4.03.2009

First Time I Saw My Son...I knew I Was In Love

Sesuai dengan yang diminta Prof dr. Yunizaf, SPOG yang memberikan gw kesempatan untuk induksi alami hingga tanggal 1 April 2009. Jika emang gak ada tanda, maka gw harus prepare bawa tas untuk diambil tindakan: induksi ataupun Sectio Caesar.

Gw pun yang mulai pasrah..terus menanti datangnya tanggal 1 April untuk segera bertemu dan memeluk makhluk mungil yang sudah 41 weeks bersemayam dalam rahim gw.

Makhluk 'mungil' yang pernah bikin gw guilty karena gak menjaganya dengan baik *dua kali jatuh selama kehamilan*, bikin gw pre baby blue karena gak keluar2 mulai dari week 39, bikin terenyuh karena selalu bersama gw selama 9 bulan belakangan ini kemana pun gw pergi, seakan ikut menangis saat gw menangis, ikut exciting setiap gw menikmati sepotong cheese cake atau satu scoop ice cream.


Pagi di tanggal 1 April itu gw masih sempatin berenang dan jalan kaki dengan tujuan kalo induksi, gw pengen pembukaannya lebih cepat. Tapi saat Prof dr. Yunizaf, SpoG meminta gw untuk di USG di Poly 1 dengan dr. Nadir Chan, SpOG..hasilnya mengatakan bahwa air ketuban gw mulai kering...

Yang harusnya berada diangka 12, air ketuban gw udah berada di angka 2.94

Menurut Uci temen gw di Weddingku, angka 6 pun dokter biasanya sudah menyarankan SC.

Tapi Prof Yun sempat menawarkan untuk obervasi yang gw terjemahkan sebagai usaha induksi. Gw nanya kans kemungkinan keberhasilannya untuk bisa melahirkan secara normal. Prof Yun bilang sangat kecil. Dengan tegas, gw yang sedari menghendaki persalinan normal akhirnya harus memutuskan untuk langsung SC.

Hani sempat gak nyangka kalo gw seberani dan setegas itu memutuskan untuk langsung mengambil tindakan SC. Prof Yun memutuskan bahwa jam 8 malam gw harus bersiap untuk operasi SC. Dia menggenggam tangan gw untuk menguakan gw..Ternyata dia mengku bahwa dia juga deg-degan....

Jam setengah 8 malam gw sudah mulai bersiap-siap untuk SC. Jam setengah sembilan malam, gw masuk ruang operasi untuk menjalani operasi SC dibantu oleh Prof. dr. Yunizaf, SpOG, dr. M.S. Nadir Chan, SpOG, dokter anestasi dr. Bambang, dan dokter anak yang mengobservasi Baby G : dr. Imral Chair, SpAK.

dr. Bambang sempat mengajak gw ngobrol sambil menyuntikkan obat bius di tulang belakang supaya gw bisa rileks.

" Anaknya cewek apa cowok, Bu? "

" Hm...kata dr. Bambang Karsono sih cowok..."

" Oh..biasanya sih kalo dr. Bambang bilang begitu sih bener...tapi semua kan tergantung yang di atas ya, Bu. udah siapin nama, Bu?"

" udah. Ganesha.."

" Ganesha...wah itu kan dewa ilmu pengetahuan ya, Bu? Berarti anaknya ntar masuk Engineering ITB dong..."

" Gak ah...saya kalo bisa anak saya jangan masuk Engineering kayak Mommy nya.."

" Lho??"

" Saya pengen anak saya jadi dokter kandungan...biar pasiennya ada terus, uangnya banyak..."

" Walah..huahaha..."

Jam 20.50, dr. Bambang yang sudah sukses menyuntikkan bius *terbukti gw tidak merasakan apa-apa di perut ke bawah*, memberitahukan gw..." Bu, sekarang jam 20.50 ya..kita mulai operasi ini.."

Di atas perut gw ditutup tirai jadi walopun sadar, gw tetep gak bisa melihat perut gw dibelah...Terdengar suara Prof Yun dan dr. Nadir Chan doing something di perut gw...

" Ya ampyun...bener air ketubannya ente' (habis).."

" Tapi gak hijau ya, Dok.." kata bidan

Dr. Bambang berkata membuka tirai sedikit menunjukkan jam di dinding.." Bu, siap-siap ya..bentar lagi anaknya keluar..."

" Yak..angkat...oh..bayi laki-laki.." terdengar suara tangisan bayi kecil dan membahana di ruangan operasi...

" Bu..jam 20.55 ya anaknya lahir...bayinya laki-laki seperti kata dokter Bambang Karsono"

Gw menatap ke makhluk kecil yang masih berdarah untuk diobservasi sebentar oleh dr. Imral, kemudian diberikan bidan di dada gw untuk proses IMD (Inisiasi Menyusu Dini).

Alhamdulillah, beneran anak laki-laki! Cucu laki-laki pertama di keluarga gw yang sudah dinanti-nanti termasuk oleh almarhum kakeknya yang tutup usia di saat Ganesha usia 4 bulan dalam kandungan...

