai. Ruam ini tidak menimbulkan rasa gatal dan berlangsung selama beberapa jam sampai 2 hari


Diagnosa
Ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.


Pengobatan
Untuk menurunkan demam, biasa diberikan parasetamol. kepada anak-anak tidak boleh diberikan aspirin karena bisa menyebabkan sindroma Reye.
Sebaiknya anak dikompress dengan menggunakan handuk atau lap yang telah dibasahi dengan air hangat (suam-suam kuku). Jangan dikompres dengan menggunakan es batu, air dingin, alkohol maupun kias angin.
Usahakan agar anak minum banyak air putih, potongan es batu, larutan elektrolit atau kaldu. Selama demam, sebaiknya anak menjalani tirah baring.


Sempat sharing dan diskusi juga bareng pentolan milis mpasirumahan Dhira, Garet, Jeni dan masih banyak lagi untuk disebutkan semua karena ada 20 member di group BBM gw ini. heu heu heu


Dari hasil dikusi dan sharing ini, jadi tahu kalo anak panas, buka semua baju dan kompres dengan air hangat gak hanya di kening, tapi di lipatan tubuh lainnya seperti ketiak, lipatan paha, belakang lutut. Bisa pula berendam air hangat. Atau menggunakan  metode kangguru, bayi ditaruh di dada ibu sehingga skin to skin contact agar bayi merasa nyaman.


Kenakan baju yang tipis dan JANGAN selimuti rapat-rapat penderita demam, ini akan membingungkan pusat kontrol suhu tubuh yang sedang terganggu fungsinya. Anggapan bahwa berkeringat banyak akan menurunkan suhu tubuh tidak selalu berhasil. Kadang justru membuat penderita menggigil dan suhu tubuh semakin tinggi.



Karena demamnya yang tinggi bisa memungkinkan demam kejang, yang perlu kita lakukan adalah
1.Tetap tenang dan tidak panik
2.Kendorkan pakaian yang ketat terutama di sekitar leher
3.Bila tidak sadar, posisikan anak terlentang dengan kepala miring. Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung. Walaupun kemungkinan lidah tergigit, jangan memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
4.Ukur suhu tubuh, observasi dan catat lama dan bentuk kejang.
5.Tetap bersama pasien selama kejang
6.Selalu sedia obat kejang (diazepam rektal) via dubur jika kejang memungkikan anak tidak bisa minum obat. Dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti.
7.Bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih.


Dari pdpersi gw tahu bahwa mitos yang selama ini bayi sebaiknya diberikan kopi untuk mencegah step itu tidak benar.
Jangan mudah percaya bahwa minum kopi bisa menghindari dari kejang atau step. Secara medis, menurut salah satu Dokter Anak di Jakarta, sebetulnya kopi tidak berguna untuk mengatasi kejang. Kopi justru dapat menyebabkan tersumbatnya pernapasan bila diberikan pada saat anak Anda mengalami kejang, yang akhirnya mengantarkan pada kematian.



Terus untuk penanganan Roseola ini yang disharing sama Nuke adalah penderita malah dianjurkan untuk mandi sesering mungkin kalo bisa 3 kali sehari supaya virusnya bisa hilang.
Dan gak boleh dibedakin soalnya virusnya justru suka bersembunyi di balik bedak itu.
 
Thank you, Bunda yang sudah mau berbagi pengalaman dengan kami...Sangat bermanfaat dalam pembelajaran kami sebagai orang tua baru
Semoga Raka dan Lana cepat sembuh ya...
Dan semoga dengan sharing dari para Bunda dan paman google bisa mempersiapkan kita harus bertindak gimana jika suatu saat mengalami kondisi seperti ini *amit-amit ketok-ketok meja!*

9 comments:

  1. Biasanya gue skip-skip kalo banyak tulisan, tapi kali ini gue pelototin tulisan lo satu-satu.

    Serem yah.. mudah2an kita bisa menangani setiap penyakit anak kita dg tepat.

    Thk u yah ndah udah di share, lo rajin banget as always..

    ReplyDelete
  2. Iti,
    Iyah..walopun katanya kedua penyakit ini bukanlah tipe penyakit serius dan dapat sembuh dengan sendirinya, tapi tetep parno ya.

    ReplyDelete
  3. Thanks info nya ya. sampe teliti nih baca nya

    ReplyDelete
  4. Mbak Lidya,
    Sami-sami. Semoga informasinya bermanpaat.

    ReplyDelete
  5. Lagi-lagi makasiiih banget udah dirangkumin, mbak. Langsung ta' simpen di draft emailku. Tips-tips masak belut, ikan, dan resep bikin kue keju-nya juga ta' simpen2in.. Ah, pokoke makasih banget mbak indah

    ReplyDelete
  6. Sama-sama, Mbak Nuri.
    Aku juga senang kalo blog aku ternyata memberikan manfaat buat yang baca...

    ReplyDelete
  7. Thanks info detilnya mom. Saya juga baru tahu kalau anak panas justru pakai baju yang tipis itu dari DSA di Padangsidempuan saat Dita mudik dan kena diare. Selama ini mikirnya kalau anak sakit justru malah dibalut rapat ya :-)

    Semoga dengan ibu2 yang melek informasi, anak2 kita selalu sehat ya. Amin :-)

    ReplyDelete
  8. BunDit,
    Sama-sama. Makanya aku seneng punya banyak temen dari aneka milis, Bun. Bisa sharing informasi. Aku jadi belajar banyak dari sesama ibu-ibu.
    Ngerumpi yang bermanpaat toh? :D

    ReplyDelete
  9. Thank's for sharing... ^_^
    Lagi butuh juga nih...

    ReplyDelete