12.22.2009

Nasib Mommy Ganesh Setelah Kepemilikan Baru

Per tanggal 18 Desember 2009 kemarin sih sebenarnya, we are no longer part of T*c* Electr****s, we are now PL* Family. (Husst..bukan PLN lho ya!).

Gak terlalu banyak effect yang berarti. Gak seperti kejadian di akhir 2007, dimana saat perusahaan kami separate dari T*c* International menjadi T*c* Electr****s yang berdiri sendiri banyak karyawan lama yang gak ingin bergabung dan ngambil so called Separation.

Keliatannya sih sekarang perusahaan kami diambil alih sama Family Bussiness. Nah ini kayaknya gw kualat sama Hani niy karena suka godain dia.
Tapi bedanya kalo perusahaan Hani dikelola Family Bussiness Wong Jowo, nah kalo gw tetep masih dimanage sama wong Londo warganya Pak Lek Obama kayak pemilik sebelumnya.

Jadi so far " Nothing change, Ndah" gitu sih kata Boss gw.
Yang gw garisbawahi plus kasih stabilo kuning (kenapa kuning?? Karena kalo item, tulisannya kagak keliatan dong!) :
tidak ada penurunan gaji, kesejahteraan, tunjangan, **hiuuufff legaa** dan termasuk tidak ada perubahan Boss gw ya tetep yang itu juga…**nah ini lemez…karena udah ngekhayal punya Boss se-cool Koko Chow Yun Fat atau Se-Sexy Pak De George Clooney!**

Gw jadi inget waktu gw dan Linung *kolega Process Engineer pertama kali* diterima di perusahaan ini, kami dapet Management Induction Training dari my Ex-Boss, yang per tanggal 18 Desember 2009 udah gak kerja di site kami di Thailand dan kembali ke Negeri Kangguru.

Sebelum Ex-Boss gw ini diberikan challenge untuk me-manage site di Thailand, sekitar 1 tahunan dese satu ruangan sama kami di Engineering.

Satu kalimat dese yang terus melekat di pikiran gw dan mungkin kata-kata itu udah gak bisa gw pake lagi buat jadi bahan lucu-lucuan sama temen-temen gw di kantor sinih…**bukan kalimat wise yang gemana geto sih…**

" Indah, Linung…We are not just BIG, But We are GIANT Multinational Company…"

Eh,batewei busway, omigot, eike kok baru berasa bahwa lebayy bukan hanya penyakit buat kaum jelata kayak gw ginih. Tapi Londo juga bisa ketularan lebayy yah? ck ckc ck
Mungkin sebenarnya diem-diem boss gw itu pecinta pelem DoraEmon kali ye makanya dia memakai vocab " Giant ".
Andai aja dia penggemar Paris Hilton kayak Iti, Mama Zahra, mungkin dia bakal bilang " We are HUGE…" instead of " We are GIANT.. ". Heu heu heu...Sekarang udah gak kepake lagi dong istilah itu. Yaaaah….





Kemarin Managing Director gw dan representative pemilik baru dari USA mengumpulkan kami semua di production floor untuk memberikan semacam formal announcement bahwa kami sudah resmi under PL* Family.
Tentu sajah disertai photo-photo dan pembagian snack. Yip yip! Me likey Free Snack! As Always!

Oya pada saat bubaran foto-foto, gw sempat request ke Boss gw " Pak, saya minta dibudgetin camera baru dong…".

Kebetulan gw sangat amat membutuhkan camera. Well, Selain untuk foto-foto gw narcist di Production, lebih tepatnya gw memerlukan kamera untuk foto-foto product reject, product bagus, proses baru, develop testing. Dan camera yang gw punya saat ini kayaknya udah gak layak pakai. *balik lagi, itu menurut gw!*

Boss gw ngeliat gw, masih mendengarkan dengan seksama.

Okay, merasa dapet angin, gw lanjuuut " tapi saya gak mau kamera yang kayak Pak Suwara (EHS Coordinator gw) dan orang Gudang. Resolusinya gak bagus! Kalo saya pinjem foto mereka hasilnya pasti gak bagus! ".

Hmmm…boleh pengakuan dosa kah? Maksud gw di situ sebenarnya bukan hasil foto-foto product yang jelek, tapi foto gw kok gak pernah keliatan bagus kalo pake kamera itu. Kayaknya aura inner beauty gw gak memancar keluar kalo pake kamera beli-di-care-four ntu.

Alis Boss naik yang gw artikan sebagai ' terus kamu maunya kamera apa?'. Maklum selain narcist, gw juga over PD.

Gw makin semangat " Mending kita beli Canon DSLR aja, Pak.." seraya tersenyum lebar NNC (Ngarep-Ngarep Cemas) bisa jadi Canonian kayak Iti, tapi fasilitas kantor!

