3.04.2009

Demi Menjadi BreastFeeding Mom : Mulai Mempersiapkan Main Tool (Pabrik ASI) dan Supporting Tools

Demi memberikan hanya ASI kepada buah hati tercinta, gw pun tidak hanya mempersiapkan supporting tools kayak nursing apron, breastpump, nursing spon, blue ice, cooler bag dkk, tapi juga mulai mempersiapkan diri untuk MAIN TOOL nya alias Pabrik ASI itu sendiri yaitu payu****dan mental.

Dengan pengalaman beberapa teman yang tidak langsung keluar ASI begitu melahirkan, gw udah harus mempersiapkan mental bahwa jika gw mengalami hal yang sama gw gak usah panik duluan.

Karena sebagaimana yang gw dapet dari seminar2 dan milis, jika ASI tidak langsung keluar setelah melahirkan,tidak perlu panik langsung minta diberikan SuFor untuk bayi. Ukuran lambung bayi baru lahir hanya sebesar buah kemiri, dan sebelum dilahirkan, terlebih dahulu bayi di dalam rahim sudah membekali diri untuk kebutuhannya dirinya sehingga tidak apa-apa jika tidak diberikan asupan apa pun hingga 2-3 hari.

Dari seminar juga gw dapat bahwa banyak sedikitnya keluar ASI tidak hanya bergantung pada makan yang dimakan oleh sang Ibu, tapi lebih ke mood seorang Ibu menyusui. Oleh karena itu sedari sekarang gw terus menanamkan ke dalam alam bawah sadar gw dan PEDE bahwa GW PASTI BISA MEMBERIKAN ASI untuk Baby G.

Jika ibu tidak pede, itu akan terekam oleh alam bawah sadar dan mengantarkan pesan kepada hormon yang memproduksi ASI, akibatnya ASI tidak lancar seperti yang diharapkan.

Ibu yang mengalami stress, tekanan, mood yang tidak bagus juga turut mempengaruhi produksi ASI. Oleh karena itu pada saat memompa ASI ataupun menyusui, diharapkan Ibu untuk rileks.
Dan berbagai cara bisa dilakukan supaya Ibu lebih rileks. Misalnya dengan pijatan, menarik nafas dalam2..semua sih tergantung dengan kenyamanan dan kecocokan sang ibu terhadap metode yang dipilih.

Sedangkan daun katuk yang selama ini sudah menjadi mitos yang mendarah daging di kalangan Ibu menyusui lebih cenderung mempengaruhi kepada kualitas ASI. Karena gak cukup dengan ASI yang keluar lancar namun tanpa kualitas nutrisi yang baik untuk sang baby.

Dari seminar juga gw pelajari bahwa gak cuma daun katuk yang bagus untuk Ibu menyusui. Namun lebih ditekankan kepada sayuran dengan kandungan zat besi yang tinggi. Dan itu ada pada sayuran berwarna hijau yang dimasak dengan teknik memasak yang tidak menghilangkan kandungan di dalamnya.

Jadi udah gak zamannya Ibu menyusui dipaksa makan daun katuk setiap hari...sehingga BuSui menjadi bosan, eneg, nafsu makan berkurang makan kualitas gizi bayi pun ikut terpengaruhi.

Okay, sekarang gw sudah mulai banyak makan sayuran berwarna hijau ketuaan...untungnya gw emang doyan semua sayuran...even brokoli sekalipun!

Dengan mengikuti seminar, browsing dan membaca buku tentang BuSui (bersyukurlah gw bukan wanita yang terkukung seperti katak dalam tempurung), maka gak perlu lagi susah jadi BuSui. Banyaknya beredar mitos-mitos yang udah terbantahkan secara medis membuat banyak Ibu-ibu yang untuk malas menjadi BuSui. Mungkin beberapa temen gw yang memberikan Susu Formula kepada anaknya juga begitu.
Apalagi banyak iklan susu formula yang menyatakan bahwa kandungan susu produksi mereka sama seperti kandungan ASI.
Faktanya, susu formula tidak akan bisa meniru kandungan ASI. Even kandungan ASI sendiri selalu berubah-ubah disesuaikan dengan kebutuhan sang baby sendiri. Itu sebabnya ASI si Ibu A dibuat berdasarkan kebutuhan baby A.

