3.23.2009

Kartu Pintar Buat Baby G..


Berawal dari sharing Ibu-Ibu di milis AFB soal SoftBook, gw pun mulai keranjingan mengumpulkan softbook buat Baby G. Softbook pertama gw beli di Bandung terus gw cari di ITC Ambassador akhirnya Baby G juga punya teether book dan Bath Book yang BPA Free dan Flash Card dari Fisher Price yang gw beli dari Moms and I.

Juga dari media maya ini juga gw dapet informasi cara mengajarkan anak membaca di usia dini dengan Flash Card Methode Glen Doman.
Kebetulan gw yang udah cuti hamil ini punya banyak waktu untuk ke Gramedia dan kemarin di bagian buku anak menemukan banyak flash card.
Akhirnya gw pun membeli satu set Kartu Pintar ( Flash Card) untuk Baby G nanti untuk mencoba methode Glen Doman ini.

 
Tentunya bagi Ibu-ibu yang jarang terupdate dengan dunia luar, membeli flash card, softbook untuk baby seperti ini adalah hal yang tidak lazim. Menurut mereka, biasanya mainan bayi hanya teether, mainan yang mengeluarkan suara, kecrekan...

"Anak bayi kok udah diajarin baca? Ntar aja...kalo udah masuk PlayGroup atau TK juga diajarin sama gurunya. Ntar kalo diajarin sedari sekarang, anak jadi merasa terpaksa dan cepet bosen belajar.." begitu komentar mereka.

Methode Glen Doman dengan menggunakan flash card ini emang menimbulkan pro dan kontra. Gak hanya di kalangan Ibu2 di rumah nyokap gw yang masih mengandalkan guru di sekolah ataupun methode mengeja ala "a,b,c", tapi even di kalangan mereka yang melek internet pun masih ada yang menyatakan ketidaksetujuannya. Bahkan pernah ada yang protes bahwa kalo terlalu fokus dengan mengajarkan bersifat akademis, justru lupa mendidik anak secara akhlak.

Gw pribadi mengembalikan pada orang tua sendiri..karena bagaimanapun, orang tua lah yang tau apa yang terbaik untuk anaknya gimana pun caranya.

Dengan Metode Glenn Doman, tiga set flash card dimainkan beberapa kali sehari. Memainkan flash card sendiri tidak makan waktu berjam-jam, bahkan kurang dari semenit, karena per kartunya hanya perlu ditunjukkan dalam waktu satu detik. Dan sebaiknya kita tau kapan harus berhenti, sebelum sang anak meminta permainan berhenti.

Gw sendiri gak melihat sisi negative dari mengajarkan anak belajar baca dengan flash card ini. Apalagi flash card ini sudah banyak dijual dan didapat dengan harga yang terjangkau. Gak perlu repot2 motong kertas dan menulis kata di potongan kertas.

Semua mungkin tergantung motivasi sang Ibu. Dengan memberikan permainan flash card ini, bukan berarti gw gak memberikan waktu fun buat baby G. Banyak mainan yang bersifat edukatif yang gw liat di ELC ( divisi lain dari mothercare yang mengkhususkan untuk mainan edukatif) yang bikin gw tertarik untuk merangsang kreativitas Baby G nantinya.

Sebagai working mom, gw harus memberikan quality time dan bonding time untuk Baby G. Dan menurut gw, menyusui, membacakan softbook, menunjukkan flash card merupakan cara gw untuk menemani baby G.
Jadi bukanlah sesuatu yang tepat jika sehabis mengajarkan flash card, gw kemudian menuntut baby G untuk menunjukkan progress. Karena gw tidak mengetest kemampuan bayi!

Juga bukan berarti pendidikan akhlak tidak penting, bukankah hanya memberi contoh yang baik dan etika yang baik terhadap baby G juga merupakan pendidikan akhlak yang justru lebih gampang ditiru oleh anak. Karena anak biasanya lebih suka meniru kebiasaan orang tua.

Yang ingin gw tularkan ke baby G adalah pengertian bahwa belajar itu bukanlah sesuatu yang terpaksa, tetapi bisa jadi sesuatu yang menyenangkan jika dia juga menikmati suasana belajar.

Tapi semua kembali ke diri kita masing-masing...ingin mengisi quality time dan bonding time dengan edukatif tapi fun, ataukah dengan cara-cara yang lain.
Intinya adalah SAMA : bahwa kita semua hanya ingin yang terbaik untuk pertumbuhan dan pendidikan sang buah hati, bukan??

1 comment:

  1. itc ambas di sebelah mana ? toko apa ? thanks..

    ReplyDelete