NGGILANI TENAN! Mungkin gitu pikir Boss gw, dan dese langsung pura-pura budeg ninggalin gw saat itu juga..
Eh, untungnya 8 Desember kemarin, abis dari training upgrade ISO 9001:2008, langsung cabs ke Bandar Djakarta, Ancol buat ngerayain X-Mass Dinner sebagai part of T*c* Electr****s for good!

Sang Preggie: Bunda Pur (dese protes dipanggil Bude Pur), Indah, Mbak Anny, dan Mbak Umrah dengan perut kenyang. Gw kliatan kucel banget yaaa?? Maklum mata ngantuk, pikiran ke Ganesh…hiks!

Okay urutannya dari atas ke bawah searah jarum jam : Mbak Meity, Lira, Indah (kok cuma nyempil gini yah?!?!), Pak Suwara, Edward Cullen…maap, salah, Ini MD gw tapi pengaruh kamera bikin matanya kayak Edward. ...**wooyy, minta ditimpuk pake beling sama Ababil (ABG Labil)** dan Mbak Anny lagi.


OK, enough with photo-photo, kenangan lama soal T*c*. Now back to acquisition!

Maap ya berhubung gw bukan orang legal maupun orang HR, so gw akan jelasin dengan bahasa sederhana aja. Maaf sebelumnya kalo ada salah dalam penjelasan. Yang orang legal atau HR, bantu dong…

Jadi intinya gini niy,di UU ketenaga-kerjaan juga menyebutkan kalo perusahaan kita berganti kepemilikannya (merger, akuisisi, dibeli) nah kita sebagai karyawan bisa menyatakan untuk tidak mau bergabung dengan management yang baru. Ada perusahaan yang menawarkan secara terbuka, ada juga yang gak. Tapi karyawannya bisa mengajukan sendiri ke HRD.

Ngeliat kelanjutan temen-temen yang ngambil separation di tahun 2007 yang keliatannya tidak-semulus-apa-yang-diharapkan, ini karyawan yang sekarang berpikir ulang untuk mengikuti jejak mereka.

Tapi sepertinya sih salah satu inspector gw kayaknya memutuskan untuk tidak mau bergabung dengan management baru. Katanya sih sebagai anak laki-laki tertua, dia diminta pulang ke kampung di Nias untuk mengurusi rumah keluarga dan ibunya yang sudah tua. Dia sendiri kemungkinan ingin jadi PNS membangun daerahnya di sana.

Gw tentu aja merasa sangat kehilangan salah satu asset kami karena sebenarnya inspector gw ini termasuk cerdas dan cukup kreatif dalam testing. Jadi sekarang gw udah mulai bersiap mencari penggantinya, sementara dia gw minta untuk transfer knowledge ke inspector lainnya.

Jujur, gw sempat terpikir mungkin inilah kesempatan gw untuk menjadi Full Time Mom buat Ganesh lho.
Tapi apa daya, dengan mahalnya biaya pendidikan yang harus kami persiapkan untuk Ganesh, sepertinya belum memungkinankan jika hanya mengandalkan Hani sebagai sumber income kami. Makanya gw pun memilih untuk terus bekerja….

Well, gw pikir jika banyak ibu yang selama ini berpikir bahwa dengan menjadi Full Time Mom, melepaskan semua cita-cita, pecapaian karir, self esteem adalah suatu pengrobanan demi si buah hati.

Somehow, gw juga berpikir demikian dengan memutuskan untuk jadi Working Mom lho. Working Mom mengorbankan waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk mendekap, memeluk, menemani anak bermain, melihatnya dia tumbuh. Mengorbankan saat-saat berharga dimana dia menunjukkan kemampuannya tengkurap, merangkak, berdiri untuk pertama kalinya. Demi siapa? Karir? Cita-cita? Tentu BUKAN. Tapi demi agar anak bisa mendapatkan yang lebih baik.

Semoga keputusan gw (soalnya ini bukan pilihan) untuk terus bekerja merupakan keputusan yang terbaik untuk gw, Hani dan Ganesh ya. Semoga management perusahaan gw yang baru bisa memberikan kesejahteraan yang lebih baik untuk karyawannya..ya termasuk mommy Ganesh.

Tulisan ini Didedikasikan untuk Boss saya yang sapa tahu iseng googling nama saya sampe ke blog ini dan ikutan baca: Pak, jadi masih ada gak kemungkinan budget Canon DSLR nya diapprove? Oh, masih Gak bisa? Ya sudah, namanya juga usaha….tapi kenaikan gaji Januari 2010 buat saya udah pada prosentase maximal kan ya??

3 comments:

  1. karena aku disebut aku mau kometar... Huuuugeeeee!!!

    ReplyDelete
  2. @ Mbak Lidya,
    Kurang gede Nobita, Mbak...heu heu

    @ Iti,
    Yah gw tau loe ngepens banget Jeung Paris. Gimana DM nya udah bisa?

    ReplyDelete