ASI tidak mengenyangkan buat bayi, sehingga masih perlu asupan air tajin (tambahan susu formula) agar bayi cepat kenyang. Padahal ASI justru diproduksi berdasarkan demand. Makanya di awal 6 bulan pertama, bayi disusui berdasarkan kebutuhan bayi, bukan berdasarkan schedule. Liat deh di buku panduan posyandu soal pemberian ASI di 6 bulan : ASI SESUKA BAYI.

Ada pula mitos, BuSui gak boleh makan pedas-pedas nanti anaknya mencret, gak boleh minum air karena takut anaknya pilek...itu semua gak terbukti. Rasa pedas, dingin tidak dialirkan ke ASI melalui darah. Karena yang ikut serta mengalir di darah bersama ASI adalah MSG, bahan pengawet...

Jadi BuSui gak perlu ada pantangan pedas, air es selama BuSui yang mengkonsumsi pedas tidak mengalami diare sehingga memperngaruhi proses menyusui, atau menjadi gampang pilek dan itu akan menular pada saat kontak dengan anaknya selama menyusui.

dan sebelum mengalami proses menyusui, bidan yang mengajarkan senam hamil sudah menganjurkan untuk mulai merawat payu****. Alhamdulillah, puting gw normal (tidak masuk/datar) sehingga seharusnya tidak mengalami kesulitan dalam menyusui baby G kelak.

Tadinya di usia 7 bulan, gw males-malesan melakukan pijat payu**** seperti yang dianjurkan sedari usia kandungan 7 bulan. Dilakukan hanya seminggu sekali. Namun demi kelancaran menyusui baby G, gw pun mempertekad diri untuk melakukannya minimal 1 X sehari.

Yup...Kadang karena kecapekan bekerja, gw gak sempat melakukan ritual ini di rumah. bawaannya pasti mo bobo aja atau browsing begitu nyampe rumah.

Sekarang gw lakukan tiap pagi di kantor. kebetulan kalo gw nyampe kantor, suasana kantor masih sepi. Jadi toilet wanita masih leluasa untuk dipakai membersihkan kotoran payu**** dengan cotton bud, mengkompress *ada air hangat dari dispenser* dan memijat payu****.

Awalnya sih emang ada rasa enggan, males, tapi lama kelamaan kok jadi ritual yang emang harus gw kerjain. Seperti halnya orang begitu datang ke kantor, masuk toilet dan berdandan.

Hm...main tool udah di maintain sedari dini...semoga gak bermasalah pas melahirkan ya, G...

Planningnya gw minggu ini mo ke klinik Laktasi Carolus untuk menambah wawasan...walopun kalopun gak sempat, gw udah lumayan dapet ilmu dari sana-sini. Tapi kalo gak sempet sekarang, gw harus ke klinik carolus setelah melahirkan biar bisa dicontohkan menyusui yang baik...tentunya setelah baby G 40 hari.

Karena mitos bayi gak boleh keluar sebelum 40 hari itu dibenarkan secara medis. Dikhawatirkan bayi yang terbiasa nyaman dan imun 9 bulan dalam rahim, kandungan akan gampang terkontaminasi dengan bakteri, virus di luar. Jadi bayi harus beradaptasi dulu dengan lingkungan di luar rahim...

Heu heu...lama-lama kok gw berasa seperti UNICEF, WHO Ambassador untuk kampanye ASI ya...*Narcist teteup..!!*

Sementara gw juga udah mempersiapkan supporting tools kayak cooler bag, blue ice, dkk...

Baby G, semua udah mom persiapin...semoga persiapan mom ini bisa membuat cita-cita Mom menjadi Pejuang ASI tercapai ya, sayang...

I luv U, Baby G..I wanna be Best Mom...Be BreastFeeding Mom only...Amien amien...

No comments:

Post a Comment