Batin gw terharu.." ini anak gw ya??"

Ganesha tidak menangis saat di dada gw, sempat mencari puting tapi berhenti dan kembali tertidur di dada gw...*ah, bener ini anakku deh kayaknya..soalnya kebluk nya sama kayak emaknya..*

Bidan sempat memberikan puting payudara gw, dan itulah pertama kali Ganesha menyusu dari payudara gw..

Masya Allah, gw udah jadi seorang ibu....

Semua perasaan baby blue yang gw alamin karena gw sempat bete Ganesha yang gak mo juga usaha keluar sehingga gak ada kontraksi dan pembukaan seakan lenyap di momen itu...

Menatap bayi merah, bertopi kupluk biru di ruang operasi itu...tertidur lelap di dada gw dengan mulut di puting payudara gw, gw langsung jatuh cinta dengan Ganesha...

Bener kata Hani, sebagian dari hidup gw dan Hani berada pada Ganesha....

Semua rasa sakit saat disuntikkan infus ditangan gw, suntik alergi, suntik epidural di tulang belakang gw....terpuaskan oleh makluk kecil yang Alhamdulillah lahir dengan lengkap...

GANESHA ATHIA WIJAYA, begitu nama lengkap anak kami, lahir tanggal 1 April 2009, jam 20.55 dengan berat badan 3,25 kg dan panjang 49 cm di RSB YPK, Menteng.
Inilah gaya Ganesha sesaat setelah lahir dan dibersihkan. Hani dan temen2 dekatnya gak berhenti memandang Ganesha yang baru lahir.
Sehabis operasi, gw gak langsung disatukan dengan Ganesha...tapi ditaruh di ruang observasi. Reaksi obat bius masih berasa, dan gw sempat menggigil kedinginan karena drop, dan sempat muntah karena gw gak sempat puasa untuk mengosongkan perut.

Semalaman gw terus memikirkan anak yang baru saja gw lahirkan...

Gimana gak kangen coba dengan anak yang menggemazkan kayak gini???


Jam 12 malam efek obat bius mulai hilang di perut gw, barulah gw merasakan nyeri yang luar biasa....apalagi sejak efek obat bius hilang di kaki gw, gw dipesenin untuk belajar menekuk lutut.

Masya Allah...sapa yang men-judge melahirkan secara SC itu belum membuat seorang wanita merasa menjadi Ibu???

Andaikan yang ngomong juga turut merasakan kesakitan, pengorbanan, perjuangan yang gw rasakan malam itu mungkin sama sakitnya dengan kontraksi melahirkan normal.
Alhasil, gw gak tidur sampe jam 5 pagi. Dan tau gimana rasanya???? Tiap 5 menit waktu yang gw harap segera berlalu berasa seakan menanti 5 bulan...

Pagi hari jam 5 an, bidan masuk dan gw diingatkan bahwa melahirkan itu semua gak ada yang enak. Normal sakit, SC pun sama sakitnya...

Saat perut gw masih terasa nyeri, pedih akibat luka, gw mulai dipaksa untuk menggerakkan badan, menekuk lutut..*dan gak boleh pelan-pelan...harus belajar seperti biasa, biar sakitnya cepat hilang!*

Setelah gw di washlap, barulah gw diantar ke kamar perawatan. Dan barulah gw dipertemukan kembali dengan Ganeshaku setelah terpisah hampir 8 jam....Dan dia kembali menyusu padaku...

Mungkin gw dan Ganesha memang gagal untuk melahirkan secara normal seperti yang diimpikan oleh hampir semua Ibu...tapi usaha perjuangan gw sebagai Ibu bukan berhenti di proses bagaimana seorang anak dilahirkan...
melainkan baru permulaan, masih banyak perjuangan bagaimana membesarkan dan mendidik Ganesha menjadi anak yang Sholeh, pintar, santun. Amien...

Semua ini akan gw mulai dengan menguatkan tekad jadi Breastfeeding Mom..supaya bonding gw kuat dengan Ganesha...

Ganesha, Mommy love you, Nak...Not only from the first time I met you, but when I knew you were there....

2 comments:

  1. termehek2 juga nih bacanya..
    jd inget pas lahiran dulu..
    salam kenal ya..qt lahiran pada bln yg sama loh..klo baby boyku filza lahir tgl 10/04/09 n kasusnya sama mom..si filza gk brusaha kluar akhrnya aq diinduksi tp Alhamdulillah brhasil pdhl air ketuban dah hmpr habis krn udah pecah dari 12jam lalu..
    akhirnya mules teramat sangat..
    pokonya mau normal,normal induksi,SC..smua sama koq..pasti ngerasain amazing be a mom..
    smoga adeknya ganesh ntar bisa lhiran normal..amien

    ReplyDelete
  2. Salam kenal juga Bunda Filza.
    Amin. Semoga Allah mempercayakan untuk menitipkan adinya Ganesh dan diberi kesempatan untuk melahirkan normal.

    ReplyDelete